Artikel

Keistimewaan Sidik Jari dalam Surah Al-Qiyamah

2 Mins read


Oleh: Putri Qurrota

Setiap individu pastilah memiliki pola sidik jari yang berbeda antara satu dengan lainnya. Kembar identik sekalipun, akan memiliki sidik jari yang berbeda. Sehingga pada masa ini, alat untuk mengidentifikasi seseorang dapat hanya dengan menggunakan sidik jari. Keaslian sidik jari tidak perlu diragukan lagi, karena sidik jari tidak dapat dipasulkan. 

Sidik jari biasa kita temui di layar kunci smartphone, yang biasa disebut dengan fingerprint. Hal ini dapat diperoleh dengan meneliti garis-garis rekaman dari ujung jari. Tanpa disadari sidik jari merupakan sebuah kemukjizatan yang luar biasa, dimana banyak orang yang menganggap sebagai hal yang biasa. 

Lantas, pernahkah terbesit dalam diri kita, dari mana sidik jari ini muncul? Siapa yang menemukannya? Siapa yang membuat sidik jari ini hingga tidak ada yang sama?

Perkembangan dan Keunikan Sidik Jari

Sidik jari telah dikenal pada masa prasejarah dan dinasti China. Banyak ditemukan peninggalan yang menunjukkan adanya penggunaan sidik jari pada masa tersebut. Namun, pada tahun 1903 terjadi kasus Will West masuk penjara, dimana ditemukan sosok yang sama persis dengan Will West di dalam penjara, dia bernama William West. 

Sehingga metode identifikasi pada masa itu (bertillion) diragukan keakuratannya. Dan sejak saat itulah, sistem sidik jari diterapkan pada kebanyakan penjara sebagai sistem identifikasi. 

Dapat dikatakan bahwa Will West dan William West lah yang membuat sistem sidik jari menjadi terkenal. Kemudian dilanjutkan oleh Dr. Henry Faulds dan Sir Francis Galton sebagai tokoh yang memperkenalkan dan mempertegas adanya sistem sidik jari. Mereka menyimpulkan bahwa sidik jari tidak akan bisa berubah dan tidak akan sama dengan individu lain.

Baca...  Kebijaksanaan Khalifah Umar Ibn Abdul Aziz dan Motif Terorisme

Sidik jari semakin terkenal pada abad 19, dimana sebelumnya masyarakat menganggap lekukan-lekukan pada jari tidak mempunyai arti. Ternyata, pada 14 abad yang lalu, jauh sebelum para ilmuwan menemukan sistem sidik jari. Allah telah menyinggung hal tersebut dalam Alqur’an. 

Baru-baru ini, seiring dengan perkembangan sains dan teknologi, para ilmuwan memahami bahwa sidik jari dianggap sangat penting. Fakta dan keunikan sidik jari banyak ditemukan. Seperti, sidik jari diketahui bahwa terbentuk pada saat bayi masih dalam kandungan.

Sidik Jari dalam Alqur’an

Perlu diketahui, Allah telah menjelaskan sidik jari dalam Alqur’an pada Surah Al-Qiyamah ayat 3-4.

اَيَحۡسَبُ الۡاِنۡسَانُ اَلَّنۡ نَّجۡمَعَ عِظَامَهٗؕ‏ ٣

Artinya: 

“Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?”

بَلٰى قٰدِرِيۡنَ عَلٰٓى اَنۡ نُّسَوِّىَ بَنَانَهٗ‏ ٤

Artinya:

“(Bahkan) Kami mampu menyusun (kembali) jari-jemarinya dengan sempurna.”

Dikisahkan asbabun nuzul ayat tersebut, terdapat orang kafir yang tidak mempercayai adanya hari kiamat, dan kuasa Allah dalam menghidupkan kembali manusia yang telah tiada. Sehingga, ayat tersebut sebagai penjelas bahwa Allah dapat mengumpulkan tulang-tulang yang telah terpisah dan hancur sekalipun, bahkan unsur yang paling terkecil pun dapat Allah satukan. 

Dalam Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, beliau menyebutkan bahwa kata “bananah” memiliki arti tulang-tulang yang berada diujung jari-jari tangan dan kaki, yang membentuk garis-garis halus serta memiliki kegunaan yang banyak. 

Awal penafsiran kata “bananah”, para mufasir mengartikannya sebagai jari jemari. Seiring perkembangan, ternyata kata “bananah” ditafsirkan secara spesifik oleh para mufasir pada zaman kontemporer sebagai sidik jari.

Manfaat Sidik Jari

Dari pemaparan ayat di atas, dapat dijadikan bukti bahwa Alqur’an bukan hanya sebagai pedoman hidup manusia, namun sebagai sumber ilmu pengetahuan. Karena, jauh sebelum para ilmuwan menemukan banyak keunikan yang ada di alam semesta, Allah telah memperlihatkan nya melalui Alqur’an.

Baca...  Memahami Ayat-ayat Kauniyah Sebagai Metode dalam Membantah Argumen Penyeleweng

Subhanallah, begitu hebatnya kekuasaan Allah dalam mengatur alam semesta ini. Segala yang dicptakan oleh-Nya pastilah memiliki manfaatnya tersendiri. Bukankah sebagai hamba yang beriman, kita harus bersyukur atas apa yang telah diberikan Allah kepada kita? 

Dengan terus belajar dan menambah pengetahuan mengenai apa yang ada di semesta ini. Semoga menambah ketaatan kita terhadap Sang Pencipta.

Demikian, pemaparan mukjizat Alqur’an yang tak pernah lenyap dimakan masa. Justru semakin terbuka lebar seiring perkembangan dunia.

*) Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Editor: Adis Setiawan

2482 posts

About author
Kuliah Al Islam - Mencerdaskan dan Mencerahkan
Articles
Related posts
Artikel

Standar Fiqih dan Kenyamanan Termal Seragam Batik Jamaah Haji serta Umroh di Iklim Ekstrem

9 Mins read
Hakikat Busana Ibadah dalam Perspektif Syariat Islam Menjalankan ibadah di tanah suci Makkah dan Madinah merupakan dambaan spiritual setiap insan muslim. Dalam…
Artikel

WBKind: Blog Teknologi Berbahasa Indonesia untuk Developer yang Belajar Mandiri

2 Mins read
Belajar pemrograman secara otodidak itu seru, tapi tidak selalu mudah. Sumber terbaik sering berbahasa Inggris, istilahnya padat, dan langkah-langkahnya kadang melompat. Bagi…
Artikel

Memahami Dampak Investasi terhadap Laba Rugi dan Cash Flow Bisnis

4 Mins read
Ketika perusahaan akan melakukan investasi, keputusan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya modal yang harus dikeluarkan. Investor juga perlu memahami bagaimana investasi…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *