Keislaman

Gerakan Dan Pemikiran Muhammad Ali Pasya

3 Mins read

Kuliahalislam.Muhammad Ali Pasya lahir di Kawalla, Yunani 1765 dan wafat di Mesir tahun 1849 M. Muhammad Ali Pasya merupakan pelopor pembaharuan dan Bapak Pembangunan Mesir modern. Muhammad Ali Pasya berasal dari yang keluarga yang kurang mampu. Orang tuanya merupakan penjual rokok eceran.

Keadaan yang demikian itu mendorongnya untuk bekerja keras semenjak ia masih kecil. Oleh karena itu, dia tidak memperoleh kesempatan untuk masuk sekolah sehingga dia tidak pandai menulis dan membaca. Muhammad Ali Pasya mulai dikenal sejak menginjak usia dewasa.

Ketika itu dia bekerja sebagai pemungut pajak. Karena kecakapan dan keberhasilannya dalam tugas ini, dia menjadi kesayangan Gubernur Daulah Turki Utsmani setempat. Nasib baiknya mulai terlihat ketika Gubernur itu mengambilnya sebagai menantu.

Setelah itu dia masuk militer dan di sini dia memperlihatkan kecakapan dan keberhasilannya. Dia dikirim ke Mesir sebagai wakil perwira yang mengepalai pasukan dari daerahnya. Dalam pertempuran yang terjadi melawan tentara Prancis, dia menunjukkan keberanian yang luar biasa dan sesudahnya diangkat menjadi Kolonel.

Ketika tentara Prancis keluar dari Mesir tahun 1801 Masehi, dia memperoleh kesempatan yang baik untuk merebut kekuasaan, karena terjadi kekosongan politik di Mesir ketika itu. Akibat kekosongan tersebut, muncul tiga kekuatan yang ingin memperebutkan kesempatan itu yakni Khursyid Pasya yang datang dari Istanbul, kaum Mamluk yang ingin merebut kembali kekuasaan mereka yang terlepas akibat kedatangan Kaisar Napoleon Bonaparte yang dulu dan yang terakhir adalah Muhammad Ali Pasya sendiri.

Pertama-tama, Muhammad Ali Pasya mengambil sikap mengadu domba antara dua kekuatan tersebut di atas. Dia dapat memperoleh simpati rakyat Mesir yang sudah membawa rasa benci kepada kaum Mamluk. Sementara itu, tentara yang dikirim oleh Turki di bawah pimpinan Khursyid Pasya ternyata tidak berasal dari Turki tetapi dari Albania.

Hal yang terakhir ini juga membuat simpati rakyat kepada Turki berkurang. Dari kelemahan masing-masing kedua kelompok terdahulu, Muhammad Ali Pasya mempunyai kedudukan yang lebih kuat dalam memperebutkan kekuasaan itu.

Setelah kondisi politik mulai memperlihatkan hasil dan melemahkan kedua Kekuatan tersebut, Muhammad Ali Pasya datang tampil untuk menghancurkan kekuasaan kedua saingannya itu. Pasukan yang dikirim Sultan Turki dipaksa menyerah dan kembali ke Istanbul, kemudian pada tahun 1805 Istanbul mengakuinya sebagai Pasya.

Muhammad Ali Pasya memulai pemerintahan dengan menyingkirkan pihak-pihak yang diperkirakan akan menentang kekuasaannya terutama kaum Mamluk. Sekitar tahun 1811 kekuasaan kaum Mamluk tidak bersisa lagi. Setelah merasa aman dari ancaman saingannya, dia memerintah dengan keras.

Pembaharuan yang pertama kali mendapat perhatiannya adalah persoalan militer. Hal itu disebabkan karena dengan kekuatan militerlah dia dapat mempertahankan kekuasaannya itu. Akan tetapi, kemajuan dalam bidang militer tidak mungkin dicapai tanpa dukungan ilmu pengetahuan modern yang telah berkembang.

Pertama-tama, dia mengadakan reorganisasi dan modernisasi kekuatan militer. Pada tahun 1819 dia menugaskan Save, seorang Kolonel Prancis yang kemudian memeluk agama Islam dengan nama Sulaiman Pasya, untuk membangun Angkatan Bersenjata Mesir secara modern. Angkatan laut modern juga dibangun dengan dilengkapi kapal-kapal perang yang dibeli dari luar negeri dan sebagian lagi diproduksi dalam negeri.

