Artikel

Imam Hasan Khalifah Rasyidin yang Terakhir

2 Mins read

Imam Hasan Khalifah Rasyidin yang Terakhir 

Prof. Dr Ali Muhammad Ash-Shalabi menyebutkan bahwa Hasan bin Ali bin Abu Thalib merupakan cucu tercinta Nabi Muhammad SAW, bahkan Nabi memanggil Hasan dan Husein sebagai putranya Nabi Muhammad SAW. 
Imam Hasan lahir di bulan purnama beberapa hari setelah terjadinya Perang Badar. Nabi menyerukan azan ditelinganya bayi yang baru lahir tersebut. Pada hari ketujuh, Nabi mengadakan akikah dengan menyembalih seekor domba dan membagikannya sebagai tanda syukur atas lahirnya cucu  tercinta.
Awalnya Imam Ali memberikan namanya Harab namun Nabi menggantinya menjadi Hasan, sebuah nama yang belum pernah dikenal bangsa Arab waktu itu. Imam Hasan dan Imam Husein mewarisi kesempurnaan tubuh dari Imam Ali dan Nabi Muhammad SAW. 
Ketika Rasulullah wafat, Hasan baru berusia tujuh tahun dan tidak lama disusul wafatnya ibunda mereka yakni Sayyidah Fatimah Az-Zahra. Imam Hasan dan Imam Husein belajar Alquran, tafsir dan hadis dari Imam Ali. 
Sampai usia dewasa, Imam Hasan dikenal sebagai orang yang jujur, suka damai dan cenderung menghindari perselisihan. Ciri-ciri perawakan Imam Hasan dan Imam Husein hampir sama yaitu tinggi sedang, berwajah lebar, tampan, putih agak kemerahan, rambut kepala yang berombak, janggutnya lebat dengan dada dan bahu yang bidang.

Imam Hasan Dipilih Menjadi Khalifah Oleh Penduduk Irak dan Persia

Imam Hasan bin Ali bin Abu Thalib dipilih dan dilantik sebagai Khalifah pada bulan Ramadan 40 Hijriah, setelah Imam Ali bin Abu Thalib dibunuh Abdurrahman bin Muljam. 
Umat Islam memilihnya menjadi Khalifah karena bapaknya tidak menentukan penggantinya. Setelah Imam Ali bin Abu Thalib wafat, Imam Hasan mensalati dan memakamkan di Kufah (Irak).
Orang yang pertama membaiat Imam Hasan adalah Qais bin Sa’ad. Imam Hasan berkata : “Demi Allah, aku hanya mau kalian baiat kalau kalian menuruti perkataanku. Jika aku berdamai maka kalian mesti ikut berdamai dan jika aku berperang maka kalian harus ikut berperang.”
Dalam riwayat Ibnu Sa’ad  disebutkan “Hasan mau dibaiat penduduk Irak dengan dua syarat yaitu mengakuinya sebagai Khalifah dan yang kedua mematuhinya dalam semua keputusan yang diambilnya.”
Imam Hasan mengetahui benar watak orang-orang kufah (Irak) yang buruk dan tidak setia kepada pemimpin mereka. Amirul Mukminin Imam Hasan bin Ali bin Abu Thalib pasca dibaiat menjadi Khalifah wilayah Hijaz, Yaman dan Irak menjadi Khalifah kurang lebih selama tujuh bulan. 
Pendapat lain mengatakan sekitar delapan atau enam bulan. Masa kekhalifahan Imam Hasan adalah bagian dari kekhalifahan Khulafaurasyidin karena masa pemerintahannya adalah penyempurna masa pemerintahan Khulafaurasyidin yang berlangsung selama 30 tahun seperti disebutkan dalam sabda Nabi dan setelah itu menjadi kerajaan.
Rasulullah SAW bersabda : “Kekhalifahan pada umatku berlangsung selama 30 tahun, kemudian setelah itu menjadi Kerajaan, (H.R At-Tirmidzi dan hadis ini hasan)”. Ibnu Katsir mengometari hadis ini di atas dengan mengatakan “Masa 30 tahun itu disempurnakan oleh Khalifah Imam Hasan bin Ali, karena ia menyerahkan jabatannya kepada Muawiyah pada rabiul awal 41 Hijriah.”
Kaum Sunni meyakini kekhalifahan Imam Hasan bin Ali adalah Kekhalifahan yang sah dan bagian yang menjadi penggenap masa Kekahalifahan Nabi yang diberitakan Rasulullah SAW sesuai hadis yang telah disebutkan di atas.
Baca...  Hasanain Nusa Wisata: Travel Umroh Profesional untuk Jamaah Bekasi dan Jakarta
2572 posts

About author
Kuliah Al Islam - Mencerdaskan dan Mencerahkan
Articles
Related posts
Artikel

Panduan Lengkap Memilih Travel Umroh Terbaik: Wujudkan Ibadah Nyaman, Aman, dan Mabrur

4 Mins read
Menunaikan ibadah umroh ke Tanah Suci adalah impian setiap umat Muslim. Perjalanan spiritual ini bukan sekadar liburan, melainkan momen sakral untuk mendekatkan…
Artikel

Aturan Pemilu 2029 Berubah, Pengamat: Politik Uang Masih Jadi Ancaman

1 Mins read
BEKASI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI bersama Komisi II DPR RI menggelar Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan di Hotel Holiday Inn, Cikarang,…
Artikel

Matematika dalam Al-Qur’an: Rahasia Penjumlahan di Surah Al-Kahf 25

3 Mins read
Pendahuluan ​Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi manusia. Pendidikan memiliki dua bentuk, yaitu akademik dan non-akademik. Kehidupan manusia tidak bisa dilepaskan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights