EsaiPendidikan

Membangun Budaya Growth Mindset di Sekolah

2 Mins read

Penulis : Aiman Syarif, S.Pd, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Islam 45 Bekasi dan Guru PAI di SMPIT AT Taqwa Narogong

KULIAHALISLAM.COM – Sekolah merupakan suatu lembaga pendidikan formal sebagai fasilitas peserta didik dalam mengembangkan berbagai potensinya, baik hard skill, soft skill maupun life skill. Sekolah yang baik adalah sekolah yang dapat menemukan bakat murni yang dimiliki oleh peserta didik disetiap bidangnya. 

Keberhasilan sekolah bukan melulu berkaitan tentang nilai akademik peserta didik yang seringkali masih dijadikan parameter keberhasilan sekolah. Artinya, sekolah harus mampu menemukan budaya yang positif dalam menemukan potensi peserta didik dalam setiap bidangnya. 

Keberhasilan juga bukan hanya tentang potensi atau kemampuan peserta didik saja, keberhasilan juga dapat berdasarkan bagaimana cara pandang ia dalam melihat suatu hal atau disebut dengan mindset.

Budaya menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya pikiran, akal budi, hasil, adat istiadat atau sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang sukar diubah. Budaya sangat berperan besar dalam membangun potensi peserta didik serta memperbaiki cara pandangnya terhadap suatu hal. 

Sekolah yang memiliki budaya positif tentunya memiliki pola pikir yang berkembang (Growth Mindset) sebagai pondasi dalam mengembangkan potensi peserta didik, pola pikir yang berkembang ini menjadi senjata utama dalam menghadapi seluruh dinamika yang terjadi di sekolah serta dapat merubah cara pandang sekolah dalam melihat suatu persoalan.

Indonesia saat ini sedang menjalankan kurikulum merdeka di sekolah, dimana arah dari kurikulum merdeka adalah merdeka belajar, merdeka berinovasi dan merdeka belajar mandiri serta kreatif. 

Di dalam kurikulum merdeka ini menjadikan perserta didik dapat bereksplorasi mengimajinasikan tentang apa yang mereka alami saat proses pembelajaran. Tentunya konsep di dalam kurikulum medeka ini sangat tepat jika di topang dengan pola pikir yang berkembang atau growth mindset.

Baca...  Integritas Kualitas Guru PAI Ditentukan Oleh Gaji

Seorang profesor psikologi dari Stanford University bernama Carol S. Dweck pernah menulis buku yang berjudul Mindset dan ia membagi dua kategori mindset yaitu Fixed mindset dan growth mindset. 

Growth Mindset adalah pola pikir seseorang yang percaya bahwa kecerdasan dapat dikembangan. Ia akan punya keinginan untuk memperbaiki diri. Jika diberikan tantangan, ia akan coba melaluinya penuh dengan keyakinan. 

Budaya growth mindest ini sangat penting di tanamkan kepada peserta didik di sekolah, kebanyaakan peserta didik akan merasa kurang percaya diri jika di hadapkan suatu tantangan yang menyebabkan ia sulit untuk mengmbangkan potensi lahiriyah nya sebagai manusia yang sempurna.

Carol S. Dweck juga membuat kesimpulan bahwa capaian potensi seseorang bukanlah dari kemampuan saja tetapi dari cara pandang akan kemampuan tersebut dan kepercayaan diri bahwa segala sesuatu dapat dikembangkan. 

Para tokoh-tokoh besar pun dapat sukses berkat mindset yang ia bawa, bahwasannya keberhasilan serta kemampuan seseorang dapat berkembang melalui waktu, usaha serta ketekunan dan tentunya dengan mindset yang positif.

Lalu bagaimana cara membangun budaya growth mindset di sekolah ? penulis memberikan beberapa temuan serta tawaran solusi yang akan penulis tuangkan. Pertama, membangun hubungan emosional yang baik bagi seluruh warga sekolah. Hubungan emosional yang baik tentu sangat menopang terbentuknya growth mindset di sekolah, karena growth mindset ini perlu dibentuk secara kolektif untuk membranding sekolah. 

Kedua, memahami visi dan misi bersama. Sekolah pastinya mempunyai visi dan misi sebagai rule for the direction of the mind dalam menjalankan proses pendidikan. Visi dan misi bukan hanya di emban oleh pimpinan lembaga saja, melainkan harus terinternalisasi secara komprehensif kepada warga sekolah baik pimpinan, guru dan peserta didik bahkan staff sekalipun. 

Baca...  Obati Hatimu, Agar Sembuh Jalanmu

Ketiga, membangun habits yang positif. Habits atau kebiasaan ini adalah senjata utama dalam membangun sebuah budaya di sekolah, kebiasaan ini dapat di terapkan dengan membuat suatu program berkelanjutan, tersistem dan terukur.

Ketiga hal tersebut merupakan tawaran solusi dari penulis dari hasil analisa kecil penulis sebagai seorang yang sedang berkiprah di dalam dunia pendidikan. 

Semoga opini ini menjadi penggugah para pembaca yang sedang berjuang atau berkiprah di dalam dunia pendidikan untuk menjadikan sekolahnya semakin maju dan berkembang dengan senantiasa mengupayakan terbangunnya budaya growth mindset. 

2565 posts

About author
Kuliah Al Islam - Mencerdaskan dan Mencerahkan
Articles
Related posts
PendidikanPolitikTokoh

Anis Matta, Pemantik Kata dan Diplomasi Muslim Akhir Zaman

3 Mins read
KULIAHALISLAM.COM- Bagi mereka yang tumbuh di era 2000-an, nama Anis Matta identik dengan refleksi spiritual yang dalam di majalah Tarbawi—sebuah majalah yang…
OpiniPendidikanTokoh

Arief Rosyid Hassan, Mentor Produktif Para Pemuda Pejuang Zaman

2 Mins read
KULIAHALISLAM.COM-Rimba aktivisme dan politik Indonesia sering kali hanya menyisakan ruang bagi mereka yang bersuara paling keras. Ditengah itu semua, muncul sesosok figur…
PendidikanTokoh

Dzulfikar Ahmad Tawalla, Pembelajar Santun nan Bersahaja di Tengah Pusaran Kuasa

2 Mins read
KULIAHALISLAM.COM- Dilingkungan birokrasi dan pejabat pemerintahan, situasi dimana saling sikut menyikut adalah hal ladzim kita pandang sebagai sebuah fenomena. Namun, ada sosok…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights