BeritaEsaiTokoh

Surya Dharma Ali: Wajah Muslim Moderat dalam Kepemimpinan Modern

1 Mins read

Hari ini kita kehilangan salah satu tokoh nasional, Surya Dharma Ali. Ayahanda Surya Dharma Ali atau yang dikenal dengan akronim SDA, bukanlah sekadar sosok politikus, melainkan representasi seorang Muslim modern yang mampu mengharmoniskan nilai-nilai keagamaan dengan kompleksitas sosial-politik Indonesia secara aktual.

Berbekal pendidikan agama dari Fakultas Syariah IAIN Ar-Raniry dan ilmu hukum di Universitas Islam Jakarta, beliau membangun kepemimpinan yang kokoh berlandaskan integritas, moderasi, dan komitmen terhadap keberagaman bangsa.

Dalam perjalanan politiknya, ayahanda SDA menunjukkan sikap moderat dan inklusif, mengedepankan prinsip persatuan nasional dan menolak politik identitas sempit yang memecah belah. Sebagai tokoh utama Partai Islam legendaris: Partai Persatuan Pembangunan (PPP), beliau konsisten memperkuat partai sebagai wadah Islam moderat yang mengedepankan keadilan sosial dan demokrasi plural.

Selama menjabat Menteri Koperasi pada periode 2004-2009 & Menteri Agama pada periode 2009-2014, Surya Dharma Ali meluncurkan kebijakan yang berdampak luas untuk ummat. Di kementrian koperasi & umkm, beliau mendorong profesionalitas pengelolaan UMKM serta memberikan akses kepada UMKM agar bisa bersaing di kancah global.

Sementara di kementrian Agama beliau mencetuskan forum kerukunan umat beragama, tata kelola kementerian yang transparan, serta peningkatan layanan publik seperti pengelolaan haji dan pendidikan keagamaan berkualitas. Kebijakan penguatan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) memperlihatkan hasil nyata dalam menurunkan konflik dan meningkatkan dialog antar agama. Pendidikan moderasi beragama yang beliau galakkan turut meminimalisasi intoleransi dan radikalisme di tengah masyarakat yang majemuk.

Kepemimpinan Surya Dharma Ali merefleksikan keseimbangan ilmu dan amal yang diajarkan oleh Imam Al-Ghazali, serta etika komunikasi yang sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW: Jika tidak bisa berkata baik, hendaknya diam. Pendekatan ini menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan beradab.

Baca...  Jalan Hidup Seorang Muslim: Tahan Atas Cobaan, Kuat Akan Ujian

Terlepas dari kasus bernuansa politis yang menimpanya, beliau menunjukkan sikap kenegarawanan dengan mengundurkan diri dari jabatan. Beliau juga tidak mendendam pada musuh-musuh politiknya, yang notabene menghancurkan pilar-pilar integritasnya.

Warisan kepemimpinan beliau, tidak hanya memperbaiki birokrasi dan tata kelola kementerian, namun juga mengokohkan pribadinya sebagai simbol politisi Islam moderat nasionalis yang mampu menjembatani agama dan negara dalam demokrasi Indonesia. Kepeduliannya pada integritas, keberanian, dan empati menjadi inspirasi bagi umat Muslim modern untuk menjalankan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam, khususnya dalam konteks kebangsaan yang plural dan demokratis.

Kepergian beliau, menjadi cambuk pengingat kita untuk melanjutkan perjuangan kebijakan toleransi, keadilan, dan moderasi yang selama ini beliau perjuangkan—sebuah warisan berharga yang akan terus hidup dan menjadi penyemangat pribadi muslim modern dalam membangun Indonesia yang inklusif dan beradab. Wallahu alam bishawab

56 posts

About author
Penggemar Buku, Teh, Kopi, Coklat dan senja. Bekerja paruh lepas menjadi Redaktur Kuliahalislam.com .Lekat dengan dunia aktivisme,
Articles
Related posts
Berita

Kurban PCIM Malaysia 2026: KBRI Kuala Lumpur Beri Apresiasi

2 Mins read
KUALA LUMPUR – Pelaksanaan ibadah kurban 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia bersama Pimpinan Cabang Istimewa Aisyiyah…
Berita

Topeng Wayang Limbah Kertas Sukoharjo: Berdayakan Pemuda Disabilitas

2 Mins read
SUKOHARJO, 30 Mei 2026 – Di balik suksesnya transformasi limbah kertas menjadi mahakarya seni ekologis di Kabupaten Sukoharjo, terdapat peran krusial kaum…
Berita

Pengajian PCIM Malaysia: Saidul Amin Kupas Falsafah Kurban

2 Mins read
Kuala Lumpur – Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia menggelar pengajian spesial bertajuk “Falsafah Pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail” di Rumah HAMKA…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *