OpiniPendidikan

Abdul Mu’ti : Kultum, Literasi, Deep-Listening

2 Mins read

Ramadan adalah bulan yang identik dengan kultum (kuliah tujuh menit). Pada umumnya, kultum berisi ceramah keagamaan, terutama yang terkait dengan puasa dan ibadah Ramadan yang lainnya. Kultum berkembang menjadi tradisi lisan (oral tradition) yang memperkaya khazanah kebudayaan Islam Indonesia.

Tradisi serupa tidak, atau sangat jarang ditemukan di negara-negara Muslim.Kultum merupakan interpretasi dan ekspresi ajaran dakwah. Di dalam Surat An-Nahl (16): 125, Umat Islam diperintahkan untuk mengajak manusia ke jalan Tuhan dengan hikmah (bijaksana), mauidhah hasanah (nasihat yang baik), dan mujadalah (dialog).

Di dalam Hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Ruqaiyah Tamim, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa agama adalah nasihat bagi Allah, Kitab, Rasul, para pemimpin, dan seluruh umat muslim. Nasihat dan mauidhah hasanah diterjemahkan dalam bentuk dakwah bi al-lisan: pidato, ceramah, dan sejenisnya.

Karena merupakan tradisi, kultum seakan menjadi sebuah kewajiban. Ramadan tidak afdol tanpa kultum. Meskipun, tidak dapat dihindari, banyak materi yang berulang-ulang seperti Surat Al-Baqarah [2]: 183 dan 185 serta Hadits riwayat Imam Bukhari dari Abu Hurairah tentang ampunan bagi mereka yang berpuasa.

Pengulangan bisa jadi membosankan. Akan tetapi, jika jemaah mendengarkan dengan seksama (deep listening), ia bisa menghafal banyak ayat Al-Qur’an dan Hadits tanpa harus menghafalkan secara khusus.

Dalam buku How To Listen: Discover The Hidden Key To Better Communication (2022), Oscar Trimboli menjelaskan bahwa mendengarkan adalah “state of mind… listening is the willingness to have your mind changed.”

Mendengarkan adalah sebuah pandangan dan kehendak yang kuat untuk mengubah pandangan. Dengan mendengar, seseorang akan memperoleh visi dan pandangan yang memperkaya atau memperluas pengetahuan dan pengalaman. Pengulangan bukanlah sesuatu yang sia-sia tetapi justru dapat memperkuat memori. Banyak ayat Al-Qur’an yang disebutkan berulang-ulang. Hal demikian agar tertanam kokoh di dalam hati.

Baca...  Retaknya Peradaban: Ketika Martabat Perempuan Hanya Jadi Kosmetik Bangsa

Mengenal Deep Listening

Deep listening terdiri atas lima proses yang saling berkaitan.

  1. Pertama, yourself: siapkan mental untuk mendengarkan, berniat, dan berikan perhatian yang serius.
  2. Kedua, content: dengarkan dengan seksama, lihat, dan resapi materi dan cara menyampaikan
  3. Ketiga, context: eksplorasi latar cerita, perhatikan dengan seksama bagaimana suatu materi diungkapkan.
  4. Keempat, unsaid: cobalah fokus pada hal-hal yang tidak dikatakan, tetapi tetap terkait dengan materi dan konteks.
  5. Kelima, meaning: perhatikan baik-baik pada makna materi, konteks, dan hal-hal (penting) yang tidak dikatakan.

Dengan deep listening, seseorang tetap menghormati mubaligh walaupun yang disampaikan bukan sesuatu yang baru, sebagian bahkan mungkin salah. Dengan deep listening, seseorang dapat menjadi pendengar yang cerdas (ulu al-bab) yaitu mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik diantaranya (Qs. Az-Zumar [39]: 18).

Dengan deep listening, kultum merupakan proses literasi yang dapat memungkinkan umat Islam meningkatkan wawasan keagamaan, memperkuat iman dan takwa serta ikatan sosial di antara jemaah. Kultum merupakan tradisi lisan berbasis Islam yang memperkaya kkazanah kebudayaan Indonesia.

Penulis Prof Abdul Mu’ti (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia)

Related posts
KeislamanPendidikan

Peran Guru Akidah Akhlak dalam Menumbuhkan Iman Anak di Era Digital

8 Mins read
Pendahuluan ​Perkembangan teknologi digital telah membawa banyak perubahan dalam kehidupan anak-anak. Saat ini, anak dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi melalui internet,…
Opini

Negara Darurat Moral: Bencana Kedua di BNPB

3 Mins read
Indonesia adalah negeri yang secara geografis dikaruniai sekaligus dikutuk. Cincin api Pasifik menjadikannya laboratorium bencana yang nyaris tiada henti: gempa, tsunami, letusan…
Opini

MBG: Ambisi Gizi, Petaka Keracunan

3 Mins read
Program Makan Bergizi Gratis lahir dari rahim ambisi besar: mencerdaskan generasi bangsa melalui asupan nutrisi yang layak. Narasi yang dijual ke publik…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *