WONOGIRI – Pondok Pesantren Manba’ul Hikmah kembali menggelar Tasyakuran Khotmil Qur’an sebagai wadah bagi santriwan-santriwati dalam menargetkan hafalan, mulai dari Juz Amma hingga 30 Juz. Kegiatan ini telah menjadi tradisi turun-temurun sejak pesantren tersebut berdiri.
Tahun ini, acara dirangkai dengan Maulid Akbar sebagai pembuka. Pengasuh Pondok Pesantren Manba’ul Hikmah Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah, Gus H. Ahmad Ridho menjelaskan bahwa acara ini memiliki makna khusus.
”Acara maulid ini juga merupakan pembukaan Tasyakuran Khotmil Qur’an ke-31, sekaligus sebagai takriman wa ta’dziman (penghormatan dan pemuliaan) kepada segenap guru-guru dzuriyat kami,” ungkap Gus Ridho, Sabtu (31/01/2026).
Acara ini tidak hanya bernilai keberkahan, tetapi juga sarat akan pelajaran. Hal tersebut disampaikan oleh Al-Habib Ahmad Syakir bin Alwi Al-Habsyi dalam ceramahnya.
”Acara ini sesuai dengan nama pondok pesantren, yakni Manba’ul Hikmah. Manba berarti sumber atau tempat muncul, sedangkan Hikmah adalah pelajaran. Kita bisa mengambil hikmah dari manapun, termasuk dari acara Tasyakuran Khotmil Qur’an ke-31 ini,” ujar Habib Ahmad Syakir.
Beliau juga menekankan dua fondasi penting bagi santri dalam menuntut ilmu sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW.
”Rasulullah SAW bersabda, ada dua hal yang perlu kalian tekankan. Pertama yakni Ilmu Qalb (ilmu di dalam hati). Kita bisa mengambil manfaat besar dari ilmu ini. Kedua adalah Ilmu bil Lisan (ilmu lisan/ucapan) yang harus menjadi hujjatullah (bukti kebenaran Allah),” jelasnya.
Menutup kegiatan tersebut, Gus H. Ahmad Ridho menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat.
”Kami atas nama Pondok Pesantren Manba’ul Hikmah mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada panitia, para asatidz, dan santriwan-santriwati yang telah menyukseskan dan membantu acara ini demi keberkahan para guru-guru kami,” pungkasnya.