Di samping itu pada tahun 1815, ia mendirikan Sekolah Militer di Cairo dan Akademi Industri Bahari serta Sekolah Perwira Angkatan Laut di Iskandariyah. Itu semua dimaksudkan untuk membekali anggota Angkatan Bersenjata dengan ilmu pengetahuan modern. Selain itu ia juga mengirim putra-putra Mesir untuk belajar ke Eropa.

Untuk mendukung pembiayaan pembangunan peningkatan persenjata, pembaharuan dalam bidang ekonomi juga mendapatkan perhatian yang serius. Untuk itu, juga diperlukan ilmu-ilmu pengetahuan modern. Pertama-tama dia mengambil harta kaum Mamluk yang telah dimusnahkan sehingga hampir semua kekayaan Mesir berada di bawah kekuasaannya.

Ia membuat irigasi baru, mengimpor kapas dari India dan Sudan (1821-1822), dan mendatangkan ahli pertanian dari Eropa untuk memimpin pembaruan pertanian. Untuk mendukung kebijaksanaan pertanian ini, modernisasi bidang pengangkutan dan industri juga dilaksanakan.

Walaupun tidak pandai menulis dan membaca, Muhammad Ali Pasha sangat menyadari pentingnya arti pendidikan dan ilmu pengetahuan bagi kemajuan suatu bangsa. Untuk itu dia mendirikan Kementerian Pendidikan dan lembaga pendidikan. Dia juga membuka sekolah teknik, sekolah kedokteran, sekolah pertambangan, sekolah pertanian dan sekolah penerjemahan.

Di sekolah itu digunakan metode modern dengan guru-guru yang didatangkan dari Eropa di samping tenaga dari Mesir sendiri. Di samping itu antara tahun 1813 dan 1849, sebanyak 311 orang pelajar Mesir dikirim ke Italia, Prancis, Inggris dan Austria. Untuk mempercepat pembaharuan dalam bidang pendidikan, penerjemahan buku-buku Eropa digalakkan terutama setelah berdirinya sekolah penerjemahan.

Bagian penerjemahan dibagi empat : ilmu pasti, ilmu kedokteran ilmu fisika dan sastra. Kegiatan tersebut terutama sastra membawa masuknya ide-ide Barat ke Mesir. Penerjemahan ini memberi pengaruh yang besar bagi penduduk Mesir. Mereka mulai mengenal Eropa dan semakin menyadari bahwa dunia digambarkan buku-buku terjemahan itu sudah jauh berbeda dari buku-buku klasik yang sudah mereka ketahui.

Usaha-usaha yang dilancarkan oleh Muhammad Ali Pasha tersebut di atas setelah berhasil mengubah wajah Mesir menjadi sebuah negara modern. Para pelajar yang menuntut ilmu ke Eropa kembali ke Mesir sebagai pelopor pembangunan dan pembaharuan. Karena jasa-jasanya itu jadi dijuluki sebagai Bapak Pembangunan Mesir modern.

 

229 posts

About author
Redaktur Kuliah Al Islam
Articles
Related posts
Keislaman

Gus Ulil: Teologi Asy’ariyah dan Perdebatan Tindakan Tuhan (Bag 2)

4 Mins read
Salah satu keyakinan dasar dalam perspektif teologi (akidah) Asy’ariyah adalah bahwa Tuhan tidak memiliki kewajiban untuk menciptakan makhluk. Tuhan memiliki kehendak mutlak;…
Keislaman

Gus Ulil: Teologi Asy’ariyah dan Tindakan-Tindakan Tuhan (1)

3 Mins read
Kita tahu bahwa salah satu klaim pandangan keagamaan (akidah) Asy’ariyah mengenai tindakan Tuhan adalah bahwa Tuhan tidak memiliki tanggung jawab moral untuk…
KeislamanTokoh

Ibnu Rusyd Filsuf Muslim Terkemuka Dari Andalusia

6 Mins read
Kuliahalislam.Ibnu Rusyd al-Hafizh (520-595 H), mepunyai nama lengkap bernama Abu al-Walid Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Ahmad bin Ahmad bin Rusyd…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights