Sistem adalah sebuah peraturan yang mengatur kehidupan individunya melalui beberapa persyaratan berupa hak dan kewajiban (pada dasarnya). Jika dikembangkan, sebuah sistem di dalamnya memiliki peraturan yang harus dijalankan dan terikat dengan sebuah lembaga, kelompok, atau partai, sehingga sangat memungkinkan bagi setiap orang untuk menjalankan hak dan kewajibannya.
Secara implisit, dengan adanya sistem, tanpa disadari individu akan terbentuk dengan baik dan kompeten sehingga terwujud masyarakat yang berkemajuan.
Pengembangan diri ke depannya agar lebih baik setidaknya dapat diperoleh dan disukai oleh tiap-tiap individu melalui sistem. Sebab, ketertarikan dan kesukaan tiap individu adalah hal yang berbeda. Maka setidaknya sistem tersebut mampu mengayomi, memberdayakan, serta mengklasifikasikan tiap individu ke dalam kelompok yang sesuai dengan kapabilitasnya.
Hemat kami, sistem tidak akan berjalan dengan baik jika ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkannya untuk kepentingan politik individu.
Maka dalam menangani masalah ini, setidaknya perlu ada tindakan lebih lanjut dengan memecat atau memasukkan ke dalam daftar hitam (blacklist) nama-nama yang hanya akan menjadi “ular” dalam menjalankan kinerja organisasi.
Durjananya sebuah sistem juga dapat bersumber dari keotoriteran seorang pemimpin dalam menjalankan roda kepemimpinannya. Cara menghadapinya adalah dengan menguatkan daya (power) dan massa untuk melakukan kudeta yang akan menghasilkan, mengusahakan, serta menerapkan aspirasi publik agar terealisasikan dengan baik.
Jika kita tinjau ulang sistem di Indonesia dari top-down (dari atas ke bawah) atau ditarik secara garis vertikal, bahwasanya semua sistem sudah bobrok atau dapat dikatakan tidak sesuai dengan prosedur/SOP di setiap ketentuan yang berlaku.
Sebagai pelajar dan mahasiswa profetik, hendaknya mereka belajar dari sebuah kesadaran dan sistem yang bersifat dasar-praktis yang mudah diterapkan. Dari kesadaran dan dasar-dasar tersebut, nantinya akan merekonstruksi sumber daya baru yang mampu mengarungi zaman, yakni bentuk kontekstualisasi dari zaman modern

