EsaiKeislaman

Setitik Nila Kebaikan, Fondasi Perubahan Besar Peradaban

2 Mins read

KULIAHALISLAM.COM-Perubahan besar dalam peradaban seringkali dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten dan penuh kesadaran. Dalam konteks kehidupan beragama, khususnya bagi Muslim, memulai dari hal yang kecil menjadi pondasi penting untuk mencapai perubahan yang lebih besar. Memahami hukum-hukum Allah yang berlaku dalam kehidupan manusia dapat menjadi bekal awal untuk memahami hakikat yang terjadi di sekitar kita, seperti yang dijelaskan oleh Dr. Musthafa Umar dalam buku “Sunnatullah”.

 

Dalam tulisannya beliau menjelaskan bahwandengan memahami sunnatullah, umat Muslim dapat memahami bagaimana kehidupan manusia diatur oleh Allah dan bagaimana mereka dapat mencapai kesuksesan dan perubahan besar dalam hidup mereka. Kesuksesan dan perubahan besar seringkali dimulai dari pola pikir dan tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten, seperti yang ditekankan oleh Jeff Brown. Pola pikir dan tindakan kecil ini dapat membantu umat Muslim membangun fondasi yang kuat untuk mencapai perubahan yang lebih besar dalam peradaban.

 

Dalam Islam, amal kecil yang dilakukan dengan ikhlas dan konsisten dapat membawa perubahan besar dalam diri seseorang. Imam Ghazali menegaskan pentingnya memperhatikan detail-detail kecil dalam ibadah dan kehidupan sehari-hari untuk mencapai kesempurnaan spiritual. Sementara itu, Syaikh Abdul Qadir Jailani mengingatkan bahwa untuk mencapai hakikat spiritual yang lebih dalam, seseorang tidak boleh mengabaikan syariat atau aturan-aturan dasar dalam beragama; yang kadang dianggap remeh oleh masyarakat muslim modern.

 

Pemahaman dalam mengamalkan ajaran Islam secara menyeluruh, seorang Muslim dapat memulai perubahan dari hal yang kecil dan membangun fondasi yang kuat untuk mencapai perubahan yang lebih besar dalam peradaban. Muhammad Imaddudin Abdurrahim alias bang Imad dalam karyanya “Kuliah Tauhid” menyampaikan pentingnya memahami dan mengamalkan tauhid dalam kehidupan sehari-hari sebagai langkah awal menuju perubahan positif. Pengejawantahan ini dimunculkan dalam bentuk amal ibadah seorang muslim. Syaikh Izzudin Bin Abdussalam menjelaskan bahwa tujuan dari ibadah adalah pintu mencapai kemaslahatan dan kebaikan seorang muslim.

Baca...  Ustadz Farid Okbah, Mandiri Menapaki Jalan Sunyi

 

Melalui kesadaran dan tindakan kecil yang konsisten, seorang Muslim dapat membangun peradaban yang lebih baik dan mencapai kemaslahatan yang lebih luas. Memulai kebaikan dari hal yang kecil bukan hanya langkah awal, tetapi juga fondasi penting untuk mencapai perubahan besar dalam diri sendiri dan masyarakat. Dengan memahami dan mengamalkan ajaran Islam secara menyeluruh, umat muslim di zaman modern seperti saat ini, dapat memulai perubahan dari hal kecil dan membangun fondasi kuat untuk mencapai perubahan yang lebih besar dalam peradaban.

 

Nasrun minnallahi wa fathun qarib

 

Referensi:

 

– Dr. Musthafa Umar, “Sunnatullah”

– Jeff Brown, “Otak Pemenang”

– Imam Ghazali, “Muhtasyar Ihya Ulumuddin”

– Syaikh Abdul Qadir Jailani, “Raihlah Hakikat, Jangan Abaikan Syariat”

– Syaikh Izzudin Bin Abdussalam, “Maqashid Ibadah”

– Muhammad Imaddudin Abdurrahim, “Kuliah Tauhid”

– Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad SAW

49 posts

About author
Penggemar Buku, Teh, Kopi, Coklat dan senja. Bekerja paruh lepas menjadi Redaktur Kuliahalislam.com .Lekat dengan dunia aktivisme,
Articles
Related posts
Keislaman

Belajar Kiat Bisnis Utsman bin Affan: Kaya dan Dermawan

2 Mins read
Setiap orang yang ingin memulai bisnis pasti berharap diberi kemudahan, kesuksesan, dan keberkahan. Banyak cara dilakukan untuk meraihnya, salah satunya dengan belajar…
Keislaman

Gus Ulil: Teologi Asy’ariyah dan Perdebatan Tiga Saudara (Bagian 4)

3 Mins read
Menurut pandangan Asy’ariyah, tindakan Tuhan bisa saja menyebabkan kesengsaraan dan penderitaan bagi makhluk hidup, termasuk hewan dan manusia yang tidak bersalah (iilam…
Keislaman

Teologi Asy’ariyah Menurut Gus Ulil: Kehendak Bebas dan Tindakan Tuhan (3)

5 Mins read
Menurut pandangan Asy’ariyah, klaim ketiga menunjukkan bahwa Tuhan dapat memberi penyakit kepada hewan yang tidak bersalah. Ini adalah salah satu aspek penting…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights