Keislaman

Adab Berpakaian Bagi Perempuan Menurut Alqur’an

4 Mins read

​Oleh: Fatima Azh Zahro*

​Ketika kita membahas tentang aurat, problematika ini akan berhubungan dengan pembahasan pakaian. Aurat merupakan bagian tubuh yang harus ditutupi atau diberi pelindung, sementara alat yang digunakan sebagai penutupnya adalah pakaian. Oleh karena itu, Islam sangat memperhatikan bagaimana seorang muslim dan muslimah berpakaian serta berhias.

​Di dalam syariat Islam, kata pakaian masuk ke dalam konteks etika dan ibadah. Dalam konteks etika, pakaian identik dengan kepribadian seseorang. Sementara dalam konteks ibadah, pakaian menjadi penentu diterima atau tidaknya suatu amalan ibadah.

​Pada zaman sekarang, tidak sedikit perempuan muslimah yang mengikuti gaya berpakaian budaya Barat yang dapat dikatakan terlalu terbuka atau kurang sopan menurut syariat agama Islam. Hal tersebut juga merupakan pengaruh dari globalisasi yang menampilkan gaya hidup konsumtif yang sering dikaitkan dengan budaya Barat.

​Dijelaskan pula dalam Al-Qur’an Surah Al-A’raf ayat 26:

​يَا بَنِيْٓ اٰدَمَ قَدْ اَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُّوَارِيْ سَوْاٰتِكُمْ وَرِيْشًاۗ وَلِبَاسُ التَّقْوٰى ذٰلِكَ خَيْرٌۗ ذٰلِكَ مِنْ اٰيٰتِ اللّٰهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُوْنَ ﴿٢٦﴾

​Artinya:

“Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat.”

​Ayat di atas menjelaskan dua fungsi pakaian, yaitu: pertama, untuk menutupi aurat serta menghindari rasa malu, baik kepada sesama manusia maupun kepada Allah SWT; kedua, untuk keindahan atau perhiasan.

​Menurut Al-Albani, fenomena kebiasaan perempuan dalam berpakaian yang ditemukan saat ini perlu diperbaiki. Sebagian muslimah memang sudah menutupi bagian rambut dan dada, namun mereka masih memakai pakaian serta celana ketat yang senada dengan warna kulit. Mirisnya lagi, mereka menganggap hal tersebut sebagai busana muslimah dan simbol semata, padahal hakikatnya pakaian tersebut dapat menimbulkan fitnah.

Baca...  Pandangan Alqur’an Terhadap Anak Muda

​Adapun perbedaan pandangan mengenai cara berpakaian yang baik bagi perempuan menurut beberapa pemikiran Islam adalah sebagai berikut:

​Islam Kontemporer

​Yusuf Al-Qardhawi menyatakan bahwa, “Jilbab adalah pakaian dengan mode atau potongan apa pun yang dapat menutupi seluruh bagian tubuh wanita—yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk menutupinya—apa pun nama dan bentuknya.” Maka, jilbab di sini dapat diartikan sebagai semua bentuk pakaian yang secara syari dapat menutupi bagian yang Allah SWT perintahkan untuk ditutupi. Dengan demikian, wanita berjilbab wajib menutupi seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan.

​Pandangan Yusuf Al-Qardhawi menegaskan bahwa Islam mengharamkan wanita muslim mengenakan pakaian transparan sehingga menampakkan warna kulit, atau pakaian ketat yang membentuk lekuk tubuh yang dapat menimbulkan fitnah, seperti bagian dada, paha, dan pinggul. Hal ini mengacu pada H.R. Muslim: 2128 (al-Hajjaj al-Qusyairi al-Naisaburi, 1993).

​Selain itu, para ulama bersepakat bahwasanya rambut perempuan termasuk ke dalam perhiasan yang wajib ditutupi. Hal ini merujuk pada QS. An-Nur ayat 31. Oleh sebab itu, memakai jilbab dalam rangka menutup aurat bagi seorang muslimah hukumnya adalah wajib.

​Perspektif Yusuf Al-Qardhawi tentang batasan aurat perempuan dan anjuran memakai jilbab ini senada dengan pendapat jumhur (mayoritas) ulama. Memang harus diakui bahwa dalam memutuskan dan menjalankan syariat beragama, sebaiknya mengikuti pendapat mayoritas yang lebih rasional agar tidak terjerumus ke dalam kesesatan.

​Islam Konservatif

​Salah satu negara yang menerapkan pemikiran Islam konservatif adalah Yordania. Masyarakatnya dituntut untuk berpakaian serta berperilaku sopan dan tertutup. Celana panjang serta baju lengan panjang yang menutupi leher sangat disarankan. Memakai kaus oblong tidak diperbolehkan; lebih dianjurkan mengenakan pakaian yang tidak membentuk lekuk tubuh serta menutupi bagian lengan dan kaki.

Baca...  Transformasi Munasabah Al-Qur'an: Dari Klasik hingga Era Kontemporer

​Bagi perempuan, tidak diperbolehkan keluar rumah dalam keadaan rambut basah karena dapat menimbulkan kesan sensual bagi yang melihatnya. Perempuan yang berambut panjang dianjurkan untuk memakai kerudung.

​Islam Modern

​Melihat lingkungan sekitar saat ini, banyak sekali perempuan muslim yang memakai busana muslim. Mereka memakainya tidak hanya di tempat-tempat keagamaan, tetapi juga di ruang publik seperti sekolah, kampus, kantor, dan pusat perbelanjaan (mall).

​Pemakaian busana muslim ini juga tidak lagi identik dengan ibu-ibu, karena kini didominasi oleh perempuan muda dengan gaya pakaian yang modis. Model busana muslim terus mengalami perkembangan seiring dengan tren dan desain yang dinamis. Gaya busana muslim yang sedang menjadi tren saat ini mendorong para remaja untuk beralih menggunakan hijab, meskipun seharusnya mereka memahami dan mendalami terlebih dahulu fungsi hijab serta busana muslim itu sendiri.

​Busana muslimah masa kini yang cenderung ketat dan membentuk lekuk tubuh tentu melenceng dari syariat Islam. Bahkan, sebagian remaja meyakini bahwa menutup aurat hanya sebatas mengenakan hijab untuk menutup rambut.

​Padahal telah dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Ahzab ayat 59: “Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

​Sebagai seorang muslimah, sudah sepatutnya memperhatikan cara berpakaian yang sesuai dengan ajaran agama. Maraknya perempuan yang mengenakan busana muslim hendaknya tidak hanya dijadikan tren fesyen modern, tetapi tetap berpegang teguh pada fungsi utamanya untuk menutup aurat sesuai syariat Islam.

​Islam Tradisional

​Pakaian merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat Melayu Jambi. Pakaian menjadi cerminan diri bagi orang yang memakainya. Baju kurung Melayu tradisional merupakan simbol keanggunan wanita muslimah dalam masyarakat Melayu Jambi.

Baca...  Kosmologi Dosa dan Retaknya Keharmonisan Alam: Refleksi Teologis atas Teks Kitab Hasyiyah Al-Bajuri

​Masuknya Islam ke tanah Jambi memengaruhi seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, termasuk cara berpakaian yang disesuaikan dengan syariat Islam sesuai filosofi dan falsafah adat Melayu Jambi: “Adat bersendi syara’, syara’ bersendi kitabullah, syara’ mengato adat memakai.” Yang dimaksud di sini adalah kewajiban untuk menutup aurat.

​Seluruh tatanan kehidupan tidak boleh bertentangan dengan syariat Islam. Pakaian harus longgar, tidak menampilkan lekuk tubuh, berbentuk lurus ke bawah, bagian tangan bersiba, serta berbahan nyaman dan tidak transparan yang mengacu pada Al-Qur’an dan Hadis. Adat berpakaian harus selaras dengan syariat, baik secara etika maupun estetika.

​Kesimpulan

​Dari berbagai perspektif di atas, dapat disimpulkan bahwa cara berpakaian yang baik menurut Al-Qur’an dan syariat Islam adalah pakaian yang menutupi seluruh aurat (seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan), tidak berbahan tipis atau transparan, serta tidak ketat sehingga tidak menampakkan lekuk tubuh yang berpotensi menimbulkan fitnah maupun prasangka negatif.

​*) Mahasiswi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.

Editor: Adis Setiawan

1 posts

About author
Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Articles
Related posts
KeislamanPendidikan

Pembelajaran SKI di Madrasah Ibtidaiyah: Menanamkan Karakter Melalui Sejarah

9 Mins read
Pendahuluan ​Pandangan umum kerap mereduksi sejarah hanya sebagai cerminan masa lalu yang membeku dan tak terubahkan. Akibatnya, saat membicarakan sejarah, benak kita…
EsaiKeislaman

Perkembangan Teknologi Keuangan dalam Perspektif Filsafat Ilmu dan Etika Ekonomi Islam

2 Mins read
​Perkembangan teknologi yang pesat sangat terasa dalam kehidupan sehari-hari, mengubah hal-hal yang membutuhkan banyak tenaga dan waktu menjadi lebih praktis. Kemudahan ini…
KeislamanPendidikan

Mendidik Akidah Anak di Era Digital: Peran Orang Tua & Guru

6 Mins read
Di era digital yang terus berkembang pesat saat ini, banyak orang tua merasakan kekhawatan dan kegelisahan saat melihat pertumbuhan anak mereka. Fenomena…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *