Artikel

Masjid Agung Cordoba yang Menjadi Katedral

3 Mins read
Masjid Agung Cordoba (Sumber gambar : Wikipedia)

KULIAHALISLAM.COM – Cordoba merupakan Ibukota Andalusia pada masa pemerintahan Bani Ummayah di Barat (756-1031 Masehi). Kini Cordoba adalah ibukota dari sebuah provinsi yang bernama Andalusia, di negara Spanyol. 

Islam masuk ke Cordoba pada tahun 711 dengan merebut kekuasaan dari Goth Barat, yakni Kekaisaran Visgoth (419-711). Ketika itu panglima kaum muslimin bernama Thariq bin Ziyad melakukan ekspansi ke Spanyol atas perintah Musa bin Nusair (Gubernur Afrika Utara).

Penganut Kristiani dijamin kebebasannya beribadah di gereja. Dan, penganut Yahudi bebas bersembahyang di sinagog. Sang khalifah memberikan keleluasaan kepada penduduk setempat untuk melaksanakan keyakinan agamanya.

Cordoba mencapai puncak kejayaannya di bawah pemerintahan Abdurrahman III (912-961) dan al-Hakam II (961-976). Kemajuan tersebut dapat dilihat dalam berbagai bidang, antara lain bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan intelektual. 

Pada saat itu Islam di Cordoba telah memiliki Universitas Cordoba yang terkenal di timur dan barat. Selain itu Islam di Cordoba memiliki Rumah Sakit yang besar milik umat Islam.

Al-Ahkam juga mendirikan 27 sekolah swasta di Cordoba. Disamping itu terdapat 70 perpustakaan dan sejumlah toko buku. Di belahan Timur Kota itu terdapat 170 orang wanita yang berprofesi sebagai penulis kitab suci Alquran.

Jasa umat Islam Cordoba dalam mengembangkan intelektual dan berbagai penelitian ilmiah tidak hanya berguna bagi umat Islam tetapi juga bagi seluruh anak manusia. 

Masjid Agung Cordoba

Dalam Masjid Cordoba (sumber gambar : Mezqutadecordoba.org)

Masjid Agung Cordoba dapat dianggap sebagai salah satu simbol dan peninggalan kejayaan Islam di Cordoba yang masih tersisa saat ini. Dalam bahasa Spanyol, ia disebut sebagai “Mezquita Cordova’. 

Ia menjadi Masjid termasyhur di Timur dan Barat dan pernah menjadi Masjid termegah di dunia. Masjid ini dibangun oleh Abdurrahman ad-Dakhil pada tahun 170 H (786 M).

Dalam menggambarkan Masjid ini, penulis “Ar Raudah Al Mi’thar” menyatakan, Masjid Cordoba sangat indah, tidak ada masjid kaum muslimin yang menyamai keindahannya. 

Tiang Masjid Cordoba (Sumber gambar :Wikipedia)

Jumlah kubah yang beratap adalah 14 kubah dilengkapi dengan pagar-pagar yang dipasangi atap antara satu tiang dengan tiang lainnya. Jumlah tiang sebanyak 1.293 tiang dan seluruh bahan kayunya berasal dari jenis kayu Shanbur Thartusiy. 

Mihrab Masjid Cordoba yang masih asli (sumber : Wikipedia)

Masjid ini memiliki kiblat yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Ia mengandung kecermatan desain yang menakjubkan akal.

Didalamya terdapat mozaik yang dicelup dengan emas yang merupakan kiriman dari penguasa agung Konstantinopel kepada Abdurrahman An-Nashir li Dinilah.

Didalam ruangan penyimpannya terdapat sebuah mushaf Alquran raksasa dan terdapat empat lembar Mushaf Utsman bin Affan yang ditulis dengan tangannya sendiri dan tetesan darah beliau.

Pada sisi kanan Mihrab dan Mimbar terdapat sebauh pintu yang mengantarkan menuju Istana. Masjid ini memiliki 20 pintu yang disepuh dengan besi tembaga. Pada malam hari Masjid ini diterangi 4.700 lampu yang menghabiskan 11 ton minyak per tahun.

Perkarangannya dipenuhi dengan pohon jeruk dan delima, agar orang yang lapar dan datang ke kota Cordoba bisa merasakan buah tersebut.

Sayangnya, Masjid Agung Codoba tersebut jatuh ke tangan Kristen pada tahun 1236 M. Pada saat itu berkobar Perang Salib yang dikumandangkan oleh Paus Urbanus, Peter Sang Pertapa di eropa.

Bagian Dalam Katedral Cordoba (Sumber Gambar : Widiutami.com)

Pasukan Salib dengan mudah menaklukan Dinasti Andalusia di Cordoba karena kaum muslimin lalai dengan berbagai kemajuaan yang diraihnya sehingga melupakan ajaran Islam.

Pada tahun 1609, Raja Philip III mengeluarkan undang-undang yang berisi pengusiran semua kaum muslimin dari daerah Spanyol secara paksa. Masjid Agung Cordoba yang sangat indah pun diubah menjadi Gereja termegah di daratan eropa.

Menara Masjid Cordoba (Sumber Gambar : Widiutami.com)

Lalu menaranya yang menjulang itu berubah menjadi sebuah menara yang digantungi lonceng Gereja untuk menyembunyikan corak keislamannya.

Meskipun tembok-temboknya yang kokoh masih menyimpan ukiran-ukiran Alquran yang menyiratkan kecemerlangan seni yang sulit ditandingi. 

Dan sekarang, ia merupakan salah satu tempat wisata sejarah yang paling populer di seluruh dunia. Sesungguhnya kisah Andalusia adalah kisah yang memilukan, karena kita memaparkan sebuah sejarah yang gemilang tetapi kita tahu bahwa kegemilangan itu sudah hilang.

Tiba saatnya umat Islam untuk bekerja keras untuk membangkitkan kembali kegemilangan itu dan belajar pada runtuhnya Dinasti Andalusia di Spanyol, karena bukan tidak mungkin suatu saat akan terjadi kembali peristiwa kelam yang dialami Andalusia pada negeri kaum muslimin saat ini. 

Demikian, tulisan ini diambil dari Ensiklopedia Islam terbitan Ichtiar Baru Van Hoeve dan Bangkit dan Runtuhnya Andalusia karya Prof Raghib As Sirjani terbitan Pustaka al kautsar.

Penulis : Rabiul Rahman Purba, S.H

Baca...  Hubungan Filsafat dan Ilmu Pengetahuan
231 posts

About author
Redaktur Kuliah Al Islam
Articles
Related posts
Artikel

Jasa Sewa PBN Berkualitas untuk Meningkatkan Ranking Website

3 Mins read
Dalam dunia digital marketing, persaingan untuk mendapatkan posisi terbaik di halaman pertama Google semakin ketat. Berbagai strategi optimasi mesin pencari atau SEO…
Artikel

Website Sekolah Islam dan Pesantren: Bukan Sekadar Tampil Online

4 Mins read
Beberapa tahun lalu, website mungkin terasa seperti pelengkap. Kalau sekolah atau pesantren sudah punya brosur, spanduk, dan nomor WhatsApp panitia PPDB, rasanya…
Artikel

Panduan Kualitas Warna untuk Spanduk, Brosur, dan Stiker: Menguji serta Menyetel ICC/Profil pada Digital Printing

6 Mins read
Warna di desain kelihatan pas, tapi begitu jadi cetakan, tampilannya bergeser. Kadang beda antara monitor, proof, dan hasil akhir, kadang juga berubah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *