Artikel

Mengenal Tokoh Serta Pemikiran Kaum Sofis

3 Mins read

Penulis: Ahmad Rizqi Ilhamizain*

KULIAHALISLAM.COM – Sejarah perkembangan filsafat waktu pertengahan kedua abad ke-5 SM, muncul aliran yang disebut “Sofisme.” Asal-usul istilah sofis berasal dari bahasa Yunani “sophos,” menggambarkan individu yang mahir dalam seni atau mempunyai keahlian khusus. Sofis merupakan kelompok yang muncul pada fase akhir filsafat Yunani kuno, menghubungkan era tersebut dengan munculnya periode Yunani klasik yang dimulai pada masa Socrates.

Filsafat Sofisme lahir sebagai aliran pemikiran yang kontroversial dalam sejarah filsafat Yunani kuno, menghadirkan pandangan yang menantang mengenai kebenaran, moralitas, dan pengetahuan. 

Sofisme pada zaman itu terkenal karena mengedepankan keterampilan retorika dan kecenderungan yang relatif terhadap nilai-nilai mutlak. Kaum sofis menganggap bahwa mengejar kebenaran bukan prioritas, namun yang menjadi fokus utama masa itu adalah pendidikan terkait kemampuan berbicara yang baik dan dapat menyakinkan para pendengarnya.

Oleh karena itu, Socrates kerap mengkritik pandangan kaum sofis, yang dimana Socrates lebih mengejar hakikat pengetahuan dan moralitas, sedangkan kaum sopis lebih mengedepankan pendekatan filosofis pragmatis. 

Awalnya kaum sofis adalah individu yang mahir dalam aspek sosial dan memiliki keahlian dalam berbagai bidang pengetahuan namun, seiringnya waktu mereka mengalami pergeseran makna. 

Para kaum sofis menggunakan kecerdasannya untuk memutar kata, mengubah kebenaran menjadi kebohongan, dan kedustaan menjadi kebenaran. Kemudian, istilah ini mejadi ejekan karena mereka memanfaatkan kecerdasan untuk menyesatkan orang banyak serta hanya digunakan untuk mencari imbalan. 

Adapun tokoh-tokoh pemikir masa sofisme antara lain:

1. Protagoras

Lahir di Abdera, masa hidupnya sekitar tahun 481- 411 SM. Menurut pengetahuan dari Plato, Protagoras merupakan sosok pertama yang menyatakan dirinya sebagai seorang sofis. Protagoras sering melakukan perjalanan ke berbagai kota di Yunani, menawarkan pengetahuannya dengan imbalan, khususnya dalam hal mengajar politik pemuda Yunani.

Baca...  Mein Kampf Karya Hitler Yang Dilarang Di 70 Negara

Ajaran dari Protagoras adalah manusia merupakan ukuran dari segala-segalanya, yang nantinya membentuk landasan relativisme. Menurut Protagoras seseorang tidak dapat memaksakan persepsinya akurat secara universal, dapat dicontohkan ketika terdapat seseorang yang dari daerah yang suhu alamnya cenderung dingin dating ke daerah tropis, ia merasa suhu di tempat tropis sangatlah panas, namun bagi orang yang tinggal di daerah tropis suhu semacam itu sudah biasa dan itu tidaklah panas. Dari contoh tersebut ajaran Protagoras dapat terealisasikan, bahwa kebenaran yang mutlak itu tidak ada dan kebenaran itu relatif adanya. 

2. Georgias

Georgias berasal dari Leontinoi, diperkirakan hidup sekitar tahun 483- 375 SM, merupakan murid dari Empledokles. Ia datang ke Anthena pada 427 SM untuk meminta bantuan melawan Kota Syrakus. Georgias disebut sebagai nihilis, karena menurutnya segala sesuatu tidak ada yang benar.

Dalam bukunya tentang alam atau yang tidak ada Georgias terlihat menonjolkan tiga prinsip yakni:

a. Tidak ada sesuatupun.

b. Seandainya sesuatu tersebut ada, maka sesuatu tersebut tidak dapat dikenal.

c. Seandainya sesuatu dapat dikenal, maka sesuatu pengetahuan itu tidak bisa disampaikan kepada orang lain.

Georgias dikenal menganut paham skeptisisme (anggapan bahwa kebenaran tidak dapat diketahui).

Selanjutnya, Georgias juga berbalik dari filsafat dan mencurahkan perhatiannya terhadap ilmu retorika dan retorika di anggap sebagai suatu seni yang menyakinkan (the art of persuasion). 

Menurutnya, tidak cukup hanya diarahkan pada akal budi, melainkan juga harus menyentuh perasaan. Sofisme menciptakan gaya baru, yang sempat mempengaruhi ahli sejarah, para penulis, serta menimbulkan revolusi intelektual pada masa itu.

3. Prodikos

Berasal dari Kota Keos, terkenal sebagai penganut pandangan hidup yang pesimistis. Beberapa hal mengenai gagasannya antara lain:

Baca...  Orientalisme Representasi Barat Terhadap Islam dan Dunia Muslim

a. Kematian di pandang Prodikos sebagai jalan untuk melepaskan diri atau mengakhiri masalah dalam diri manusia.

b. Agama itu di temukan oleh manusia. Mulanya manusia memuja tenaga alam sebagai dewa, perkembangan selanjutnya manusia mulai menemukan pengolahan alam untuk keperluan hidupnya maka terciptalah lapangan pekerjaan, yang kemudian olahan ini di puja oleh manusia sebagai dewa (dewa Yunani). 

Dari kenyataan ini dia berasumsi bahwa agama itu tidak lain dan tidak bukan hanyalah ciptaan manusia itu sendiri yang dikenal dengan istilah “nomos.”

c. Do’a hanyalah merupakan usaha yang kelebihan saja. Dengan pandangan tersebut, dianggap bahwa manusia harus berusaha memenuhi kehidupannya sendiri dan mengatur hidupnya, sehingga dalam perjalanan hidup manusia senantiasa bertemu kesulitan, maka kesulitan tersebut tidak akan berhenti di hadapi manusia kecuali sudah meninggalkan alam yang ditempati hidup ini. 

Dengan kata lain tidak mempercayai adanya kesulitan atau kesusahan sesudah manusia itu mati dan dianggap do’a tak ada pengaruh sehingga dipandang sebagai usaha yang berlebihan.

4. Kritias

Kritias merupakan seorang filosof yang umurnya lebih muda dari Sokrates, ia berasal dari Anthena. Ajarannya tentang agama, agama itu penemuan para penguasa yang licik. Fungsi dari dewa adalah untuk menekan warga supaya taat pada hukum.

Menurut Kritias, mayoritas pelanggaran dapat diadili melalui hukum, tetapi ada pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan secara sembunyi dan tidak diketahui oleh orang lain. Disinilah dewa menghukum orang yang melanggar hukum secara diam-diam. Dengan demikian, dapat dikatakan semua warga negara akan tunduk pada penguasa.

Para tokoh kaum pemikir sofis dipandang sebagai orang yang berjasa dalam membuat revolusi intelektual di Yunani, karena mereka mengambil topik manusia sebagai objek bagi pemikiran filsafat. Pemikiran kaum sofis menjadi cikal bakal munculnya pemikir besar filsafat seperti Sokrates, Plato, Aristoteles dan murid-muridnya.

Baca...  Mengenal 8 Mazhab Islam Menurut Syaikh Wahbah Az Zuhaili

*) Mahasiswa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.

2446 posts

About author
Merupakan media berbasis online (paltform digital) yang menyebarkan topik-topik tentang wawasan agama Islam, umat Islam, dinamika dunia Islam era kontemporer. Maupun membahas tentang keluarga, tokoh-tokoh agama dan dunia, dinamika masyarakat Indonesia dan warga kemanusiaan universal.
Articles
Related posts
ArtikelFilsafat

Mengenal Ilmu Ushuluddin

4 Mins read
Kuliahalislam.com-Ushuluddin merupakan salah satu cabang dari ilmu-ilmu keislaman yang membahas pokok-pokok kepercayaan atau keyakinan dalam Islam. Ilmu ini disebut juga dengan ilmu…
Artikel

Kapan Musim Hujan Datang ke Bantaeng dan Situbondo? Ini Prediksinya!

1 Mins read
Perubahan musim dari kemarau ke hujan selalu membawa dampak signifikan bagi kehidupan masyarakat. Bagi warga Bantaeng dan Situbondo, mengetahui prediksi kedatangan musim…
Artikel

Cara Transfer Saldo PayPal ke DANA dengan Mudah dan Cepat

3 Mins read
PayPal adalah salah satu layanan pembayaran digital yang paling populer di dunia. Untuk melakukan transaksi secara online dengan mudah, PayPal telah digunakan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights