EsaiFilsafat

Visi Pribadi Muslim: Keseimbangan Ukhrawi dan Duniawi

2 Mins read

KULIAHALISLAM.COM-Modernitas zaman, menuntut pribadi manusia untuk tetap bergerak secara lincah sekaligus dibayangi dengan ketidakjelasan masadepan. Keberadaan visi seorang manusia mampu menjadi katalisator pribadi agar tetap waras dan berjalan. Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa manusia yang memiliki keseimbangan visi pribadi antara ukhrawi dan duniawi adalah kunci untuk mencapai kesuksesan sekaligus kebahagiaan di kehidupan. Visi pribadi ini dapat membantu kita memahami tujuan dan makna hidup kita, serta memberikan arah dan tujuan yang jelas untuk kehidupan kita.

 

Proses menentukan visi pribadi yang seimbang,sebagai muslim kita harus mempertimbangkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam, serta tujuan dan pandangan kita dalam kehidupan.  Dr. Muhammad Iqbal, seorang filsuf Islam kontemporer menerangkan bahwa visi pribadi yang seimbang antara ukhrawi dan duniawi dapat membantu kita mencapai kesuksesan dan kebahagiaan dalam kehidupan.

 

Tidak hanya itu, Syeikh Muhammad Abduh dalam karyanya “Ar-Risalah”, menambahkan bahwa Keseimbangan antara keduanya, dapat membantu kita mengatasi tantangan dan kesulitan dalam kehidupan. Menyitir pandangan Syeikh Imam Nawawi ni dikarenakan adanya tujuan akhir seorang muslim, yang memberikan kekuatan dalam menjalani kehidupan. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah bahkan menegaskan bahwa Motivasi mendapatkan Rahmat Allah SWT, berupa kenikmatan Jannah/Surga dan menghindari segala siksa-Nya serta balasan Neraka, menjadikan pribadi seorang muslim bersemangat beramal baik sekaligus berhati-hati dalam bertindak.

 

Seorang muslim sejati, seharusnya menempatkan agama Islam tidak hanya terbatas pada ritual ibadah, melainkan juga mencakupi segala sendi kehidupan. Menurut Sayyid Muhammad Naquib al-Attas, Islam adalah agama yang tidak hanya mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhan, tetapi juga hubungan antara manusia dengan manusia dan alam sekitar. Keberadaan Islam sebagai agama yang komprehensif; seperti penjelasan Sayyid Hossein Nasr, akan menjadikan Muslim lebih mudah menyelami rujukan dasar mencari visi hidup.

Baca...  Remaja Problematik, Tanggung Jawab Siapa?

 

Sementara itu, Syaikh Yusuf al-Qaradawi menjelaskan bahwa keterikatan Islam tidak hanya tentang aturan dan regulasi, tetapi juga tentang keadilan, kasih sayang, dan kebijaksanaan. Oleh karenanya, Islam harus dipahami dan diterapkan dalam konteks yang lebih luas dan humanis agar dapat menyerap ke setiap visi pribadi muslim.

 

Dalam konteks kehidupan modern, Cendekiawan Muslim Eropa,  Tariq Ramadan menekankan pentingnya menemukan keseimbangan antara identitas Islam dan rutinitas konteks kehidupan sehari-hari. Ini berarti bahwa Seorang Muslim harus dapat menjalani kehidupan Modern selaras dengan prinsip keimanan. Disinilah tantangannya, dimana kematangan seorang muslim mengelaborasi keduanya.

 

Maka di posisi kehidupan yang penuh dengan dinamika tersebut, seorang muslim yang memiliki visi pribadi kokoh tidak akan mudah menyerah atau goyah sekaligus senantiasa bersikap pasrah kepada Allah SWT atas segala usaha yang sudah dikerjakan. Keyakinan ini mengakar di sanubari muslim, intisari hidup yang terus berkembang sebagai landasan pokok perjalanan pribadi muslim modern. Sebab kita mengetahui darimana kita bermula, dan juga mengetahui kemana kita berakhir.

*Achmad Puariesthaufani N

Redaktur Kuliahalislam.com

 

Referensi:

 

– Al-Ghazali.  Ihya Ulumuddin.

– Iqbal, M. (1934). The Reconstruction of Religious Thought in Islam.

– Abduh, M. (1900-an). Risalah al-Tawhid.

– Nawawi. (1300-an). Al-Arba’in al-Nawawiyah.

– Ibn Qayyim Al-Jauziyah. (1300-an). Madarij al-Salikin.

– Al-Attas, S. M. N. (1978). Islam and Secularism.

– Nasr, S. H. (1987). Islamic Art and Spirituality.

– Ramadan, T. (2004). Western Muslims and the Future of Islam.

– Al-Qaradawi, Y. (1995). Al-Halal wa al-Haram fi al-Islam.

– Al-Ghazali, M. (1980). Khuluq al-Muslim.

47 posts

About author
Penggemar Buku, Teh, Kopi, Coklat dan senja. Bekerja paruh lepas menjadi Redaktur Kuliahalislam.com .Lekat dengan dunia aktivisme, Saat ini diamanahkan sebagai Bendahara Umum PCM Cilandak,Jakarta Selatan periode 2022-2027
Articles
Related posts
Filsafat

Manikeisme: Teologi Dualistik Kuno dan Relevansinya di Zaman Modern

3 Mins read
Sejarah intelektual selalu dihiasi oleh upaya memahami fenomena ontologis yang mengandung segelintir pertanyaan mendasar: Mengapa kejahatan selalu mengiringi manusia? Dan mengapa kebaikan…
Esai

Memahami Perbedaan Tafsir Al-Qur'an Melalui 3 Teori Kebenaran

6 Mins read
Tulisan ini merupakan kelanjutan dan memiliki keterkaitan dengan karya penulis sebelumnya yang berjudul “Al-Qur’an Itu Up to Date: Memahami Keajaiban Kitab Suci…
ArtikelEsaiFilsafatKeislaman

Hikmah dari Jule, Inara dan Ridwan Kamil

6 Mins read
KULIAHALISLAM.COM- Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang menjadi cermin kekuatan peradaban. Dalam perspektif Islam, keluarga bukan sekadar lembaga sosial, melainkan amanah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights