Keislaman

Apakah Basmalah Merupakan Ayat Alqur’an?

3 Mins read

Oleh: Yusrina Salma*

​Sebelum menuju ke pembahasan lebih lanjut mengenai apakah basmalah merupakan ayat dari Al-Qur’an atau bukan, perlu diketahui bahwa basmalah tertulis sebanyak 114 kali di dalam Al-Qur’an—sesuai dengan jumlah surah yang ada dalam Al-Qur’an, meskipun di awal Surah At-Taubah tidak terdapat basmalah.

​Hal tersebut dapat terjadi sebab di pertengahan Surah An-Naml, tepatnya pada ayat ke-30, terdapat basmalah. Seluruh ulama telah sepakat bahwa basmalah dalam Surah An-Naml ayat 30 merupakan bagian dari ayat tersebut dan merupakan ayat Al-Qur’an.

​Berdasarkan uraian di atas, pembahasan kali ini bukanlah mengenai basmalah yang terdapat dalam Surah An-Naml, melainkan pendapat para ulama mengenai kedudukan basmalah dalam Al-Qur’an: apakah basmalah merupakan bagian dari ayat Surah Al-Fatihah dan setiap surah lainnya dalam Al-Qur’an.

​Sebab, basmalah tertulis di setiap permulaan surah kecuali Surah At-Taubah. Dalam hal ini, para ulama berbeda pendapat sebagaimana diuraikan berikut ini:

​1. Pendapat Imam Syafi’i

​Pendapat pertama datang dari Imam Syafi’i. Beliau berpendapat bahwa basmalah merupakan bagian ayat dari Surah Al-Fatihah dan ayat dari setiap surah dalam Al-Qur’an. Adapun beberapa dalil yang memperkuat pendapat tersebut adalah sebagai berikut:

  • ​Hadis dari Abu Hurairah r.a.: Bahwasanya Nabi Muhammad saw. bersabda, “Jika kalian membaca alhamdulillahirabbil’alamin, maka bacalah bismillahirrahmanirrahim. Sebab Al-Fatihah merupakan induk Al-Qur’an, Induk Kitab, dan As-Sab’ul Matsani, dan basmalah merupakan salah satu ayat dari ayat-ayatnya (Al-Fatihah).”
  • ​Hadis dari Ibnu Abbas r.a.: Bahwasanya Rasulullah saw. membuka salat dengan membaca bismillahirrahmanirrahim.
  • ​Hadis dari Anas r.a.: Ia berkata, “Ketika Rasulullah berada di antara kami pada suatu hari, beliau tidur sejenak. Kemudian beliau mengangkat kepalanya seraya tersenyum. Kami bertanya, ‘Apa yang membuat engkau tersenyum, wahai Rasulullah?’ Kemudian beliau menjawab, ‘Telah diturunkan kepadaku sebuah surah.’ Lalu beliau membaca basmalah dan dilanjutkan dengan membaca Surah Al-Kautsar.”
Baca...  Membangun Spiritualisme Sosial dengan Paradigma Neosufisme

​Dari dalil ketiga ini, dapat disimpulkan bahwa basmalah merupakan ayat dari Surah Al-Fatihah dan juga merupakan ayat dari setiap surah, sebab Nabi membacanya saat membaca Surah Al-Kautsar sebagaimana tertuang dalam hadis tersebut.

​Para ulama Syafi’iyyah juga menggunakan dalil aqli untuk memperkuat pendapat mereka. Dalil tersebut mengemukakan bahwa basmalah ditulis pada awal Surah Al-Fatihah dan awal setiap surah—kecuali awal Surah At-Taubah—dalam Mushaf Al-Imam. Dalam penyusunan mushaf tersebut, para sahabat berusaha keras untuk tidak menuliskan apa pun yang bukan bagian dari Al-Qur’an ke dalamnya.

​Dengan demikian, ditulisnya basmalah pada awal Surah Al-Fatihah dan awal setiap surah (kecuali Surah At-Taubah) dalam Mushaf Al-Imam menunjukkan bahwa basmalah merupakan bagian ayat dari Surah Al-Fatihah dan juga ayat dari surah-surah dalam Al-Qur’an.

​2. Pendapat Imam Malik

​Pendapat kedua datang dari Imam Malik. Ia berpendapat bahwasanya basmalah bukan merupakan ayat dari Surah Al-Fatihah dan bukan pula ayat dari surah-surah dalam Al-Qur’an.

​Beberapa dalil yang memperkuat pendapatnya yaitu:

  • ​Hadis dari Sayyidah Aisyah r.a.: Bahwasanya Rasulullah saw. membuka salat dengan takbir dan membaca alhamdulillahirabbil’alamin.
  • ​Hadis dari Anas r.a.: Ia berkata, “Aku salat di belakang Rasulullah saw., Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Utsman. Mereka mengawali salat dengan alhamdulillahirabbila’alambin.”

​Imam Malik juga berpendapat bahwa penulisan basmalah di awal surah hanya sebatas untuk mencari keberkahan (tabarruk) serta menjalankan perintah untuk mengawali suatu perbuatan dengan basmalah. Dalil-dalil tersebut menjadi dasar yang dipakai oleh Imam Malik untuk memperkuat pendapatnya bahwa basmalah bukan merupakan bagian dari ayat surah Al-Qur’an.

​3. Pendapat Imam Abu Hanifah

​Pendapat ketiga merupakan pendapat Imam Abu Hanifah. Beliau berpendapat bahwa basmalah merupakan sebuah ayat sempurna dari Al-Qur’an yang diturunkan sebagai pemisah antarsurah, dan bukan merupakan bagian ayat dari Surah Al-Fatihah.

Baca...  Menyingkap Tanda-tanda Kebesaran Allah Melalui Reaksi Kimia

​Beberapa argumen yang menjadi dasar dari pendapat Imam Abu Hanifah yaitu:

  • ​Ulama-ulama Hanafiyah berpendapat bahwa ditulisnya basmalah dalam mushaf menunjukkan bahwa basmalah adalah bagian dari Al-Qur’an, tetapi tidak menunjukkan bahwa basmalah merupakan ayat dari suatu surah tertentu.
  • ​Adanya hadis-hadis yang menyatakan bahwa basmalah tidak dibaca secara lantang (jahr) dalam salat bersama Surah Al-Fatihah menunjukkan bahwa basmalah bukan merupakan bagian ayat dari Surah Al-Fatihah.
  • ​Dalil yang mendukung argumen mereka bahwa basmalah merupakan ayat yang diturunkan sebagai pemisah antarsurah adalah hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a., bahwasanya Rasulullah saw. tidak mengetahui pemisah antarsurah hingga turun kepada beliau bacaan basmalah.

​Kesimpulan

​Dari pemaparan di atas mengenai perbedaan pendapat para ulama tentang basmalah beserta dalil-dalilnya, dapat disimpulkan bahwa terdapat dua pendapat yang saling berlawanan: pendapat Imam Syafi’i (yang menyatakan bahwa basmalah adalah ayat dari Surah Al-Fatihah dan setiap surah) dan pendapat Imam Malik (bahwa basmalah bukanlah ayat dari Al-Fatihah maupun surah lainnya).

​Dilihat dari ketiga pandangan tersebut, pendapat yang paling unggul adalah pendapat Imam Abu Hanifah, sebab berada di tengah-tengah antara dua pendapat yang saling bertentangan. Penjelasan di atas bersumber dari kitab Rawai’ul Bayan karya Syekh ‘Ali As-Shobuni.

​*) Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.

​Editor: Adis Setiawan

2 posts

About author
Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Articles
Related posts
KeislamanPendidikan

Pembelajaran SKI di Madrasah Ibtidaiyah: Menanamkan Karakter Melalui Sejarah

9 Mins read
Pendahuluan ​Pandangan umum kerap mereduksi sejarah hanya sebagai cerminan masa lalu yang membeku dan tak terubahkan. Akibatnya, saat membicarakan sejarah, benak kita…
EsaiKeislaman

Perkembangan Teknologi Keuangan dalam Perspektif Filsafat Ilmu dan Etika Ekonomi Islam

2 Mins read
​Perkembangan teknologi yang pesat sangat terasa dalam kehidupan sehari-hari, mengubah hal-hal yang membutuhkan banyak tenaga dan waktu menjadi lebih praktis. Kemudahan ini…
KeislamanPendidikan

Mendidik Akidah Anak di Era Digital: Peran Orang Tua & Guru

6 Mins read
Di era digital yang terus berkembang pesat saat ini, banyak orang tua merasakan kekhawatan dan kegelisahan saat melihat pertumbuhan anak mereka. Fenomena…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *