KULIAHALISLAM.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Bidang Kajian dan Pengembangan Keilmuan (KPK) menggelar kegiatan Obrolan Santai Literasi (Obral) bertajuk “Cara Aku Memulai Menulis” pada Sabtu (15/3/2025). Acara ini diselenggarakan secara daring melalui Google Meet dengan tujuan menumbuhkan semangat menulis di kalangan kader IMM.
Ketua Bidang KPK DPD IMM Kalteng, Nurul Iftiasanti, yang bertindak sebagai moderator, menjelaskan bahwa Obral merupakan ruang diskusi literasi bagi mahasiswa. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi pemantik bagi kader IMM Kalteng untuk lebih aktif menulis dalam berbagai bentuk, mulai dari opini, artikel, esai, hingga karya ilmiah.
“Dengan menulis, kita bisa menyampaikan gagasan, membangun diskursus, dan berkontribusi terhadap kemajuan organisasi serta masyarakat luas,” ujar Nurul dalam sambutannya.
Senada dengan itu, Ketua Umum DPD IMM Kalteng, Aris Pratama Gunawan, menegaskan bahwa literasi adalah pilar utama dalam membangun gerakan intelektual di kalangan mahasiswa. Ia menekankan pentingnya menjadikan IMM Kalteng sebagai pusat studi literasi sekaligus wadah dokumentasi karya kader.
“Target besar dari program ini adalah membentuk IMM Kalteng sebagai pusat studi literasi yang tidak hanya menjadi ruang diskusi intelektual, tetapi juga tempat untuk mendokumentasikan berbagai karya kader. Ini adalah langkah konkret dalam membangun budaya literasi di IMM,” ungkap Aris.
Pemateri dalam diskusi, Fathan Faris Saputro, berbagi wawasan mengenai langkah-langkah awal dalam menulis. Menurutnya, menulis adalah keterampilan yang membutuhkan latihan dan konsistensi.
“Menulis bukanlah proses instan, tetapi kebiasaan yang harus terus diasah. Mulailah dengan membaca banyak referensi, mencatat ide-ide yang muncul, dan menulis secara rutin. Jangan takut menuangkan gagasan dalam tulisan, karena setiap tulisan memiliki nilai tersendiri,” jelas Faris, penulis buku Luwesitas IMM dan Kenapa Harus Berubah? Karena Tuhan Sesayang Itu.
Faris juga memberikan beberapa tips praktis, seperti menentukan tema yang menarik, menyusun kerangka tulisan, serta melakukan revisi agar hasilnya lebih baik. Ia menekankan bahwa kunci utama dalam menulis adalah keberanian untuk memulai dan kesiapan menerima kritik.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, mulai dari cara mengatasi writer’s block, membangun kebiasaan menulis, hingga strategi agar tulisan dapat diterbitkan di media massa atau jurnal akademik.
Sebagai penutup, DPD IMM Kalteng mengajak seluruh peserta untuk terus mengembangkan keterampilan menulis dan aktif dalam dunia literasi. Komitmen ini akan diwujudkan melalui berbagai program literasi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas intelektual kader dan membangun tradisi menulis di kalangan mahasiswa Muhammadiyah.
Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan kader IMM dan mahasiswa di Kalimantan Tengah semakin terdorong untuk menulis serta mengembangkan pemikiran mereka melalui karya-karya yang bermanfaat bagi masyarakat. (***)