KULIAHALISLAM.COM-Beberapa dekade terakhir, kita telah menyaksikan meningkatnya pandangan radikalisme dan liberalisme dalam berbagai bentuk dan manifestasi. Radikalisme yang mengancam keamanan dan stabilitas masyarakat, sementara liberalisme yang mengabaikan nilai-nilai agama dan merusak sendi-sendi moral. Di tengah-tengah kekacauan ini, banyak orang yang mencari jawaban atas pertanyaan tentang bagaimana menjalani kehidupan yang benar dan seimbang.
Sebagai seorang Ahlus Sunnah Wal Jamaah, saya pribadi percaya bahwa sikap moderat atau jalan tengah adalah pilihan hidup yang tepat. Moderatisme berarti mempertimbangkan masalah dunia dengan landasan nilai-nilai agama, namun tetap mengacu pada kemaslahatan umat. Seperti yang dikatakan oleh Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumuddin , Jalan tengah adalah jalan yang paling lurus dan paling dekat dengan kebenaran.
Bagi saya, sumber rujukan dan pemahaman agama adalah para ulama dan ustadz yang terpercaya. Sebagai pribadi muslim modern, kita tidak sepakat dengan pandangan radikalis yang menghalalkan darah sesama Muslim atau liberalis yang meniadakan nilai-nilai agama dalam kehidupan. Tapi kita harus sadar bahwa memahami agama harus berdasarkan pada rujukan yang jelas dan terpercaya, bukan hanya berdasarkan sentuhan langsung dengan Tuhan atau memakai nalar logika semata. Hal ini dijabarkan oleh Syaikh Ibn Qayyim Al-Jauziyah dalam Madarij Al-Salikin, Seseorang tidak dapat memahami agama dengan benar jika tidak memiliki guru yang terpercaya dan rujukan yang jelas.
Kunci untuk mencapai keseimbangan ini adalah dengan merujuk pada para ulama dan memahami dasar-dasar agama. Mustahil menjadi moderat jika kita tidak merujuk pada para ulama atau tidak memahami nilai-nilai agama. Artinya tidak mungkin menjadi moderat, bila kita jarang mendengar fatwa dan nasihat ustadz/cendekia/ulama, lalu menerimanya sebagai salah satu pandangan hidup kita. Seperti yang dikatakan oleh Sayyid Qutb bahwa Moderatisme bukanlah kompromi antara kebenaran dan kesalahan, tetapi keseimbangan antara nilai-nilai agama dan kemaslahatan umat.
Dengan memahami nilai-nilai agama dengan benar dan mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat mencapai keseimbangan ini dan menjalani kehidupan yang seimbang dan harmonis. Cak Nur dalam Islam, Doktrin dan Peradaban menggarisbawahi bahwa Moderatisme adalah sikap yang seimbang dan proporsional dalam memahami dan mengamalkan nilai-nilai agama.
Maka pemahaman jalan tengah dalam pandangan keagamaan adalah titik keseimbangan pribadi muslim modern. Ini memadu madankan antara nilai-nilai agama dan kemaslahatan umat, dalam bingkai dunia yang terus berkemajuan. Bahwa segala sesuatu yang berlebihan, seperti yang Allah SWT himbau kepada orang beriman dalam Surah Al an’am ayat 141: “Dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”,adalah sebuah kesia-siaan semata. Pada akhirnya pilihan kita jugalah yang akan dimintakan pertanggungjawaban di yaumul hisab kelak.