Berita

Dorong Keterbukaan di Amal Usaha Muhammadiyah, Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Sarankan Bentuk LKPP

1 Mins read

Dorong keterbukaan di amal usaha Muhammadiyah, Ketum PP Pemuda Muhammadiyah sarankan bentuk LKPP. Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla mendorong keterbukaan proyek dan pekerjaan-pekerjaan yang ada di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) khususnya di kampus-kampus milik Muhammadiyah.

Salah satu sarannya adalah dengan membentuk lembaga serupa Lembaga Kebijakan Pengadaan/Jasa Pemerintah (LKPP).

“Saya sangat berharap Mas Gufron ini itu bisa menginisiasi pembentukan LKPP di Muhammadiyah, jadi itu membuat marketplace terhadap seluruh kebutuhan-kebutuhan pembangunan yang ada di kampus-kampus Muhammadiyah, atau yang ada di seluruh Amal Usaha Muhamamdiyah, sehingga itu dibuat fair,” kata Dzulfikar saat menjadi pembicara pada sesi talkshow Kopdarnas SUMU di SM Tower, Yogyakarta, Sabtu (21/9/2024).

Dzulfikar menyebut, kampus-kampus Muhammadiyah memiliki biaya tahunan yang besar, tetapi tak terbentuk konglomerasi dari belanja-belanja yang dihabiskan dari uang besar itu. Menurutnya sumber persoalan yang dihadapi oleh persyarikatan saat ini adalah kemampuan Muhammadiyah untuk memperkaya kadernya sendiri tidak ada.

“Siapa di sini pengusaha yang besar karena dapat dari kerjaan dari kampus-kampus? Kan kampus setiap hari membangun, mengecat, kadang anak muda Muhammadiyah mau jadi dosen saja setengah mati ya masuknya, apalagi mau dapat kerjaan,” ujarnya.

Mantan Sekretaris Jenderal PP IPM ini menjelaskan jika nanti LKPP sudah terbentuk, maka nanti universitas yang dimiliki Muhammadiyah bisa membuat e-catalogue dengan perincian kebutuhan masing-masing, sehingga bisa dilelang secara adil.

Langkah ini akan terus didorong Dzulfikar bersama Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) agar segera disepakati untuk memproteksi teman-teman pengusaha yang merupakan kader Muhammadiyah.

“Harus ada sebuah lembaga yang memproteksi itu, jika ada pekerjaan-pekerjaan itu langsung open bidding saja. Nah itu gunanya LKPP itu untuk membentuk panitia dan segala macam, jadi ada keterbukaan,” tegasnya.

Baca...  IMM Cabang Bima Selenggarakan Resepsi Milad ke-60 IMM

Senada dengan itu, Ketua Umum PP IPM, Riandy Prawita menyampaikan hal yang sama terkait susahnya kader-kader Muhammadiyah mendapatkan bagian di dalam AUM.

Dia menyampaikan hasil obrolannya dengan Bendahara Umum DPP IMM, Firdaus Suudi yang merupakan pengusaha furniture tapi ditolak ketika ingin masuk menawarkan produknya di kampus Muhammadiyah karena kalah harga katanya.

“Yang disampaikan tadi sama Mas Dzulfikar adalah betul bahwa yang muda-muda ini mau masuk dosen di kampus saja susah, apalagi bisa ada program yang dikolaborasikan,” imbuhnya.

2502 posts

About author
Kuliah Al Islam - Mencerdaskan dan Mencerahkan
Articles
Related posts
BeritaMuhammadiyahSUMU

Kopdar SUMU Malang Raya: Perkuat Jejaring Bisnis & Kolaborasi Pengusaha

1 Mins read
Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Malang Raya menggelar Kopi Darat (Kopdar) anggota sebagai upaya memperkuat silaturahmi, jejaring bisnis, dan kolaborasi antarpelaku usaha Muhammadiyah…
BeritaOpini

Oknum Guru di Pulau Kangean Diduga Cabuli Siswinya di Ruang Guru, PC IPNU IPPNU Kangean Kecam Keras

4 Mins read
Sumenep, 26 September 2026 — Dunia pendidikan di Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali dicoreng oleh dugaan tindak asusila yang melibatkan…
BeritaMuhammadiyahSUMU

Dorong Pengusaha Muhammadiyah, SUMU Catalyst Ungkap Rahasia Bisnis Emas dan Perak

2 Mins read
Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) melalui program SUMU Catalyst menyelenggarakan webinar bertajuk “Rahasia Membangun Bisnis di Ekosistem Logam Mulia” pada Jumat (25/9). ​Menghadirkan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *