Berita

Cegah Pernikahan Dini & NAPZA, Mahasiswa Unair Edukasi Siswa SMP Cahaya Surabaya

2 Mins read

Surabaya – Sebanyak 180 siswa SMP Cahaya di Kecamatan Kenjeran, Surabaya, menjadi peserta dalam sosialisasi pencegahan pernikahan dini dan penyalahgunaan NAPZA yang digagas mahasiswa Kelompok Bulak Banteng 2 Universitas Airlangga, yang tergabung dalam Program Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman serta membangun kesadaran remaja akan risiko kedua isu tersebut, sehingga mereka mampu mengambil keputusan yang tepat di masa depan.

​Program ini diinisiasi sebagai upaya menjawab permasalahan sosial yang masih kerap ditemui di kalangan remaja, yakni minimnya wawasan tentang dampak buruk pernikahan di usia muda serta bahaya zat adiktif. Melalui pendekatan yang interaktif, para mahasiswa memberikan materi secara komprehensif agar peserta didik dapat terhindar dari perilaku menyimpang dan lebih siap menghadapi masa transisi menuju dewasa.

​Acara yang berlangsung tertib ini dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sekaligus narasumber, Prof. Dr. Esti Yunitasari, S.Kp., M.Kes., Sekretaris Desa Bulak Banteng, serta perwakilan puskesmas setempat. Kehadiran para tokoh tersebut menunjukkan kolaborasi yang baik antara mahasiswa, akademisi, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan dalam mendukung kegiatan pemberdayaan generasi muda.

​Sebelum memasuki sesi pemaparan, para peserta terlebih dahulu mengerjakan pretest untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mereka tentang pernikahan dini. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan dua sesi materi. Sesi pertama mengangkat topik pernikahan dini yang mencakup definisi, faktor pencetus, dampak terhadap kondisi fisik dan psikologis, serta akibat sosial-ekonomi yang mungkin timbul. Sesi kedua membahas NAPZA, meliputi klasifikasi zat berbahaya, risiko kesehatan, ancaman terhadap masa depan, serta strategi pencegahan dan penolakan terhadap pengaruh negatif. Diskusi interaktif dan tanya jawab berjalan dinamis, dengan banyak siswa mengajukan pertanyaan seputar cara menghadapi tekanan teman sebaya dan langkah antisipasi di lingkungan yang berpotensi terpapar NAPZA.

Baca...  Muhammadiyah Terus Ajak Masyarakat Bangun Solidaritas untuk Palestina

​Setelah seluruh pemaparan dan sesi tanya jawab usai, peserta kembali diberikan post-test. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman yang cukup signifikan dibandingkan dengan hasil pretest sebelumnya. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan deklarasi komitmen seluruh peserta untuk menjauhi pernikahan dini dan NAPZA.

​Apresiasi positif disampaikan oleh pihak guru perwakilan dari SMP Cahaya yang menilai kegiatan ini sangat bermanfaat dan relevan sebagai bekal bagi siswa dalam menjalani kehidupan di era sekarang. Dosen Pembimbing Lapangan juga memuji kerja keras mahasiswa yang dinilai mampu merancang dan melaksanakan program dengan baik.

​Kegiatan sosialisasi ini merupakan wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Sinergi yang terjalin antara berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan program pemberdayaan yang berkelanjutan di Kecamatan Kenjeran. Selain itu, kegiatan ini juga selaras dengan upaya mewujudkan Kampung Pancasila yang sehat, mandiri, inklusif, dan sejahtera.

Pewarta:

  • ​Kharimatul Ma’arifiani
  • ​Sulaiman Fadhli
1 posts

About author
Penulis Kuliah Al Islam
Articles
Related posts
Berita

KKN-BBK 8 UNAIR Edukasi Literasi AI untuk Siswa MAS Al-Hikmah Lumajang

1 Mins read
​Lumajang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) ke-8 Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan program kerja di bidang pendidikan yang bertajuk “Melek…
Berita

​Milad 24 Lazismu: Integrasi Menguatkan Dampak Bagi Mustahik

3 Mins read
Memasuki usia ke-24, Lazismu terus memperkuat perannya sebagai lembaga filantropi Islam yang profesional, terpercaya, dan berdampak. Sejak berdiri pada tahun 2002, Lazismu…
BeritaSUMU

Strategi Arus Kas & Hijrah Finansial UMKM | Kopdar SUMU Bogor Raya

2 Mins read
​Di tengah tekanan ekonomi yang semakin dinamis, banyak pelaku usaha masih mengukur keberhasilan bisnis dari besarnya omzet atau laba yang tercatat dalam…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *