BEKASI – Pengurus Takmir Masjid Nurul Huda menyelenggarakan pengajian bertajuk Nuzulul Qur’an di Masjid Nurul Huda pada Kamis (05/03/26). Acara yang digagas oleh Seksi Ibadah ini merupakan bagian dari program kerja untuk memakmurkan masjid sekaligus memperingati hari besar Islam di bulan Ramadhan, atau yang akrab disebut “Kampung Ramadhan”.
Agus Setyo Wahyudi, selaku Ketua Takmir Masjid Nurul Huda, menyampaikan keterbukaannya bagi para jemaah yang ingin berkontribusi, baik melalui kolaborasi kegiatan maupun penampilan hadroh selapanan. “Saya membuka pintu lebar-lebar bagi siapa saja yang ingin berkolaborasi, termasuk tim hadroh yang ingin melaksanakan selapanan. Kami persilakan,” ujarnya.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Widoyo menjelaskan bahwa Al-Qur’an memiliki gaya bahasa dan sastra yang sangat tinggi, bahkan hingga membuat kaum Quraisy pada zamannya merasa takjub. “Al-Qur’an memiliki gaya sastra tinggi hingga kaum Quraisy hanya plonga-plongo atau takjub saat mendengarnya,” imbuh beliau.
Lebih lanjut, Ustadz Widoyo menggarisbawahi bahwa membaca Al-Qur’an adalah kewajiban bagi setiap muslim saat ini. “Tentunya Al-Qur’an wajib dibaca oleh kaum muslim, mengingat bahasa yang digunakan adalah bahasa Arab (wahyu Allah),” tambahnya.
Acara ini terasa semakin spesial dengan penampilan perdana tim hadroh An-Nisa Masjid Nurul Huda Perumahan Korpri. Kelompok ini akhirnya tampil di depan publik setelah rutin menjalani latihan sekali seminggu selama tiga bulan terakhir.

