Artikel

Allah Cinta, Derita Tak Terasa

2 Mins read
Sumber gambar : kalam.sindonews.com

KULIAHALISLAM.COM – Abu Warrad mendapat berita dari Muhammad bin Muslim, ia berkata Seseorang mengunjungi Muhammad Nabi mulia dan berkeluh kesah kepadanya “Wahai Nabiku, telah habis harta kupunya pula sakit segenap raga.”

Nabi pun menenangkannya dan Beliau bersabda

Tidaklah baik seseorang hamba hartanya telah habis binasa badannya sakit terkena bala sungguh, Allah jika cinta hamba kekasih-Nya Diberi ia ujian lara. Lalu saat sang hamba tertimpa Allah berikan kesabaran Kepada dirinya.

Orang-orang yang saat ini sedang sakit, terutama terkena wabah COVID-19, atau keluarganya ada yang sakit, atau ditinggal selamanya oleh orang yang dikasihinya, pada dasarnya sedang diuji oleh Allah. 

Ujian yang Allah berikan ini adalah bukti cinta kepadanya. Mengapa Allah cinta pada seseorang namun sepertinya membuatnya sengsara? Bagi orang kebanyakan, khususnya yang tidak beriman atau lemah iman, barang kali akan berpikiran seperti itu. Namun tidak demikian bagi orang beriman yang diuji tersebut. 

Orang seperti ini yakin, pertama : Allah tidak akan memberikan beban ujian kecuali kita sanggup menanggungnya. Allah berfirman ”Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.…” (QS Al Baqarah : 286)

Kedua, orang itu yakin seiring dengan musibah yang Allah berikan padanya maka Ia juga menurunkan kesabaran bagi dirinya, sebagaimana penjelasan Nabi di atas. 

Kesabaran itulah yang membuat ia mampu menanggung beratnya beban musibah dan berhasil melewatinya dengan sukses. Seperti dalam mengendarai mobil, orang biasa diberikan ”mode eco” saja. Tapi orang yang Allah uji dengan sakit, Allah beri mobilnya dengan ”mode power”. Dengan mode ini kita akan lebih mudah mengarungi medan yang sulit.

Baca...  Filsafat Manusia dalam Perspektif Ibnu Arabi

Ketiga, orang ini yakin ujian yang tengah diberikan kepada adalah bentuk kecintaan Allah padanya. Ujian tersebut adalah bukti bahwa Allah memberikan perhatian luar biasa kepada dirinya. Allah punya maksud ”sesuatu” pada dirinya. Kalau Allah cinta maka ujian bukan sebuah derita. Kita akan sabar, ikhlas dan ridha menjalaninya. Itulah pola pikir (worldview) yang ada pada diri seorang muslim. Jika Allah sudah cinta, maka ujian apapun sudah tidak dia rasakan sebagai derita.

Dalam dunia kerja, hal seperti itu biasa. Ketika ada sebuah projek, misalnya perusahaan ingin menerapkan sebuah sistem komputerisasi, pimpinan perusahaan menunjuk seorang karyawan terbaiknya untuk menangani projek tersebut. 

Sang karyawan, meskipun tidak tahu imbalan mengerjakan projek itu apa, tetap ia akan mengerjakannya. Sebab ia tahu, keikutsertaan dirinya dalam projek akan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dirinya terhadap proses keseluruhan bisnis perusahaan tersebut. 

Artinya ’harga’ dirinya akan semakin mahal karena mempunyai kompetensi yang jarang dimiliki orang. Ia juga yakin, keberhasilan projek tersebut akan menentukan promosi atau karir dirinya ke depan. Jika projek berhasil, meskipun tidak ada perjanjian tertulis, pasti ia akan dipromosikan ke jabatan atau golongan yang lebih tinggi.

Demikian pula seseorang mukmin yang dicintai Allah. Ibarat ia seperti karyawan terbaik tersebut, ia mendapatkan beban pekerjaan atau ujian kehidupan. Jika sabar dan berhasil mengarungi ujian tersebut maka ia akan naik derajatnya di mata Allah. 

Ada yang bilang penyintas COVID-19 ini mendapat gelar Lc, yaitu Lulusan COVID-19. Sama dengan gelar sarjana agama yang disandang lulusan dari Timur Tengah, mereka juga mempunyai kelebihan telah berhasil melewati ujian itu, setidaknya dibanding yang tidak mendapatkan ujian tersebut. 

Baca...  Generasi Islam Milenial, Perlukah Mempelajari Ilmu Kalam?

Selain itu, dengan keimanan dan keridhaan atas ujian tersebut kelak di akhirat ia akan mendapatkan balasan yang berlipat ganda. 

Oleh karena itu, janganlah bersedih jika Allah masih mempercayakan kepada kita untuk menerima ujian-Nya berupa masalah-masalah yang tiap saat muncul. Itu artinya Allah sayang pada kita. Allah ingin jika kita selesai menghadapi ujian ini, kita menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya. Allah tidak saja memberikan kesempatan kedua, tapi Allah ingin nantinya para Lc-Lc ini membangun dunia menjadi lebih baik.

Oleh: Budi Handrianto M.Pd.I (Ketua Bidang Kaderisasi Ulama Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia)

Editor : Adis Setiawan

2446 posts

About author
Merupakan media berbasis online (paltform digital) yang menyebarkan topik-topik tentang wawasan agama Islam, umat Islam, dinamika dunia Islam era kontemporer. Maupun membahas tentang keluarga, tokoh-tokoh agama dan dunia, dinamika masyarakat Indonesia dan warga kemanusiaan universal.
Articles
Related posts
Artikel

Kapan Musim Hujan Datang ke Bantaeng dan Situbondo? Ini Prediksinya!

1 Mins read
Perubahan musim dari kemarau ke hujan selalu membawa dampak signifikan bagi kehidupan masyarakat. Bagi warga Bantaeng dan Situbondo, mengetahui prediksi kedatangan musim…
Artikel

Cara Transfer Saldo PayPal ke DANA dengan Mudah dan Cepat

3 Mins read
PayPal adalah salah satu layanan pembayaran digital yang paling populer di dunia. Untuk melakukan transaksi secara online dengan mudah, PayPal telah digunakan…
Artikel

Muhasabah Ramadhan: Dialog Gus Fayyadl Bersama Masyarakat Muslim Bali

2 Mins read
K. Muhammad Al-Fayyadl, intelektual muda NU asal Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, diundang oleh Forum Komunikasi Santri Pulau Bali (Foksa-PB) untuk…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights