Opini

Anak Bertanya, Anjing Saya Mati, Akankah Saya Melihatnya di Surga?

2 Mins read

Surga adalah dambaan setiap manusia, dan merupakan tempat tinggal abadi yang setelahnya tidak ada lagi kematian. Di dalamnya, terdapat kebahagiaan yang tidak dapat dibayangkan oleh pikiran apapun.

Di dalam Surga terdapat segala kebaikan yang diidam-idamkan dan dicintai seseorang, kamu akan menemukannya di dalamnya. Namun, kamu akan disibukkan di surga dengan apa yang telah Allah sediakan bagi umatnya yang penuh kebahagiaan. Anda akan menemukan apa yang Anda sukai di dalamnya.

Surga hanya berisi kebaikan, dan keburukan tidak akan masuk ke dalamnya. Itu artinya, jika kamu termasuk penghuni surga dan ingin melihat anjingmu, niscaya Allah akan menciptakannya dalam bentuk yang terbaik dan terindah untuk kamu lihat. Allah Swt berfirman:

جَنّٰتُ عَدْنٍ يَّدْخُلُوْنَهَا تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ لَهُمْ فِيْهَا مَايَشَآءُوْنَ ۗ كَذٰلِكَ يَجْزِى اللّٰهُ الْمُتَّقِيْنَ

Artinya: “(yaitu) Surga-Surga ‘Adn yang mereka masuki, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam (surga) itu mereka mendapat segala apa yang diinginkan. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang yang bertakwa.” (QS. An-Nahl [16]: 31).

Kenikmatan di dalam surga

Surga adalah kebun yang memiliki banyak sekali pohon-pohon rimbun dan ranting-ranting antara pohon yang satu dengan pohon yang lain saling berkaitan sehingga tertutuplah tanah kebun tersebut dari pandangan mata.

Alqur’an menyebutkan surga sebagai kediaman yang aman dari segala kejelekan, karena di dalam surga penuh dengan kenikmatan yang tiada akhirnya (kekal), yang akan diberikan oleh Allah kepada orang-orang beriman serta beramal saleh. Namun kenikmatan tersebut bersifat rahasia, karena tidak diketahui hakikatnya oleh manusia.

Di dalam surga segala yang diminta penghuninya akan senantiasa terpenuhi. Di antara kenikmatan surga yang digambarkan Alqur’an adalah: dihidangkan makanan dari buah-buahan dan daging, sementara minuman mereka: air kafur, air zanjabil dan salsabil, rahiq dan tasnim, air tawar, air susu, khamr (arak) dan madu.

Baca...  Fenomena Pengakuan Zina di Podcast: Perspektif Hukum Islam dan Moralitas

Disediakan pula pakaian dari sutera. Mereka tinggal di istana tinggi yang berbahan material permata zamrud dan yaqut, lengkap dengan perabotan sebagai fasilitas di dalamnya, yakni: kasur yang bagian dalamnya terbuat dari sutera, permadani yang berserabut halus lagi lembut, dipan-dipan untuk bersantai, dan bantal-bantal berwarna hijau yang tersusun rapi.

Piring-piring dari emas dan gelas berbahan baku perak sebening kaca, sementara teko-tekonya ada yang terbuat dari emas dan perak. Kebun surga memiliki pepohonan dan buah-buahan yang tidak akan pernah berhenti berbuah, dan di bawah pepohonan tersebut mengalir aliran sungai yang tidak memberikan bahaya bagi mereka. Mereka tidak akan merasa kepanasan juga kedinginan, karena iklim surga selalu sejuk dan nyaman.

Di surga juga terdapat wanita-wanita yang sempurna, baik fisik maupun akhlak, di antara mereka ada yang langsung diciptakan Allah di surga, ada juga dari wanita dunia yang beriman kepada Allah dan masuk surga, mereka selalu suci, bermata jeli, berusia sebaya, selalu perawan, berparas ideal, pandangan matanya hanya tertuju kepada suami-suami mereka. Mereka dikelilingi para pelayan yang selalu muda, para penduduk surga akan melihat Allah SWT secara langsung dengan mata kepala mereka.

Di surga segala penyakit hati sudah dihapus oleh Allah dari tabi’at manusia, sehingga mereka merasakan kehidupan yang harmonis, termasuk dengan kalangan jin yang beriman kepada Allah SWT.

Mereka dikumpulkan bersama keluarga-keluarga yang beriman. Dan dengan izin Allah mereka bisa melihat siksa yang diterima oleh orang-orang kafir. Sebab itulah mereka akan langsung bersyukur kepada Allah atas segala yang dijanjikan kepada mereka benar-benar telah dirasakan. Wallahu a’lam bisshawaab

312 posts

About author
Penulis Lepas dan Pemerhati Isu Sosial Politik.
Articles
Related posts
FilsafatOpiniTokoh

Nalar Kritis Freirean di Tengah Algoritma AI

8 Mins read
Dalam karya monumental “Pedagogy of the Oppressed” (1970), Paulo Freire melontarkan kritik menohok terhadap model pendidikan konvensional yang ia sebut sebagai banking…
HukumOpiniPolitik

Susu, Nasi, dan Racun: Paradoks Welfare State dan Tragedi Biopolitik di Papua

3 Mins read
Di bawah bentangan langit Jayapura, sebuah premis paling mendasar tentang keberlangsungan hidup baru saja diretas secara tragis. Selama bertahun-tahun, sebelum wacana megah…
KeislamanKisahOpini

Mendekontruksi Pengampunan: Studi Kisah Pembunuh 100 Jiwa Dalam Kitab Riyadhus Shalihin

5 Mins read
Kisah seorang lelaki pembunuh seratus jiwa dari hadis “Riyadhus Shalihin” karya Imam An-Nawawi sering kali dibaca hanya sebagai narasi moralitas yang linier:…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *