TRENGGALEK — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional Jawa resmi berkolaborasi dengan Laznas LMI meluncurkan Program Rehabilitasi Terumbu Karang di Pantai Mutiara, Trenggalek, pada Selasa (20/1/2026).
Program ini merupakan bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo dalam menjaga ekosistem pesisir. Langkah ini menjadi wujud ikhtiar merawat alam yang telah diamanahkan Tuhan, sekaligus mendorong keberlanjutan ekonomi nelayan lokal.
Sub Head Regional Pelindo Jawa, Purwanto Wahyu Widodo, menegaskan bahwa rehabilitasi terumbu karang bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan investasi ekologis jangka panjang bagi sektor maritim dan masa depan generasi mendatang.
”Pelindo tidak hanya bicara pelabuhan dan logistik, tetapi juga menjalankan amanah untuk memastikan laut tetap hidup, lestari, dan memberi manfaat berkelanjutan,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama Laznas LMI, Agung Wicaksono, menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci keberhasilan program lingkungan yang berorientasi pada kemaslahatan umat. Ia menekankan pentingnya pelibatan aktif masyarakat pesisir sebagai bagian dari gerakan bersama menjaga ciptaan Tuhan.
”Masyarakat harus menjadi subjek utama, bukan hanya penerima manfaat. Dari laut yang terjaga, akan lahir keberkahan ekonomi dan sosial,” tegas Agung.
Sementara itu, Supervisor Laznas LMI Jawa Timur, Aris Widia, menyampaikan bahwa rehabilitasi ini menjadi agenda pembuka konservasi lingkungan di tahun 2026. Program tersebut dimaknai sebagai upaya meruwat alam agar tetap lestari untuk anak cucu.
”Ini merupakan program awal tahun 2026 dalam konservasi lingkungan. Pantai Mutiara menjadi lokasi ketiga dari sebaran titik penanaman terumbu karang yang telah kami lakukan,” jelas Aris.
Ia berharap program ini tidak berhenti pada tahap penanaman, tetapi berlanjut dengan pengawasan (monitoring) secara berkala melalui kerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Bappeda, serta elemen pemerintahan lainnya.
”Kami ingin program ini terus berjalan dan diawasi bersama, agar manfaatnya benar-benar dirasakan dan keberlanjutan ekosistem laut dapat terjaga,” tambahnya.
Dukungan penuh juga datang dari pemerintah provinsi. Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Timur, Awalrush Andhira, menyebut program ini sejalan dengan agenda provinsi dalam menjaga keanekaragaman hayati laut dan mitigasi perubahan iklim.
”Terumbu karang adalah fondasi ekosistem laut. Ketika karang rusak, maka seluruh rantai kehidupan ikut terganggu. Menjaganya adalah tanggung jawab bersama,” jelas Awalrush.
Program ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Trenggalek, Syah Natanegara, yang mengapresiasi keterlibatan Pelindo dan Laznas LMI dalam menjaga kawasan pesisir Trenggalek.
”Laut adalah emas biru Trenggalek. Menjaganya berarti menjaga sumber kehidupan masyarakat, sekaligus bentuk rasa syukur atas karunia alam yang diberikan,” ujar Syah.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman media terumbu karang di perairan Pantai Mutiara yang disaksikan oleh unsur Pelindo, Laznas LMI, pemerintah daerah, serta kelompok masyarakat pesisir.
Program ini diharapkan mampu memulihkan ekosistem laut sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga pesisir bukan hanya kewajiban ekologis, tetapi juga tanggung jawab moral dan spiritual untuk merawat bumi secara berkelanjutan.

