Pendidikan

Mudah Terpengaruh Hoax Karena Media Sosial

1 Mins read

Jika kita ketahui penggunaan media sosial ini sangat digemari hampir oleh seluruh kalangan masyarakat, terutama di kalagan para remaja, usia 17 tahun ke atas, bahkan terkadang anak di bawah umur bisa saja menggunakan media sosial. Bahkan media sosial bisa mempengaruhi terhadap pemikiran setiap pengguna, yang tidak bisa mengendalikan dirinya.

Ketika kita melihat unggahan seseorang pada akun media sosial nya terkadang kita ikut mengamati hal apa yang sedang dilakukan nya, sehingga timbul reaksi dari diri kita, terkadang bisa sedih, senang, dan bahkan marah. Bahkan kita juga ikut berkomentar sebagai bentuk respon kita. Media sosial membawa dampak yang cukup besar terhadap Masyarakat selain kemajuan teknologi yang pesat dan mudah di akses oleh seluruh orang, tanpa disadar i terkadang media sosial juga bisa menyebarkan berita hoax tanpa ada nya sumber yang jelas dan akurat. Ini lah yang menjadi ancaman untuk bangsa kita.

Yang bisa memecahkan persatuan bangsa, Disintegrasi Bangsa sendiri merupakan sebuah ancaman bagi seluruh negara dan bangsa, baik negara berkembang dan maju, oleh karena itu cara untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di butuhkan, perlunya edukasi dalam hal ini seperti mengajak Masyarakat untuk literasi terkait dengan digital, bagaimana penggunaan yang tepat, Bagaimana menanggap i nya, kemudian bagaimana menyaring berita yang baik atau buruk, dan menemukan informasi yang menambah wawasan. Dalam analisis sebuah ayat Q.S Ali-Imron ayat 105

وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ تَفَرَّقُوْا وَاخْتَلَفُوْا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَهُمُ الْبَيِّنٰتُۗ وَاُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌۙ ۝١٠٥

Artinya : Janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang sangat berat.

Dari sini kita dapat mengetahui dimana kita harus mengetahui fakta yang jelas, dan jangan beranggapan buruk terhadap sesuatu yang kurang jelas infomasinya. Siapa yang menyebarkan berita tersebut lalu apa motif dari hal tersabut, dan ini mengharuskan kita untuk  lebih teliti dan Berhati-hati dalam penggunaan media sosial, dan jangan mudah terpengaruh oleh hoax. Karna yang awal nya media sosial untuk alat berkomunikasi dan saling menjalin silaturahmi jarak jauh, malah akan menjadi perpecahan karna ada nya hoax tersebut. Bhineka Tunggal Ika harus tetap kita pertahankan demi mewujudkan Indonesia yang lebih baik lagi.

Baca...  Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Akhlak Peserta Didik

INFORMASI PRIBADI

Inna Yati Amalia

083839092059

UIN Sunan Ampel Surabaya

@nanaxkagura

2 posts

About author
Mahasiswa
Articles
Related posts
OpiniPendidikan

Epistemologi Teori Komitmen Dr. Hosaini dan Arah Baru Modernisasi Pesantren

6 Mins read
Dinamika peradaban global dewasa ini menuntut dunia pendidikan untuk terus-menerus melakukan kalibrasi epistemologis. Di tengah arus globalisasi yang kian hegemonik, institusi pendidikan…
FilsafatOpiniPendidikan

Epistemologi Pesantren Digital: Membedah Kurikulum Integratif dan Teori Komitmen Dr. Hosaini

5 Mins read
Capaian akademik tertinggi yang diraih oleh Dr. Hosaini, S.Pd.I., M.Pd. sebagai wisudawan peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4.00 pada program doktoral…
FilsafatOpiniPendidikan

Rekonstruksi Kurikulum dan Novelty Teori Komitmen Dr. Hosaini

6 Mins read
Pendidikan Islam di Indonesia, khususnya yang berakar pada tradisi pondok pesantren, senantiasa berada dalam jalinan dialektika yang tak pernah usai antara mempertahankan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *