Berita

Kontribusi Lazismu dalam Beasiswa untuk Warga Palestina

2 Mins read

KULIAHALISLAM.COM – Sebagai lembaga filantropi Islam, Lazismu berperan aktif dalam merespon isu kemanusiaan Palestina. Peran aktif ini tidak terbatas pada bantuan yang mendesak seperti makanan, pakaian, dan layanan kesehatan. Tapi ada bantuan jangka panjang dan memberdayakan, salah satunya adalah bantuan pendidikan bagi warga Palestina berupa beasiswa yang dipersembahkan oleh Lazismu.


Beasiswa tersebut diberi nama Muhammadiyah Scholarship for Palestinian Students to Study in Indonesia (Fully Fanded) Batch III. Program ini mencakup berbagai beasiswa, ada beasiswa untuk jenjang Sarjana (Undergraduate) dan Magister (Master) di universitas-universitas Muhammadiyah di Indonesia.

Program ini merupakan kerjasama antara Lazismu, BAZNAS, dan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diklitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dan Quantum Akhyar Institute. Program ini juga melibatkan Gazze Destek Dernegi (GDD), lembaga kemanusiaan di Turki untuk Palestina.

Adapun penerima manfaat dari program ini, sebut Ardhi Lutfi Kautsar selaku Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu PP Muhammadiyah, ada 37 total kandidat.

“Dari 37 kandidat tersebut, terdiri dari 3 orang untuk menempuh jenjang pendidikan S1. Kemudian 17 orang untuk jenjang S2 dan 17 orang lainnya untuk mengikuti Summer Course.  7 orang di antaranya sudah menjalani proses dan telah diterima namun masih menyelesaikan pengurusan visa. Ketujuh orang tersebut mengantongi rekomendasi dari kementerian terkait. Salah satunya akan menempuh jenjang S2 di UMS setelah menyelesaikan BIPA di kampus,” tuturnya.

“30 sisanya saat ini masih proses interview untuk penentuan final siapa saja yang dapat diterima. Mengingat setengahnya berasal dari Gaza jadi terkendala koneksi internet dan kepastian kemungkinan untuk dapat keluar dari Gaza,” papar Ardhi.

Pemberian bantuan di tahun ini adalah batch 3 yang penyeleksian dan penetapan penerima manfaatnya dilakukan dari bulan November sampai dengan Maret 2024. Hal ini disampaikan oleh Mus’hab Bahrah dari Majelis Diklitbang PP Muhammadiyah pada Jumat (29/9).

Baca...  PK IMM KH Ahmad Badawi, IMM IBMB, dan IMM Unsika Selenggarakan Sharing Kepenulisan

“Mereka juga bebas memilih Perguruan Tinggi Muhammadiyah/Aisyiyah (PTMA) di Indonesia dengan program studi yang diminati. Kurang lebih ada 21 PTMA dengan 173 program untuk jenjang S1, S2 dan Summer Course,” kata Bahrah.

Dia menjelaskan, penerima manfaat akan mulai menjalani kuliah pada bulan September 2024. Ada yang berkuliah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta, UM Surabaya, dan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Buya Hamka (UHAMKA).

Program Muhammadiyah Scholarship mencakup seluruh biaya pendidikan dan biaya hidup. Adapun fasilitas yang disediakan meliputi biaya pendidikan, tunjangan hidup, bridging course, tunjangan penyelesaian, tiket penerbangan, asuransi kesehatan, visa, serta prosedur tes PCR dan Karantina.

Basrah menyebut, ada 8 pelajar Palestina yang mendapat Beasiswa Muhammadiyah untuk warga Palestina Batch 3, di antaranya:

  1. Yahya Saleem / Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)
  2. Mar’ah Muqbil / Universitas Muhamammadiyah Prof.Dr. Hamka (UHAMKA)
  3. Mahmoud A.M. Bolad / Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)
  4. Sameh H. H. Fuqaha / Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)
  5. Dr. Salem M.A Salem / Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya)
  6. Dr. Mohammed Saleh / Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)
  7. Dr. Issam Ayyash / Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)
  8. Dr. Ayman Aldirawi / Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)

Ia menuturkan bahwa program ini juga hasil kerjasama dengan Pemerintah Palestina dan Kedutaan Besar Palestina di Indonesia dalam hal kerjasama di bidang hubungan internasional. 

“Seperti yang diketahui, warga Palestina kehilangan semua akses kehidupannya, termasuk akse ekonomi dan pendidikan. Karena itu, Muhammadiyah melalui Lazismu secara aktif berperan membantu di bidang pendidikan untuk semua kalangan dari latar belakang yang berbeda warga Palestina asli untuk merasakan sistem pendidikan di Indonesia,” tutup Bahrah. (Tim Media Lazismu PP Muhammadiyah)

2519 posts

About author
Kuliah Al Islam - Mencerdaskan dan Mencerahkan
Articles
Related posts
BeritaMuhammadiyahSUMU

Anwar Abbas: Pentingnya Pengusaha Indonesia Belajar Bisnis dari Tiongkok

2 Mins read
Perkembangan pesat Tiongkok dalam beberapa dekade terakhir menjadi pelajaran penting bagi Indonesia. Dari negara yang lima puluh tahun lalu masih menghadapi berbagai…
Berita

STIT Nusantara Resmi Jadi IAIN Bekasi, Cetak 83 Sarjana di Era AI

2 Mins read
BEKASI — Institut Agama Islam Nusantara (IAIN) Bekasi menggelar wisuda jenjang Strata 1 (S1) di Hotel Holiday Inn Cikarang, Selasa (22/9/2026). Sebanyak…
BeritaMuhammadiyah

Cetak Sejarah, PRIM & PRIA Klang Lama Dilantik Langsung PP Muhammadiyah

2 Mins read
Sejarah baru tercipta di kancah persyarikatan Muhammadiyah luar negeri. Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) dan Pimpinan Ranting Istimewa ‘Aisyiyah (PRIA) Klang Lama,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *