Artikel

Risalah Toleransi : Bertemu dalam (MUI) Majelis Ulama Indonesia

1 Mins read
KULIAHALISLAM.COM – Umat Islam di luar Indonesia boleh iri dengan toleransi dalam perbedaan antar sesama umat Islam yang ada di Indonesia, hanya di Indonesia-lah para ulama yang tidak tahlilan dan para ulama yang tahlilan dapat bertemu dan terhimpun dalam satu wadah lembaga perkumpulan ulama.
Risalah Toleransi : Bertemu dalam (MUI) Majelis Ulama Indonesia
Di Yaman, cukup keras pertentangan antara para ulama yang pro-tahlilan dan pro-tarekat dengan para ulama yang anti-tahlilan dan anti-tarekat. Demikian juga, di Malaysia, antipati dan pertentangan yang sama juga kuat disana. Begitu juga di negeri-negeri lainnya. 

Akan tetapi, di Indonesia, meski memang benar ada pertentangan itu, tetapi toleransi dan kebersamaan umat Islam di Indonesia dalam menghadapi perbedaan, sudah lebih tinggi dan lebih besar kadarnya dari umat Islam di luar Indonesia. 

Sampai-sampai Ustaz Dr. Rozaimi Ramlee (dari Malaysia) telah memuji Indonesia dan memuji toleransi umat Islam di Indonesia, yang terlihat dari sebuah lembaga bernama Majelis Ulama Indonesia. Lihat https://youtu.be/wMS3ksbQg3w

Tahun 1975, ormas-ormas Islam berkumpul dan bermusyawarah membentuk forum bersama yang lebih besar agar dapat merepresentasikan seluruh umat Islam di Indonesia, dibentuklah Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Nahdhatul Ulama, Muhammadiyah, Sarekat Islam, Perti, Persis, Al-Washliyah, DDII, Wahdah Islamiyah, Al Irsyad, dan ormas-ormas Islam yang lainnya mengirim utusan sehingga terbentuk Majelis Ulama Indonesia itu.

Majelis Ulama Indonesia ini menjadi representasi bagi seluruh umat Islam di Indonesia karena di dalamnya adalah berkumpul perwakilan dari semua ormas-ormas Islam di Indonesia.

Sebagai dua ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdhatul Ulama dan Muhammadiyah, mendapat kehormatan dan tempat terhormat dalam perwakilannya dalam Majelis Ulama Indonesia.

Daftar Ketua Majelis Ulama Indonesia dari Masa ke Masa

(1) Buya Hamka (Muhammadiyah), dari 26 Juli 1975 sampai 19 Mei 1981.

(2) Kiai Syukri Ghazali (Nahdhatul ‘Ulama), dari 24 Juli 1981 sampai 20 September 1984.

(3) Kiai Hasan Bashri (Muhammadiyah), dari 1984 sampai 1990.

(4) Kiai Ali Yafie (Nahdhatul ‘Ulama), dari 1990 sampai 2000.

(5) Kiai Sahal Mahfudh (Nahdhatul ‘Ulama), dari 29 Juli 2000 sampai 24 Januari 2014.

(6) Pak Din Syamsuddin (Muhammadiyah), dari 24 Januari 2014 sampai 27 Agustus 2015. 

(7) Kiai Ma’ruf Amin (Nahdhatul ‘Ulama), dari 27 Agustus 2015 ampai 20 Oktober 2019.

(8) Buya Yunahar Ilyas (Muhammadiyah) Sebagai Pelaksana Tugas (PLT), dari 20 Oktober 2019 sampai 2 Januari 2020.

(9) Pak Zainut Tauhid Sa’adi (Nahdhatul ‘Ulama) Sebagai Pelaksana Tugas (PLT), dari 2 Januari 2020 sampai 26 November 2020.

(10) Kiai Miftachul Akhyar (Nahdhatul ‘Ulama), dari 26 November 2020 sampai sekarang.


Oleh: Ustaz Raihan Ramadhan
Baca...  Pemikiran Etika Hidup Perspektif Mangkunegara IV
2451 posts

About author
Kuliah Al Islam - Mencerdaskan dan Mencerahkan
Articles
Related posts
Artikel

Data Survei Bisa Terlihat Meyakinkan, tetapi Apakah Benar-Benar Mewakili Target Penelitian?

8 Mins read
Dalam penelitian pasar, skripsi, tesis, maupun pengambilan keputusan bisnis, data sering kali menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya. Perusahaan menggunakannya untuk memahami…
Artikel

Proyek Terlihat Menguntungkan di Atas Kertas, tetapi Mengapa Banyak Investasi Tetap Tidak Mencapai Target?

7 Mins read
Dalam dunia bisnis dan investasi, keputusan untuk membangun usaha baru, mengembangkan properti, membuka fasilitas produksi, atau memperluas jaringan operasional sering kali dimulai…
Artikel

Standar Fiqih dan Kenyamanan Termal Seragam Batik Jamaah Haji serta Umroh di Iklim Ekstrem

9 Mins read
Hakikat Busana Ibadah dalam Perspektif Syariat Islam Menjalankan ibadah di tanah suci Makkah dan Madinah merupakan dambaan spiritual setiap insan muslim. Dalam…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *