BeritaSUMU

Kopdar Akbar SUMU 2026: Teguhkan Peran Pengusaha Muhammadiyah

1 Mins read

YOGYAKARTA – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) sukses menyelenggarakan Kopdar Akbar SUMU 2026 pada 31 Januari–1 Februari 2026, bertepatan dengan 12–13 Syakban 1447 H, di Kaliurang, Yogyakarta. Kegiatan nasional ini diikuti oleh 200 pengusaha Muhammadiyah dari berbagai wilayah di Indonesia sebagai wadah silaturahmi, konsolidasi, dan penguatan jejaring sesama pengusaha.

​Kopdar Akbar SUMU 2026 menjadi ruang strategis untuk meneguhkan peran kewirausahaan sebagai bagian tak terpisahkan dari dakwah dan tajdid Muhammadiyah. Fokus utamanya adalah upaya membangun ekonomi umat yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.

​Dalam pidato iftitah, Sekretaris Jenderal SUMU, Ghufron Mustaqim, menegaskan bahwa Islam sebagaimana dipahami Muhammadiyah merupakan din al-hadharah atau agama peradaban. Agama yang menghadirkan pencerahan (tanwir) dalam seluruh dimensi kehidupan, termasuk dalam pengelolaan ekonomi dan praktik usaha. Oleh karena itu, kewirausahaan Muhammadiyah harus berakar kuat pada nilai tauhid, etika, serta tanggung jawab sosial.

​“Dakwah ekonomi Muhammadiyah harus menjadi instrumen pembebasan dan pemberdayaan umat, bukan sekadar sarana pertumbuhan kapital,” ujarnya.

​Ghufron menekankan pentingnya paradigma Allah-centric entrepreneurship, yakni pengelolaan usaha yang menempatkan nilai ketuhanan dan kemanusiaan sebagai fondasi utama. Dalam perspektif ini, kekayaan dipahami sebagai amanah yang wajib dikelola secara adil dan didistribusikan melalui instrumen zakat, sedekah, wakaf, serta penguatan ekosistem usaha yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

​Sekretaris Jenderal SUMU itu juga menyoroti urgensi redefinisi makna successful entrepreneurs dan successful companies di kalangan pengusaha Muhammadiyah. Menurutnya, keberhasilan usaha tidak semata diukur dari capaian finansial, melainkan dari sejauh mana usaha tersebut mampu memberdayakan sumber daya manusia, menciptakan kemakmuran kolektif, serta membangun lingkungan internal dan sosial yang tumbuh sebagai aghniya—kondisi kecukupan ekonomi yang melahirkan kemandirian, martabat, dan kemampuan untuk berbagi, bukan sekadar akumulasi harta.

Baca...  Wakil Pejabat Politik dan Ekonomi Konsulat Jenderal AS Surabaya Apresiasi TPST Samtaku Lamongan

​Di tengah berbagai tantangan global seperti ketimpangan ekonomi, kemiskinan ekstrem, konflik kemanusiaan, dan kerusakan lingkungan, SUMU mendorong lahirnya model-model usaha yang berorientasi pada keberlanjutan dan solusi kemanusiaan. Orientasi ini sejalan dengan misi Muhammadiyah dalam menghadirkan Islam Berkemajuan sebagai rahmat bagi seluruh alam.

​Melalui penyelenggaraan Kopdar Akbar SUMU 2026, Ghufron berharap akan terbangun jejaring pengusaha Muhammadiyah yang semakin solid, serta lahir langkah-langkah kolektif dalam pengembangan ekonomi umat yang berlandaskan nilai-nilai Islam Berkemajuan dan semangat pencerahan.[Media dan Publikasi Serikat Usaha Muhammadiyah/Soleh]

91 posts

About author
Media dan Publikasi Serikat Usaha Muhammadiyah.
Articles
Related posts
Berita

Mahasiswa KKN BBK 8 UNAIR Edukasi PHBS di SDN 2 Kalang

1 Mins read
​NGAWI – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) yang tergabung dalam tim Kuliah Kerja Nyata–Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) ke-8 melaksanakan program kerja di bidang…
Berita

PDM Muhammadiyah Sumedang Dorong Transformasi 27 AUM Pendidikan

3 Mins read
​Sumedang – Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sumedang kembali menggelar pembagian SK…
BeritaSUMU

Kopdar SUMU DKI Jakarta 2026: Perkuat Ekosistem Usaha Umat

2 Mins read
Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta, Lembaga Pengembang UMKM PWM DKI Jakarta, dan Lembaga Pengembang UMKM Pimpinan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
Berita

Daftar Pemenang Olimpiade Ahmad Dahlan Tingkat Sekolah Menengah Pertama