Berita

PC IMM Kendal: Menghilangkan Tulisan Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah (PDM) Kendal adalah Perbuatan Zalim

2 Mins read

PC IMM Kendal: Menghilangkan Tulisan Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah (PDM) Kendal adalah Perbuatan Zalim

KULIAHALISLAM.COM, Kendal – Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Kendal, yang terletak di jalan Pemuda, No. 45-46, Pegulon, Kendal, merupakan salah satu gedung bersejarah yang ada di kabupaten Kendal. 
Dari gedung inilah banyak kegiatan Persyarikatan, bangsa dan negara diselenggarakan. Semangat fastabiqul Khairot, dijunjung tinggi oleh para kader Persyarikatan untuk mensyiarkan Islam yang Rahmatan Lil Alamin.
Di depan gedung yang megah tersebut, terlihat sebuah lambang yang menandakan marwah Dakwah Muhammadiyah Kendal, “Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Kendal.” Dari sekian banyak amal Usaha Muhammadiyah yang ada di kabupaten Kendal. 
Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Kendal adalah ikon atau simbol kebesaran sekaligus pusat pemersatu kader Muhammadiyah Kendal. Dan lambang tulisan Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah (PDM) Kendal adalah monumen daerah yang wajib dijaga eksistensinya. Karena monumen tersebut merupakan puncak kebanggaan yang dimiliki kader Muhammadiyah.
Namun pada hari ini monumen tersebut tidak dapat lagi dijumpai oleh kader. Hal tersebut dikarenakan kebijakan internal Pimpinan Daerah Muhammadiyah yang lebih memilih mengganti tulisan tersebut dengan marketing/branding kampus Universitas Muhammadiyah Kendal Batang (UMKABA) yang baru saja diresmikan pada 22 April ini. 
Seharusnya kehadiran UMKABA tidak perlu menghilangkan eksistensi Monumen tersebut, dan hanya menjadi bagian dari Perjuangan Dakwah Persyarikatan.
Mengenai hal ini, Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kendal, Affan Baihaqi memberikan komentar, “Menghilangkan tulisan Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah (PDM) Kendal adalah perbuatan zalim, hal ini tidak sejalan dengan jati diri Muahammadiyah.”
Lebih lanjut Affan mengatakan “Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa sejarah utama yang mendorong berdirinya Persyarikatan Muhammadiyah berasal dari pendalaman KHA Dahlan terhadap ayat Alqur’an dalam surat Ali Imran ayat: 104
Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” Tutur Affan.
“Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa tujuan Muhammadiyah adalah untuk berdakwah, dan ruang lingkup cakupan dakwah yang diambil oleh muhammadiyah sangatlah luas dan beragam, sebagaimana yang kita ketahui berupa semua amal usaha Muhammadiyah.” 
“Dengan dihilangkannya lambang tulisan Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah dan digantikan dengan tulisan UMKABA ini, seakan-akan Muhammadiyah Kendal mendeskriditkan makna dakwah hanya pada ruang lingkup Pendidikan lebih khususnya lagi Kampus.” Imbuhnya.
Affan juga menambahkan, “Yang lebih berbahaya lagi, konsekuensi dari tindakan tersebut dapat diartikan oleh warga Muhammadiyah Kendal bahwa kehadiran UMKABA lebih superior dan PDM Kendal inferior. Semua usaha kader dari setiap cabang dan ranting seolah tidak mendapat ruang dan tidak memiliki induk payung yang kokoh.”
Semestinya para Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal, kembali membuka dan meresapi Surat Ali Imran, ayat : 104. Karena dari sinilah Muhammadiyah meletakkan khittah atau strategi dasar perjuangannya, yaitu dakwah (menyeru, mengajak) Islam, amar ma’ruf nahi munkar dengan masyarakat sebagai medan juangnya. 
Kiprah Gerakan Muhammadiyah di tengah-tengah masyarakat bangsa Indonesia sangatlah luas. Berbagai ragam amal usaha yang benar-benar dapat menyentuh hajat orang banyak seperti berbagai ragam lembaga pendidikan sejak taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, membangun sekian banyak rumah sakit, panti-panti asuhan dan sebagainya.
Semua amal usaha seperti itu tidak lain merupakan suatu manifestasi dakwah Muhammadiyah. Semua amal usaha diadakan dengan niat dan tujuan tunggal, yaitu untuk dijadikan sarana dan wahana dakwah Islamiyah. 
Jadi jalan Muhammadiyah mendirikan berbagai amal usaha yang itu semua merupakan prioritas dakwah amar ma’ruf nahi mungkar. Tidak ada diskriminasi terhadap salah satu amal usaha dan mengesampingkan amal usaha yang lain, Karena dari semua itu merupakan tujuan mulia Muhammadiyah.(NAA)
Baca...  Ribuan Jamaah Ikuti Kajian Rumah Tangga Islami Ustadz Salim A. Fillah di Masjid Asy Syifa RSM Lamongan
2576 posts

About author
Kuliah Al Islam - Mencerdaskan dan Mencerahkan
Articles
Related posts
Berita

Sinergi UPZ PermataBank Syariah & Lazismu Salurkan Rp3,37 M

2 Mins read
JAKARTA – PermataBank Syariah melalui unit usaha syariahnya, yaitu Unit Pengumpul Zakat dan Dana Kebajikan (UPZ DK), memperkuat sinergi strategisnya bersama Lazismu…
BeritaSUMU

SUMU Catalyst & Lumiguard Edukasi Solusi Pengendalian Hama Bisnis

1 Mins read
SEMARANG – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) melalui program SUMU Catalyst bekerja sama dengan Lumiguard menggelar webinar bertajuk “Lindungi Rumah & Bisnis Anda…
BeritaSUMU

Kisah Wedhang Rempah Banteng, UMKM Banyumas yang Tembus Pasar Nasional

1 Mins read
BANYUMAS – Ketekunan dan konsistensi menjadi kunci perjalanan Bu Dasilah dalam membangun usaha minuman tradisional Wedhang Rempah Banteng. Berangkat dari Banyumas, Jawa…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *