Pendidikan

Membangun Generasi Berkarakter untuk Masa Depan yang Lebih Baik

2 Mins read

Pendidikan karakter adalah fondasi penting dalam pembentukan kepribadian seseorang. Lebih dari sekadar transfer ilmu, pendidikan karakter mengajarkan nilai-nilai kehidupan seperti kejujuran, tanggung jawab, empati, dan kerja keras. Nilai-nilai ini menjadi bekal dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia nyata.

Menurut T. Ramli, pendidikan karakter dapat diartikan sebagai suatu proses yang menekankan pada esensi dan makna moral serta akhlak. Proses ini bertujuan untuk membentuk kepribadian yang baik pada peserta didik (Wijayani, dkk, 2023:220).

Menurut Salahuddin dan Alkrienciechie, pendidikan karakter dapat dipahami sebagai pendidikan yang berfokus pada moral atau budi pekerti. Tujuannya adalah untuk mengembangkan kemampuan individu dalam berperilaku baik dalam kehidupan sehari-hari (Mufida, 2024:4).

Ki Hadjar Dewantara menyatakan bahwa pendidikan seharusnya menghasilkan individu yang bermanfaat. Ini berarti bahwa pendidikan tidak hanya fokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada pengembangan jiwa yang sehat, sehingga individu tersebut dapat memberikan kontribusi positif bagi orang lain, bangsa, dan negara (Radjilun dan Abas, 2023:733).

Dari pendapat yang disampaikan oleh T. Ramli, Salahuddin dan Alkrienciechie, serta Ki Hadjar Dewantara, dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter memiliki peran penting dalam membentuk individu yang baik dan bermanfaat. Pendidikan karakter tidak hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada pengembangan moral, akhlak, dan jiwa yang sehat. Tujuannya adalah untuk mengembangkan kemampuan peserta didik agar dapat berperilaku baik dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Dengan demikian, pendidikan karakter menjadi fondasi dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga beretika dan bertanggung jawab.

Namun, seringkali pendidikan karakter dianggap sebagai pelajaran tambahan, bukan bagian inti dari proses pendidikan. Padahal, membentuk karakter sama pentingnya dengan membangun kemampuan akademis. Misalnya, seorang yang cerdas tanpa integritas bisa saja memanfaatkan kecerdasannya untuk tujuan yang merugikan. Sebaliknya, seseorang yang memiliki karakter kuat akan menggunakan kemampuan terbaiknya untuk kebaikan bersama.

Baca...  Menimbang Hukum Jual Beli Buah Karbitan Dalam Perspektif Fikih

Refleksi sederhana ini mengingatkan kita bahwa pendidikan karakter dimulai dari hal kecil, seperti mengajarkan anak untuk menghargai orang lain, memahami konsekuensi dari tindakannya, dan belajar dari kesalahan. Lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat harus bersinergi untuk menanamkan nilai-nilai ini sejak dini. Dengan begitu, kita dapat menciptakan generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga berakhlak mulia.

Karakter yang kuat adalah cahaya yang menerangi jalan kehidupan. Mari kita jaga dan kembangkan bersama.

 

Referensi:

Chairunissa Nur Wijayani, dkk. Hubungan Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Bagi Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Proseiding Sendika. 4(1).

Mus S. Radjilun Dan Hi. Thalib Abas. (2023). Pendidikan Karakter Ki Hadjar Dewantara dan Penguatannya diSekolah. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan. 9(12).

Sabrina Mufida. (2024). Peran Guru Dalam Pembentukan Karakter Siswa. Jurnal Media Akademik. 2(6).

2532 posts

About author
Kuliah Al Islam - Mencerdaskan dan Mencerahkan
Articles
Related posts
Pendidikan

Mengelola Keikhlasan di Tengah Keterbatasan: Tantangan Sehari-hari Madrasah Diniyah

5 Mins read
Dalam kesempatan ini saya akan menulis tentang madrasah diniyah di tengah keterbatasannya. Madrasah diniyah merupakan lembaga pendidikan agama Islam non formal yang…
BeritaPendidikan

SMK Muhammadiyah 10 Mantup Laksanakan ANBK 2025 dengan Semangat dan Kesiapan Maksimal

1 Mins read
Menindaklanjuti edaran resmi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tentang pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2025 bagi seluruh satuan…
BeritaPendidikan

ICMI Jaksel Dorong Literasi Fintech Syariah sebagai Solusi Ekonomi Umat di Era Digital

1 Mins read
KULIAHALISLAM.COM- Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) ORDA Jakarta Selatan kembali menggelar kajian literasi fintech syariah di Pesantren Muta’limin, Jakarta Selatan, pada Sabtu…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights