Artikel

Moderasi Beragama : Arogansi Sikap Merasa Paling Benar

2 Mins read

KULIAHALISLAM.COM – Bukan agama, manhaj, mazhab atau ideologi yang di moderasi tapi sikapmu yang mengambil titik ekstrem yang kemudian dipahamkan secara parsial letterlijk itu yang perlu di moderasi. 

Moderasi Beragama : Arogansi Sikap Merasa Paling Benar (Sumber gambar : pwmu.co)

Arogansi Barat memaksakan nilai-nilai liberal materialistik terhadap Islam juga penting di moderasi.

Lantas Karl Popper berkata: ‘keliru adalah manusiawi, dan saya berbuat manusiawi sekaligus dua. Maka tesis Daniel Bell tentang ‘The End of Ideologi’ pun patah. Risetnya tentang ‘berakhirnya ideologi’ tidak terbukti, sebaliknya perang ideologi makin kencang dengan skala yang lebih luas tapi laten. 

Umat Islam menganggap bahwa hanya agama Islam yang benar yang lain salah dan sesat —

Zionis berpegang teguh kepada keyakinan bahwa bangsa Israel adalah bangsa pilihan Tuhan, lantas menganggap bangsanya yang paling agung dan berhak melakukan apapun yang disuka.

Keselamatan terjadi hanya karena menanggalkan, mematikan dan membuang segala dosa-dosanya dengan percaya, menerima, dan mengakui Yesus Kristus sebagai juru selamat pribadi.

Marxisme bilang bahwa agama adalah candu masyarakat sebab itu harus enyah.

Liberalisme menyebut agama adalah sumber petaka, sumber kemunduran karena dianggap tidak menggunakan akal.

Benarkah hanya NU sebagai representasi ahlu sunnah wal jamaah dan lainnya sesat ? Benarkah Salafi-Wahabi yang berhak menyandang paling nyunnah, paling murni paling otentik dan sangat dekat dengan Alquran dan Sunnah, yang selainnya adalah sesat dan ahli bid’ah masuk neraka ? 

Pun dengan Mu’tazilah, Jabbariyah, Khawarij, Syiah dan puluhan aliran lainya yang semisal meski kecil tapi beringas. Menganggap hanya aliran dan manhajnya yang benar yang lain bathil. 

Sikap ekstrem menolak hidup berdampingan, inginnya hidup sendiri meniadakan yang tidak sepemahaman — Dengannya bisa menampik yang tidak sepemahaman dan menolak siapapaun yang berbeda— sikap inilah yang perlu dimoderasi. 

Baca...  Tour ke Eropa: Menjelajahi Keindahan Benua Tua

Pada awalnya setiap agama punya sikap merasa benar sendiri : tidak Kristen, Katholik, Hindu, Budha, Islam atau agama apapun selalu dibarengi sikap merasa benar sendiri dan menganggap selain agamanya salah. 

Sikap merasa paling benar dan paling baik dari yang lain, adalah niscaya, ibarat pedang bermata dua : satu sisi sebagai sumber kekuatan dan satunya sebagai sumber petaka — satu sisi berfungsi sebagai kekuatan yang mengokohkan, sisi lainnya melahirkan sikap ekstrem yang meniadakan. 

Karen Amstrong menyebut bahwa setiap agama, aliran, manhaj pada dasarnya punya titik ekstrem yang tidak bisa bercampur — sebab itu jika ada yang mencoba memadukan antar iman sesungguhnya buang-buang waktu karena pasti hanya lipstik. 

Hal pentingnya adalah bahwa pikiran merasa paling benar sendiri bukan monopoli agama Islam yang kemudian menjadi target moderasi, lantas iman Islam dipadankan dengan yang lain — ini pikiran sesat. Agama atau manhaj atau ideologi lain juga sama, tak ada beda. 

Moderasi itu adalah sikap dialektik kompromistis, agar tidak kebablasan—moderasi sering dikakukan dengan cara ekstrem dan radikal pula — bahkan ada yang menyamarkan iman agar terlihat baik di depan semua orang, dan itu klise — 

Oleh : Ustaz Nurbani Yusuf (Komunitas Padhang Makhsyar)

2466 posts

About author
Kuliah Al Islam - Mencerdaskan dan Mencerahkan
Articles
Related posts
Artikel

Standar Fiqih dan Kenyamanan Termal Seragam Batik Jamaah Haji serta Umroh di Iklim Ekstrem

9 Mins read
Hakikat Busana Ibadah dalam Perspektif Syariat Islam Menjalankan ibadah di tanah suci Makkah dan Madinah merupakan dambaan spiritual setiap insan muslim. Dalam…
Artikel

WBKind: Blog Teknologi Berbahasa Indonesia untuk Developer yang Belajar Mandiri

2 Mins read
Belajar pemrograman secara otodidak itu seru, tapi tidak selalu mudah. Sumber terbaik sering berbahasa Inggris, istilahnya padat, dan langkah-langkahnya kadang melompat. Bagi…
Artikel

Memahami Dampak Investasi terhadap Laba Rugi dan Cash Flow Bisnis

4 Mins read
Ketika perusahaan akan melakukan investasi, keputusan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya modal yang harus dikeluarkan. Investor juga perlu memahami bagaimana investasi…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *