Ekologi

Sumber Daya Insani Berwawasan Ekosofi Dalam Pengembangan Sumber Daya Alam

3 Mins read

Islam merupakan agama yang sempurna dengan ajaran yang mengatur bagaimana manusia berinteraksi dengan dunia di sekitarnya. Dalam Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW, banyak pedoman yang menganjurkan umat Islam untuk menjaga kelestarian alam.

​Siapa pun yang sadar akan situasi dunia modern pasti tahu bahwa masalah yang paling mendesak—setidaknya di level material—yang dihadapi dunia adalah krisis lingkungan serta hancurnya keseimbangan antara manusia dan lingkungan alamnya.

​Islam dan ilmu-ilmunya membawa pesan yang sangat penting dan tepat, serta dapat membantu memecahkan tantangan besar dunia ini secara keseluruhan, sejauh mungkin. Namun sayang, pesan ini hingga saat ini hanya mendapat sedikit perhatian dari umat Islam modern itu sendiri.

​Berikut adalah bunyi ayat yang dijelaskan dalam Al-Qur’an:

​ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ ٤١

​Artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum: 41)

 

​Sumber daya manusia syariah adalah sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan tentang hukum syariah dan mengamalkan nilai-nilainya dalam setiap aktivitas.

​Sebagai kekuatan yang besar karena diciptakan oleh Allah SWT, manusia dijadikan khalifah yang berguna untuk mengelola sumber daya di bumi demi kesejahteraan semua orang, alam semesta, dan isinya, termasuk manusia itu sendiri. Sebagaimana penegasan Allah SWT dalam Surah Al-Jasiyah:

​وَسَخَّرَ لَكُمْ مَّا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا مِّنْهُ ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ ١٣

​Artinya: “Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS. Al-Jasiyah: 13)

 

​Sebagaimana firman Allah SWT, manusia merupakan makhluk yang diciptakan dengan segala kesempurnaan dan memiliki banyak potensi dalam diri.

​فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًاۗ فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَاۗ لَا تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُۙ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ ٣٠

​Artinya: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Ar-Rum: 30)

 

​وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ ٥٦

​Artinya: “Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-A‘raf: 56)

 

​Ayat ini berisi tentang larangan bertindak dan membuat kehancuran di bumi. Berbuat kehancuran merupakan bentuk melampaui batas. Allah SWT menciptakan seluruh alam dalam kondisi harmonis, serasi, serta mencukupi kebutuhan makhluk.

​Allah menciptakannya dalam kondisi baik, bahkan menginstruksikan kepada umat-Nya agar senantiasa memperbaikinya. Tantangan-tantangan dalam hal penyediaan sumber daya manusia yang berwawasan ekologi—khususnya untuk pengembangan sumber daya alam—memerlukan pemahaman yang komprehensif dan pendekatan yang holistik.

​Berikut adalah beberapa poin penting terkait hal tersebut:

  1. ​Kedalaman Ajaran Lingkungan dalam Islam: Islam memuat pedoman yang jelas tentang pentingnya menjaga alam dan sumber daya alam. Al-Qur’an dan hadis mengandung banyak ayat serta petunjuk yang menegaskan kewajiban manusia untuk menjadi khalifah (pengelola) di bumi dan menjaga keseimbangan alam. Namun, pemahaman yang mendalam tentang ajaran lingkungan ini masih belum merata di kalangan umat Islam.
  2. ​Tantangan Ekologi dalam Konteks Pembangunan Ekonomi: Di banyak negara berpenduduk mayoritas Muslim, terdapat tekanan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi sebagai prioritas utama. Tantangannya adalah bagaimana menyelaraskan pertumbuhan ekonomi tersebut dengan pelestarian lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.
  3. ​Peran Sumber Daya Manusia dalam Pengembangan Berkelanjutan: Sumber daya manusia yang memiliki pemahaman dan kesadaran ekologi yang baik sangat penting dalam mencapai pembangunan yang berkelanjutan. Namun, kurangnya pendidikan dan kesadaran tentang ajaran lingkungan Islam, serta minimnya keterampilan dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, masih menjadi hambatan dalam proses pengembangan.
  4. ​Harmonisasi antara Agama dan Ilmu Pengetahuan: Sangat penting untuk mencapai keselarasan antara ajaran agama Islam dan ilmu pengetahuan modern dalam upaya pelestarian lingkungan. Hal ini membutuhkan pendekatan yang inklusif dan terbuka terhadap pengetahuan serta inovasi baru dalam bingkai nilai-nilai Islam. Dengan menjunjung tinggi ajaran Islam yang penuh rahmat yang disandingkan dengan ilmu pengetahuan modern, kita dapat menghadapi krisis lingkungan yang mengancam kehidupan di bumi.

​Mari kita sebagai umat Islam menjalankan peran sebagai khalifah di bumi dengan menjaga kelestarian alam, memanfaatkan sumber daya secara bijak, dan terus berinovasi demi kesejahteraan bersama.

​Semoga Allah SWT memberikan kita hidayah dan kekuatan untuk menjaga amanah-Nya, serta menjadikan usaha kita sebagai amal ibadah yang diterima di sisi-Nya. Aamiin.

1 posts

About author
Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Pelita Bangsa
Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *