BeritaKeislaman

Peringatan Maulid Nabi, Ini Analogi Dari Ustadz Sambo

1 Mins read

KULIAHALISLAM.COM– Kajian rutin bulanan di Masjid Alhusna Admiralty, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Ahad (21/09) menyajikan pernyataan penting mengenai hukum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Dalam sudut pandang Ustadz Idrus Sambo, dalam kajian Dhuha Pimpinan Ranting Pondok Labu, PCM Cilandak, menegaskan bahwa memperingati Maulid adalah mubah, atau diperbolehkan secara hukum dalam Islam.

 

“Hukum memperingati maulid Rasulullah SAW adalah mubah. Bisa dilakukan, juga boleh tidak,” tegasnya dengan nada tenang namun tegas, di hadapan ratusan jamaah yang memenuhi masjid.

Menurutnya peringatin maulid bukanlah sebuah ibadah, namun juga bukan sebuah kegiatan yang dilarang oleh Allah dan Rasulullah. Beliau mengilustrasikan kebolehan itu melalui analogi sederhana: minum.

“Kalau kita minum dengan mengikuti sunnah, misalnya minum dari tangan kanan, dengan niat bersyukur, dan menggunakan minuman yang halal, maka itu dinilai baik oleh mayoritas ulama,” jelas salah satu guru spiritual Prabowo Subianto.

 

Namun, lanjutnya, jika minuman yang dikonsumsi haram atau perilaku saat minum justru mencela, maka tindakan itu dianggap bermasalah. “Jadi, jangan hanya melihat aktivitasnya, tapi juga konteks dan tujuannya,” imbuhnya.

 

Lebih jauh lagi, Ustadz Idrus Sambo menekankan pentingnya toleransi dan keberagaman dalam keimanan. Ia memperingatkan agar umat jangan mudah membid’ahkan sesama Muslim hanya karena berbeda pilihan dalam menghadapi peringatan Maulid.

 

“Jangan sampai karena keterbatasan ilmu dan wawasan, kita memandang muslim yang memperingati maulid sebagai ahlul bid’ah, atau sebaliknya malah mencibir muslim yang tidak melakukannya,” ujarnya.

 

Ia menegaskan bahwa surga Allah sangat luas. Yang utama adalah mengikuti rujukan ulama yang terpercaya, bukan memaksa orang lain untuk meniru pola pemikiran dan ibadah pribadi kita.

“Surga itu luas. Yang penting kita taat kepada Allah dan mengikuti ajaran ulama mazhab-mazhab empat,” pungkasnya, sambil merujuk kepada imam besar empat mazhab: Imam Syafi’i, Maliki, Hanafi, dan Hanbali.

Baca...  Ide Brilian Sultan Bima
56 posts

About author
Penggemar Buku, Teh, Kopi, Coklat dan senja. Bekerja paruh lepas menjadi Redaktur Kuliahalislam.com .Lekat dengan dunia aktivisme,
Articles
Related posts
Keislaman

Teologi Anti-Rasisme: Melampaui Warna Kulit dalam Islam & Kristen

7 Mins read
Judul Buku: Melampaui Warna Kulit: Jejak Teologi Anti-Rasisme Dalam Kristen dan Islam Untuk Indonesia Penulis: Dr. Nurul Huda, M.Fil.I Penerbit: Pustaka Nurja…
Berita

Halal Bihalal RSML, Merajut Hati, Menguatkan Sinergi

1 Mins read
KULIAHALISLAM.COM – Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) menggelar kegiatan silaturahmi dan halal bihalal karyawan. Acara ini bertempat di Masjid Asy-Syifa Muhammadiyah Lamongan,…
Keislaman

Teisme, Ateisme, dan Deisme: Memahami Tuhan dalam Paradigma Modern

3 Mins read
Sekitar abad ke-6 SM, jauh sebelum lahirnya para intelektual besar Yunani atau bahkan sejak zaman para nabi, manusia telah memulai debutnya dalam…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights