Berita

Prodi Magister Ilmu Politik FISIP UMJ Buka Konsentrasi Politik Internasional Kajian Studi Baitul Maqdis

2 Mins read

KULIAHALISLAM.COM, Jakarta – Program Studi Magister Ilmu Politik (MIPOL) FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) membuka konsentrasi baru yang berfokus pada Islamic Jerusalem Studies (Studi Baitul Maqdis). Program ini adalah hasil kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dengan Al-Isra Institute, Edinburgh, Britania Raya.

Ma’mun Murod Al Barbasy, Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta dalam sambutannya menyampaikan bahwa konsentrasi baru  Studi Baitul Maqdis ini memperkuat konsentrasi yang sudah ada di MIPOL.

“Saya sangat mengapresiasi saudara jauh,  Prof. Dr. Abd Al-Fattah Al-Awaisi yang datang untuk bekerja sama dengan UMJ dan menambah konsentrasi di Prodi MIPOL. Indonesia dan Muhammadiyah punya perhatian yang sama terhadap situasi dan kondisi Baitul Maqdis,” ungkap Ma’mun dalam video wawancara yang diterima redaksi pada (7/10/24).

Menurut Ma’mun, selama ini masyarakat Indonesia begitu prihatin dengan kondisi yang ada di Palestina. Keprihatinan atas Palestina ini harusnya tidak berhenti sebatas prihatin, tapi perlu untuk menjalin kerja sama dan aktivitas-aktivitas yang lainnya, termasuk yang pernah dilakukan oleh Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah dengan menggelar aksi solidaritas untuk Palestina dan menuntut Israel yang dilakukan di seluruh Indonesia.

“Tentu ini bentuk salah satu saja, masih banyak yang dilakukan oleh Muhammadiyah, termasuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Palestina yang sudah dilakukan beberapa kali oleh Lazismu dan juga yang lainnya,” sebutnya.

Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta itu mengucapkan terima kasih atas Prof. Dr. Abd Al-Fattah Al-Awaisi selaku pihak dari Al-Isra Institute.

Senada dengan hal di atas, Prof. Dr. Abd Al-Fattah Al-Awaisi mengatakan, Studi Baitul Maqdis di Universitas Muhammadiyah Jakarta merupakan program magister IslamicJerusalem Studies pertama yang ada di Universitas-Universitas di Indonesia bahkan Asia Tenggara.

Baca...  Hadiri Resepsi Milad Muhammadiyah ke 112 di Dua Cabang Muhammadiyah, Wamendikdasmen Fajar Tegaskan Komitmen Muhammadiyah Cerdaskan Bangsa

“Alhamduillah pengajar pertama Magister Studi Baitul Maqdis (IslamicJerussalem Studies) telah diumumkan pada (3/10/24) di Universitas Muhammadiyah Jakarta,” ucapnya.

Menurutnya, ini adalah pilihan yang baik, dimana pengetahuan memang harus mendorong perubahan, pembebasan, dan peradaban.

“Saya berterima kasih Prof Ma’mun Murod selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta yang sudah berkenan untuk bekerja sama dalam Program Magister Ilmu Politik berkonsentrasi pada Studi Baitul Maqdis,” Tutup Prof. Dr. Abd Al-Fattah Al-Awaisi.

Kaprodi MIPOL Dr. Lusi Andriyani mengatakan kerja sama ini berkenaan dengan perkembangan akademik seperti penelitian di Timur Tengah khususnya Yerusalem dan pertukaran mahasiswa atau staf akademik.  Menurutnya, tidak banyak yang mengkaji dari sisi akademik apalagi berbasis riset layaknya ISRA.

Oleh karena itu, Magister Ilmu Politik FISIP UMJ bekerja sama dengan ISRA melalui peminatan Politik Internasional. Peminatan tersebut memiliki fokus terhadap isu di Timur Tengah dan Yerusalem.

Pekan sebelumnya Prof. Dr. Abd Al-Fattah Al-Awaisi membersamai Saladin Camp di Yogyakarta selama tujuh hari (23-29 September 2024) kemah intensive dan interactive yang diikuti lebih dari 100 pengusaha, aktivis dan akademisi belajar tentang Baitul Maqdis. Saladin Camp diselenggarakan oleh Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU).

2539 posts

About author
Kuliah Al Islam - Mencerdaskan dan Mencerahkan
Articles
Related posts
BeritaMuhammadiyah

Lazismu Himpun Donasi Gempa NTT Rp6 Miliar untuk Korban

2 Mins read
​JAKARTA (4/9/2026) – Pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026, Muhammadiyah langsung memobilisasi sumber daya dari semua unsur…
ArtikelBerita

Ketika Piring Berubah Jadi Petaka: Menimbang Ulang Nurani di Balik Program Makan Bergizi Gratis

5 Mins read
Selasa malam, 1 September 2026, langit Tanggulangin, Sidoarjo, dipenuhi lolongan sirene. Bukan sirene tanda bahaya kebakaran atau bencana alam, melainkan seruan darurat…
BeritaMuhammadiyah

Tangani 2.222 Pasien, Ini Kiprah EMT Muhammadiyah Gempa NTT

2 Mins read
​NUSA TENGGARA TIMUR — Status keadaan darurat bencana pascagempa selama 14 hari yang ditetapkan Bupati Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, melalui Surat…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *