Berita

IMM Membaca Ulang Sejarahnya: PK IMM KH Ahmad Badawi Gelar Bedah Buku “Kelahiran yang Dipersoalkan”

1 Mins read

Bekasi — Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) KH Ahmad Badawi Cabang Bekasi Raya menggelar kegiatan bedah buku bertajuk Kelahiran yang Dipersoalkan karya Farid Fathoni A.F. Acara ini menjadi ikhtiar intelektual untuk membaca ulang akar sejarah, konflik, serta dialektika di balik lahirnya IMM.

​Kegiatan ini hadir sebagai ruang refleksi ideologis bagi para kader. Tujuannya bukan sekadar mengenal IMM sebagai organisasi semata, melainkan memahami proses kelahirannya yang penuh perdebatan, ketegangan, dan keberanian berpikir beda di tubuh Muhammadiyah. Buku ini menyingkap fakta bahwa IMM lahir bukan dari situasi yang serba mulus, melainkan dari kegelisahan kader muda yang melihat urgensi wadah dakwah dan kaderisasi ideologis di ranah kampus.

​Diskusi bedah buku ini menegaskan bahwa kehadiran IMM bukan sebagai pesaing organisasi mahasiswa Islam lainnya, melainkan sebagai pelengkap barisan dakwah di dunia akademik. IMM lahir dari kesadaran bahwa kampus adalah medan strategis untuk membentuk nalar, etika, dan kepemimpinan umat di masa depan.

​Di tengah realitas gerakan mahasiswa hari ini yang kerap terjebak pada aktivisme pragmatis dan seremonial, forum ini menjadi pengingat bahwa gerakan tanpa ingatan sejarah akan mudah kehilangan arah. Membaca ulang sejarah IMM adalah upaya merawat ideologi, memperkuat identitas, dan menjaga marwah gerakan agar tidak tercerabut dari nilai dasar keislaman dan kemuhammadiyahan.

​PK IMM KH Ahmad Badawi Cabang Bekasi Raya memandang literasi sejarah sebagai bagian dari jihad intelektual kader. IMM tidak boleh hanya ramai di agenda, tetapi sepi di gagasan. Melalui forum ini, kader diajak untuk kembali menghidupkan tradisi membaca, berdiskusi, dan berpikir kritis sebagai fondasi gerakan.

​Menjadi kader IMM berarti siap menanggung warisan sejarah: keberanian untuk berbeda, kesetiaan pada nilai, dan komitmen pada perubahan sosial. Jika dahulu IMM dipersoalkan karena dianggap berpotensi memecah, maka hari ini kader IMM harus membuktikan bahwa organisasi ini justru menjadi perekat, penjernih nalar, dan solusi atas persoalan zaman. Abadi Perjuangan.

Baca...  Wakil Ketua DPRD Kota Bima H. Mustamin Reses di Gilipanda Kota Bima
2501 posts

About author
Kuliah Al Islam - Mencerdaskan dan Mencerahkan
Articles
Related posts
BeritaMuhammadiyahSUMU

Klinik Bisnis Manajemen SDM SUMU Tulungagung Angkatan 2 Resmi Digelar

2 Mins read
​Program Klinik Bisnis Manajemen SDM Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Tulungagung kembali digelar untuk Angkatan 2 pada Minggu (27/9/2026). Kegiatan ini menjadi ruang…
BeritaMuhammadiyahSUMU

Kopdar SUMU Bogor Raya Bekali UMKM Tembus Pasar Global

3 Mins read
​Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Bogor Raya mendorong para pelaku usaha untuk memperkuat fondasi bisnis sekaligus mulai mempersiapkan diri memasuki pasar global. Dorongan…
Berita

Putra Ambalawi Raih Gelar Doktor, Jejak Studinya Membentang dari Bima hingga Jakarta

2 Mins read
​JAKARTA — Amrin, putra Desa Rite, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, meraih gelar doktor dari Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
Keislaman

Maulana Yusuf Sultan Kesultanan Banten II