Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia hadir dengan nuansa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Acara ini sukses menarik perhatian warga Perumahan Korpri, salah satunya berkat antusiasme warga yang mengenakan beragam pakaian bernuansa adat daerah. Konsep unik ini merupakan buah kerja sama pemuda-pemudi RT 03 RW 12 yang menyelenggarakan malam tirakatan secara sederhana namun sarat makna.
Panggung acara pun diubah menyerupai pos ronda tanpa megahnya struktur kayu layaknya panggung konser konvensional. Konsep ini sengaja dipilih untuk keluar dari pakem panggung perayaan pada umumnya yang cenderung seragam di berbagai daerah.
Di sinilah letak keunikan perayaan RT 03 RW 12 yang selalu dinanti berkat sentuhan khas warganya. Meski tampak berbeda dari tradisi malam tirakatan kebanyakan, konsep ini justru memancarkan indahnya kesederhanaan hidup. Maknanya tegas: kita semua setara sebagai manusia di tengah keberagaman watak dan latar belakang. Kemeriahan kian lengkap dengan adanya photobooth sebagai wadah warga berekspresi sekaligus mengabadikan momen kemerdekaan. Tak ketinggalan, papan tulis putih (whiteboard) disediakan khusus agar warga dapat menuliskan secarik harapan sederhana mereka untuk kemajuan Indonesia.
Melalui rangkaian konsep tersebut, berbagai kelompok warga turut unjuk kebolehan di atas panggung dan menghibur bapak-bapak serta ibu-ibu yang hadir. Salah satunya penampilan dari kelompok “The Sorlem” (Ngisor Pelem—yang bermakna di bawah pohon mangga), sebuah wadah tongkrongan warga yang lekat dengan tradisi jagongan atau ngobrol ngalur-ngidul. Mereka menyuguhkan drama lintas era (dari 90-an hingga 2000-an) yang memadukan bahasa Indonesia modern dan bahasa Jawa. Panggung makin semarak lewat tarian daerah anak-anak serta joget per blok khas era 90-an.
Perpaduan nuansa era 90-an hingga masa kini tersebut menjadi sajian nostalgia lintas generasi. Pertunjukan lintas era ini dirasa penting untuk terus dilestarikan secara turun-temurun agar tetap dapat dinikmati oleh generasi penerus, khususnya Generasi Zilenial (usia 20 hingga 30-an) hingga Generasi Alpha.
Wunendro Anas selaku Ketua Panitia menjelaskan, “Malam tirakatan ini merupakan ajang untuk mempererat silaturahmi warga dalam merayakan kemerdekaan, sekaligus menjadi wujud rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya. Endro juga menambahkan bahwa malam puncak ini merupakan penutup dari berbagai agenda lomba dan jalan santai yang telah digelar sebelumnya.
Hal senada diungkapkan oleh Priyono selaku Ketua RT 03. “Kami menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga RT 03 atas partisipasinya di setiap rangkaian acara. Kami berharap warga tetap rukun dan raket (erat) dalam menjalin tali persaudaraan,” tuturnya penuh harap.

