LAMONGAN — Masalah pengelolaan sampah di tingkat pedesaan menjadi perhatian serius mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Kelompok 47 KKN UINSA menggelar sosialisasi mengenai bahaya sampah dan solusi pengelolaannya bagi warga Desa Kalanganyar, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan.
Dalam kegiatan tersebut, dua presenter mahasiswa, Nadya Syaira Fatimah dan Achmad Yahya Budi Laksono, memaparkan hasil observasi mendalam mengenai kebiasaan warga setempat. Berdasarkan temuan di lapangan, mayoritas warga Desa Kalanganyar masih mengolah sampah dengan cara membakarnya sendiri-sendiri di pekarangan rumah. Hal ini terpaksa dilakukan lantaran desa tersebut belum memiliki fasilitas Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
Dalam paparannya, Nadya dan Yahya menekankan bahwa membakar sampah secara terbuka memiliki dampak buruk yang sangat panjang bagi lingkungan. Dampak negatif dari polusi asap dan racun limbah ini diprediksi dapat mengancam kesehatan masyarakat serta merusak kualitas ekosistem hingga 100 tahun ke depan.
Sebagai solusi konkret atas masalah ini, tim KKN UINSA Kelompok 47 menawarkan inovasi teknologi tepat guna berupa pembuatan rocket stove (tungku roket). Tungku khusus tersebut dirancang secara efektif untuk melakukan pembakaran materi secara efisien dan minim asap, sehingga mampu menekan polusi udara di lingkungan pemukiman warga secara signifikan.
Koordinator Desa (Kordes) KKN UINSA Kelompok 47, Rofi’uddin Ath-Thohiry, menjelaskan bahwa ketiadaan TPS maupun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) salah satunya dipengaruhi oleh faktor geografis desa yang letaknya agak rendah. Kondisi topografi ini sering kali menyulitkan penentuan lahan pembuangan.
”Oleh karena itu, sosialisasi ini kami adakan. Kami berharap kehadiran rocket stove ini bisa menjadi inspirasi bagi pemerintah desa maupun masyarakat untuk memulai program pengelolaan sampah yang jauh lebih baik lagi ke depannya,” pungkas Rofi’uddin.

