Berita

Moderasi untuk Kehidupan Beragama yang Harmonis dan Sosial di Lamongan

1 Mins read

Moderasi untuk Kehidupan Beragama yang Harmonis dan Sosial di Lamongan

KULIAHALISLAM.COM – Kehidupan yang moderat sejatinya telah sejak dulu diajarkan Rasulullah kepada kita, dengan menjadi umat yang wasathan, yang seimbang kehidupannya, yang tidak radikal dan tidak pula liberal. Hal tersebut menurut Bupati Lamongan Yuhronur Efendi adalah guna menciptakan kehidupan beragama yang harmonis, kehidupan sosial yang baik, dan kondisi yang kondusif bagi masyarakat, utamanya di Kabupaten Lamongan.

Membuka pelaksanaan kegiatan outbound training penguatan moderasi beragama pada Selasa (30/8/2022) di Aula CV. Hartono, Dusun Tanjung Kulon Desa Munungrejo Kecamatan Ngimbang, Pak Yes menerangkan bahwa moderasi beragama bukanlah memiliki arti memoderasi agama, melainkan sikap bagaimana memoderasi dalam kehudupan beragama.

“Tentu ini menjadi bagian dari ikhtiar kita semua untuk menciptakan harmonisasi dan kondisi yang kondusif bagi masyarakat. Kerukunan dalam keberagaman inilah sebenarnya yang menjadi mode dasar dan sangat penting agar negara ini menjadi kondusif,” tutur Pak Yes.

Ditambahkan beliau, bahwa Kabupaten Lamongan sejak dulu telah sangat terkenal dengan moderasi beragama yang harmonis. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya contoh desa dengan keberagaman yang terus menjaga keharmonisannya dalam beragama dan sosialnya.

“Kita punya etalase, contoh-contoh desa dengan moderasi beragama sejak dulu, seperti Desa Balun yang mampu menciptakan kehidupan beragama yang harmonis dan kehidupan sosial yang baik. Inilah yang kita harapkan dalam skala besar negara kita, untuk terus utuh dan selalu dalam kondisi yang kuat dan kondusif. Saya mengapresiasi sekali kegiatan ini,” tambah Pak Yes.

Dalam kesempatan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan Fausi juga mengatakan ada 4 indikator tolak ukur dalam menciptakan moderasi beragama, yang menurut beliau merupakan suatu sikap pandang tentang bagaimana cara mengamalkan agama yang saling menghargai dan menghormati antar satu dengan lainnya, terlepas dari perbedaan sesama maupun antar umat beragama.

“Ada empat indikator yang menjadi tolak ukur dalam menciptakan moderasi beragama yakni komitmen kebangsaan NKRI, toleransi, anti kekerasan, dan akomodasi terhadap budaya,” ungkapnya.

Kegiatan ini diikuti oleh anggota FKPAI (Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam) Non-PNS di Kabupaten Lamongan. (Fathan Faris Saputro)

Baca...  ​Menata Kembali Orientasi Cinta di Awal Tahun Baru Hijriyah 1448 H: Kajian Hangat dari PCIA Malaysia
2533 posts

About author
Kuliah Al Islam - Mencerdaskan dan Mencerahkan
Articles
Related posts
Berita

Program Orang Tua Asuh PCIA Malaysia Bantu Pendidikan Anak SB

2 Mins read
​Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap pendidikan anak-anak Indonesia di Malaysia kembali diwujudkan melalui Program Orang Tua Asuh yang diinisiasi oleh Majelis…
Berita

Dosen UMLA Kenalkan Strategi Penguatan Kepatuhan Pasien Berbasis AI pada ICoHIT 2026

2 Mins read
KULIAHALISLAM.COM – Komitmen Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) dalam mendorong inovasi di bidang kesehatan kembali ditunjukkan melalui partisipasi aktif dosennya pada ajang The 2nd…
Berita

Rapim Mandiri PCA Sukorejo: Strategi Dakwah 'Aisyiyah di Era Globalisasi

1 Mins read
​ KENDAL – Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Sukorejo bersama Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Sukorejo menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) Mandiri pada Ahad,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *