# Kuliah Al Islam > Mencerdaskan dan Mencerahkan ## Posts - [Banjir Jember dan Kerusakan Lingkungan: Analisis Penyebab Utama](https://kuliahalislam.com/banjir-jember-kerusakan-lingkungan/): ​Beberapa hari lalu, akun TikTok Jember 24 Jam mengunggah video banjir bandang. Dalam rekaman itu, tampak banjir menenggelamkan rumah-rumah warga di Jember. Kondisi jembatan jebol dan warga pun kelimpungan mengamankan barang-barangnya dari rumah. Tak berselang lama, Jawa Pos memberitakan bahwa bencana banjir bandang itu menenggelamkan sejumlah wilayah di Jember. ​Bencana banjir yang melanda Kabupaten Jember pada (25/12/2025) itu terjadi karena luapan Sungai Bedadung, Kalijompo, Rembangan, Mayang, Gila, dan Sungai Dinoyo. Jika mendengar pernyataan dari BPBD Jember, banjir yang menerjang warga itu akibat hujan deras yang disertai angin kencang. Namun, memahami penyebab banjir di Kabupaten Jember tidak sesederhana itu. ​Penyebab utama... - [Gelar Musyawarah Perdana, SUMU Bogor Raya Rintis Koperasi Syariah](https://kuliahalislam.com/sumu-bogor-raya-rintis-koperasi-syariah/): ​BOGOR — Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Bogor Raya sukses menggelar Musyawarah Kerja Perdana pada Ahad, 4 Januari 2026. Bertempat di ruang pertemuan PT Mandalaya Energy Indonesia, Bogor, kegiatan ini menjadi momentum penting dimulainya konsolidasi pengusaha Muhammadiyah di wilayah Bogor Raya. ​Agenda utama musyawarah ini adalah langkah awal pendirian Koperasi Syariah SUMU (Sukses Usaha Mulia), sebuah inisiatif strategis untuk memperkuat ekonomi umat. ​Musyawarah ini dihadiri oleh jajaran pengurus dan pelaku usaha yang tergabung dalam SUMU Bogor Raya. Forum tersebut membahas arah gerak organisasi, penetapan struktur kepengurusan, serta perumusan program strategis yang berorientasi pada kolaborasi usaha dan pengembangan ekonomi berbasis nilai syariah.... - [Menyingkap Hakikat Wahyu dari Allah](https://kuliahalislam.com/menyingkap-hakikat-wahyu-dari-allah/): Wahyu adalah apa yang dibisikkan ke dalam sukma, yang diilhamkan, dan merupakan isyarat cepat yang lebih mirip pada sesuatu yang dirahasiakan daripada dilahirkan; sesuatu yang dituangkan dengan cara cepat dari Allah ke dalam dada para nabi-Nya. Wahyu merupakan kebenaran yang langsung disampaikan Allah kepada para nabi-Nya. ​Dalam Al-Qur’an, terdapat lafal wahyu dan lafal-lafal yang diambil daripadanya lebih kurang 70 kali dan dipakai dalam beberapa arti. Misalnya, dalam Surah Maryam ayat 11 dipakai dalam arti “isyarat”, dalam Surah An-Nahl ayat 68 dipakai dalam arti “ilham”, dan dalam Surah Asy-Syura ayat 13 diartikan sebagai “wasiat”. Wahyu diperuntukkan bagi para nabi dan rasul.... - [SUMU Tulungagung Sukses Gelar Pasar Tumbuh Eco Green Festival 2025](https://kuliahalislam.com/pasar-tumbuh-eco-green-festival-2025-tulungagung/): TULUNGAGUNG – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Kabupaten Tulungagung sukses menyelenggarakan Pasar Tumbuh – Eco Green Festival 2025. Acara ini berlangsung selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Desember 2025, bertempat di Alba Garden, Tulungagung. ​Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan strategis bagi pelaku usaha Muhammadiyah, UMKM lokal, komunitas, dan lembaga pendidikan. Dengan semangat kolaborasi, acara ini bertujuan menumbuhkan ekonomi yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan inklusif. ​Mengusung tema “Gerakan Kolaborasi Ekonomi Hijau dan Tumbuh Bersama Serikat Usaha Muhammadiyah”, Pasar Tumbuh lebih dari sekadar aktivitas jual beli. Festival ini mengajak masyarakat lintas generasi untuk peduli terhadap lingkungan, kesehatan, serta mempererat nilai kebersamaan. ​Pembukaan... - [Konsep Kebahagiaan Ibn Arabi dalam Perspektif Wahdatul Wujud](https://kuliahalislam.com/konsep-kebahagiaan-ibn-arabi-wahdatul-wujud/): ABSTRACT ​Happiness is a fundamental right for all living beings, not just humans. As one of the necessities of life, humans mobilize all their energy to attain happiness. To date, the concept of happiness has been widely discussed by philosophers and Sufis, who hold distinct views on its meaning. This article seeks to explore happiness according to Ibn Al-Arabi from the perspective of Wahdatul Wujud Sufism. This research employs a qualitative method, specifically library research. The data sources are obtained from written literature relevant to Ibn Al-Arabi’s thought. In the context of Wahdatul Wujud, Ibn Al-Arabi envisions happiness as bringing... - [Pacaran dan Zina: Kritik Fenomena Hamil di Luar Nikah](https://kuliahalislam.com/pacaran-dan-zina-hamil-luar-nikah/): Pendahuluan ​Artikel yang ditulis oleh Amelia Febrianti berjudul “Ketika Pacaran Berujung pada Hamil di Luar Nikah: Memahami Dampak dan Cara Mencegahnya” menarik untuk menjadi bahan diskusi. Secara umum, artikel tersebut membahas fenomena pacaran di kalangan remaja yang berpotensi menimbulkan berbagai risiko serius apabila dijalani tanpa kedewasaan, pemahaman, dan batasan yang jelas. ​Dalam artikel tersebut diuraikan bahwa ketidakmatangan emosional, rendahnya literasi seksual, serta lemahnya komunikasi dengan orang tua menjadikan remaja rentan mengambil keputusan impulsif yang berdampak jangka panjang, baik secara psikologis, pendidikan, ekonomi, maupun sosial. Berbagai konsekuensi kehamilan di luar nikah turut dipaparkan, mulai dari gangguan mental, terhambatnya pendidikan dan cita-cita,... - [Menagih Amanah Pemimpin: Tafsir An-Nisa Ayat 58 & Bencana Sumatera](https://kuliahalislam.com/tafsir-an-nisa-ayat-58-amanah-bencana-sumatera/): Tidak sedikit dari kita beranggapan bahwa bencana di Sumatera saat ini murni disebabkan oleh faktor alam, seperti curah hujan yang tinggi. Namun, di balik itu semua, timbul satu pertanyaan besar: mengapa banjir di Sumatera menghanyutkan gelondongan pohon yang potongannya tampak begitu halus, bahkan sebagian memiliki nomor seri? Ini adalah indikasi kasat mata yang sulit dibantah. ​Sumatera sedang menangis, namun respons yang datang dari pusat kekuasaan terasa sunyi, lambat, dan menyakitkan. Ribuan warga di berbagai titik—seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—kini hidup di bawah tenda darurat, dikepung lumpur, tanah longsor, atau sisa banjir. Ironisnya, di tengah kondisi “lumpuh total” ini,... - [Konsep Taqiyyah dalam Tafsir Fathul Qadir: Bedah Surah Ali Imran 28](https://kuliahalislam.com/konsep-taqiyyah-tafsir-fathul-qadir-ali-imran-28/): ​Diskursus mengenai hubungan antara integritas iman dan perlindungan diri dalam situasi ekstrem merupakan salah satu topik yang paling krusial dalam sejarah pemikiran hukum Islam. Di tengah ketegangan antara kewajiban untuk menampakkan kebenaran dan naluri untuk menjaga kelangsungan hidup, muncul sebuah konsep hukum yang dikenal sebagai taqiyyah. Salah satu rujukan primer yang memberikan ulasan komprehensif, kritis, dan lintas-metodologi mengenai topik ini adalah kitab Fathul Qadir karya Imam Asy-Syaukani. Fokus utama dalam laporan penelitian ini adalah penafsiran Asy-Syaukani terhadap Surah Ali Imran ayat 28, yang sering dianggap sebagai landasan teologis paling otoritatif bagi praktik taqiyyah dalam khazanah intelektual Muslim. ​Profil Intelektual Imam... - [Benarkah Tafsir Ibadiyah Eksklusif? Bedah Kitab Hamyan Al Zad](https://kuliahalislam.com/tafsir-ibadiyah-hamyan-al-zad-eksklusif/): Ketika membicarakan kitab tafsir dalam tradisi Islam, nama-nama besar seperti Al-Tabari, Ibnu Katsir, Al-Qurthubi, atau Fakhruddin Al-Razi tentu menjadi deretan yang paling akrab di telinga. Namun, di balik populernya tafsir-tafsir berhaluan Sunni tersebut, sebenarnya terdapat banyak karya tafsir lain yang tak kalah penting dan kaya secara intelektual. Sayangnya, karya-karya ini kurang mendapat tempat di tengah arus besar sejarah penafsiran. ​Salah satu karya monumental tersebut hadir dari komunitas Ibadiyah, yakni kitab Hamyan al-Zad ila Dar al-Ma’ad buah tangan Muhammad bin Yusuf Athfisy. Tafsir Ibadiyah ini jarang dibicarakan di lingkungan akademik Indonesia, bahkan banyak umat Islam yang belum pernah mendengar namanya. Akibatnya,... - [Nahkoda PGRI Pucuk Terpilih Kembali, Tekankan Solidaritas dan Inovasi Menuju Indonesia Emas 2045](https://kuliahalislam.com/nahkoda-pgri-pucuk-terpilih-kembali-tekankan-solidaritas-dan-inovasi-menuju-indonesia-emas-2045/): KULIAHALISLAM.COM – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Pucuk sukses menyelenggarakan Konferensi Cabang (Koncab) Ke-XXIII untuk Masa Bakti 2025–2030. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini digelar di Aula SMP Negeri 1 Pucuk, Sabtu (3/1/2026). Mengusung tema “Merajut Solidaritas Melalui Organisasi Profesi yang Berkualitas Wujudkan Guru yang Kreatif, Inovatif, dan Adaptif,” konferensi ini menjadi tonggak penting penguatan peran guru di wilayah Kecamatan Pucuk dalam menghadapi tantangan pendidikan masa depan. Camat Pucuk, Nurul Misbah, S.H., M.M., dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi PGRI dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia menekankan bahwa pendidik tidak boleh berhenti berinovasi di tengah arus transformasi digital yang masif.... - [Colosseum Digital sebagai Sanksi Sosial: Ketika Jempol Menjelma Menjadi Palu Hakim](https://kuliahalislam.com/sanksi-sosial-digital-no-viral-no-justice/): Hadirnya fenomena “No Viral, No Justice” sebenarnya adalah sinyal bagi sistem hukum kita untuk berbenah. Di satu sisi, viralitas telah menjadi alat perjuangan bagi mereka yang selama ini suaranya hanya sayup-sayup terdengar di lorong birokrasi. Media sosial memberikan panggung bagi keadilan untuk bekerja lebih cepat dan memberikan efek jera bagi pelaku penyimpangan yang merasa memiliki privilese atau kekebalan hukum. ​Namun, fenomena doxing atau penyebaran data pribadi pun menjadi sisi gelap yang sulit dikendalikan, yaitu ketika kemarahan digital mulai menyasar keluarga atau pihak yang tidak bersalah dari ujung jari. Sebagaimana Suler (2023) berpendapat, kontrol sosial di dunia maya sering kali kehilangan... - [Relevansi Hadis Jibril terhadap Evaluasi Kognitif dalam Pendidikan](https://kuliahalislam.com/relevansi-hadis-jibril-evaluasi-kognitif-pendidikan/): ​Pendidikan merupakan sarana utama dalam membentuk cara berpikir dan pemahaman peserta didik terhadap ilmu pengetahuan. Namun, dalam praktiknya sering ditemukan tantangan ketika proses evaluasi pembelajaran lebih menekankan pada hafalan dibandingkan pemahaman yang mendalam. Padahal, evaluasi kognitif seharusnya mampu menggambarkan sejauh mana peserta didik dapat memahami, mengolah, serta menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. ​Berbagai kajian pendidikan menegaskan bahwa pembelajaran yang efektif harus didukung dengan evaluasi yang sistematis dan berjenjang agar perkembangan kognitif peserta didik dapat terpantau dengan baik. Prinsip ini sejatinya telah dikenal dalam tradisi pendidikan Islam, di mana proses penyampaian ilmu tidak hanya berfokus pada hasil, tetapi juga pada cara... - [Hak (Milk) Milik Harta dalam Islam](https://kuliahalislam.com/hak-milk-milik-harta-dalam-islam/): Milk secara bahasa berarti penguasaan terhadap sesuatu. Secara istilah, milk adalah hubungan antara seseorang dan harta yang diakui syariat, sehingga orang tersebut mempunyai kekuasaan khusus terhadap harta itu, kecuali ada halangan syariat. Kata milk diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi “milik”. ​Para ahli fikih mendefinisikan milk sebagai penguasaan seseorang secara penuh terhadap suatu benda yang memungkinkan orang itu untuk bertindak hukum sesuai dengan keinginannya, kecuali bila ada halangan syariat. Dengan demikian, orang lain tidak bisa bertindak dan memanfaatkan benda tersebut. Halangan syariat dapat terjadi bila seseorang belum cakap bertindak hukum, sehingga dalam hal-hal tertentu ia tidak dapat bertindak hukum terhadap... - [Pengaruh Drama China Terhadap Generasi Z: Dampak Negatif & Solusi](https://kuliahalislam.com/pengaruh-drama-china-terhadap-generasi-z/): ​Belakangan ini, Drama China atau sering disebut dengan istilah Dracin banyak digemari oleh anak muda, terutama dari kalangan Generasi Z. Berbagai platform digital seperti WeTV, Netflix, dan Viu menyediakan banyak pilihan tontonan yang menarik. Mulai dari alur cerita yang romantis hingga visual para aktor yang tampan dan cantik, semuanya memicu keinginan kita untuk menonton. ​Kita bisa menemukan ratusan judul dengan genre romantis, sejarah, hingga aksi dengan mudah hanya melalui ponsel di genggaman tangan. Namun, di balik kepopulerannya, pengaruh drama China juga membawa dampak negatif yang cukup besar terhadap Generasi Z. Tontonan ini bukan hanya sekadar menghibur, tetapi juga berpotensi memengaruhi... - [Tujuan Hidup Manusia Menurut Islam: Mengupas Makna Syahadatain](https://kuliahalislam.com/tujuan-hidup-manusia-makna-syahadatain/): ​Pendahuluan ​Sebagai makhluk yang dianugerahi akal untuk berpikir, manusia sering disebut oleh para pemikir dan ilmuwan sebagai makhluk yang bertanya. Pertanyaan mendasar yang selalu muncul dalam benak setiap manusia adalah: “Siapakah aku?” dan “Apa tujuan hidup manusia?”. Jika pertanyaan asasi ini tidak mendapatkan jawaban, maka hidup akan terasa hampa, tanpa arah, dan kehilangan makna. ​Kita memang sering mendengar jawaban atas pertanyaan tersebut dari para akademisi, ilmuwan, maupun filsuf. Namun, tidak jarang jawaban yang mereka berikan terlalu rumit, bertele-tele, bahkan sulit dipahami oleh orang awam, sehingga maknanya menjadi kabur. ​Di sinilah Islam hadir memberikan jawaban yang paling mendasar sekaligus komprehensif. Sebagai... - [Adil Sudah Biasa, Ihsan Luar Biasa dalam Konteks Al-Qur'an Surat Ali Imran Ayat 134](https://kuliahalislam.com/makna-ihsan-surat-ali-imran-134/): Konsep ihsan sungguh berbeda dengan konsep adil. Berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an, Allah SWT selalu menegaskan bahwa Dia menyukai “orang-orang yang berbuat baik (ihsan)”, bukan sekadar “orang-orang yang berbuat adil”. Lantas, di manakah letak perbedaan mendasar dari kedua kata tersebut? ​Dalam surat Ali Imran ayat 134, Allah SWT berfirman: ​الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ ​“(yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” ​Dari ayat di atas, kita bisa melihat secara langsung bahwa perbuatan-perbuatan yang... - [Benarkah Istri Nabi Bukan Ahlul Bait? Menelisik Perdebatan Penafsiran Surah Al-Ahzab Ayat 33](https://kuliahalislam.com/istri-nabi-termasuk-ahlul-bait-tafsir-al-ahzab/): Dalam sejarah intelektual Islam, sedikit sekali istilah yang memicu perdebatan sepanas istilah Ahlul Bait. Siapakah sebenarnya “Ahlul Bait” atau keluarga Nabi Muhammad SAW yang disucikan Tuhan? Apakah istri-istri beliau yang tinggal seatap, ataukah darah daging beliau yang terpisah rumah? ​Pertanyaan mendasar mengenai posisi istri Nabi dan Ahlul Bait ini bermuara pada satu ayat krusial dalam Al-Qur’an, yakni Surah Al-Ahzab ayat 33. Allah SWT berfirman: ​Wa qarna fī buyūtikunna wa lā tabarrajna tabarrujal-jāhiliyyatil-ūlā wa aqimnaṣ-ṣalāta wa ātīnaz-zakāta wa aṭi‘nallāha wa rasūlah, innamā yurīdullāhu liyuzhib ‘ankumur-rijsa ahlal-baiti wa yuṭahhirakum taṭhīrā. ​Artinya: “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan... - [Penakwilan Kisah Kaum ‘Ad dalam Tafsir Asas Al Ta’wil](https://kuliahalislam.com/makna-batin-kisah-kaum-ad-tafsir-asas-al-tawil/): Kitab Asas al-Ta’wil merupakan karya tafsir monumental karangan Qadi Abu Hanifah al-Nu’man ibn Muhammad ibn Mansur ibn Ahmad ibn Hayyun al-Tamimi al-Maghribi, atau yang lebih dikenal dengan Nu’man ibn Hayyun. ​Beliau adalah seorang penganut Syiah Ismailiyah sekaligus hakim agung pada masa Daulah Fatimiyah. Pendapat yang paling masyhur menyebutkan bahwa ia lahir pada 293 H (905 M) di Maroko dan wafat pada 363 H (973 M) di Mesir. ​Sistematika Penulisan Kitab ​Secara sistematis, kitab ini menggunakan metode al-tartib al-sab’i (urutan tujuh) yang diimplementasikan ke dalam enam fasal pembahasan para nabi, yaitu: ​Nabi Adam; ​Nabi Nuh; ​Nabi Ibrahim; ​Nabi Musa; ​Nabi Isa;... - [Kelembutan Al-Kasyani Memaknai Doktrin Taqiyah dalam Tafsir Al-Safi](https://kuliahalislam.com/kelembutan-al-kasyani-memaknai-doktrin-taqiyah-dalam-tafsir-al-safi/): Sekilas tentang Al-Kāsyānī dan Tafsir Al-Ṣāfī ​Ketika menyebut nama seorang ulama besar Syiah, kita sering membayangkan sosok yang tegas dan kadang terdengar keras dalam menjelaskan ajaran agama. Namun, Al-Kāsyānī bukan tipe seperti itu. Ia justru tampil dengan nuansa yang tenang, bahasanya lembut, dan penjelasannya menenteramkan, seperti seorang guru bijak yang mengajak kita duduk santai sambil merenungkan makna ayat-ayat Allah. Inilah yang membuatnya begitu menonjol dalam tradisi tafsir Syiah. ​Al-Kāsyānī hidup pada abad ke-17 dan dikenal sebagai ilmuwan serba bisa. Ia menulis karya dalam bidang akhlak, fikih, tasawuf, hingga tafsir. Dari semua karyanya, Tafsir Al-Ṣāfī adalah yang paling sering dibicarakan. Kitab... - [Tafsir Ayat Istawa: Perbedaan Pandangan Sunni, Mu'tazilah, dan Syiah](https://kuliahalislam.com/tafsir-ayat-istawa-sunni-mutazilah-syiah/): Al-Qur’an diyakini sebagai wahyu ilahi yang satu dan otoritatif. Namun, penafsiran terhadapnya tidak pernah tunggal. Perbedaan latar keyakinan dan kerangka berpikir para ulama menyebabkan satu ayat dapat dipahami secara beragam, terutama pada ayat-ayat teologis. ​Salah satu ayat yang paling sering menjadi medan perbedaan adalah ayat istiwā’. Ayat ini berbicara tentang relasi Tuhan dengan ’Arsy, sebuah tema teologis yang sensitif karena berpotensi dipahami secara fisikal atau simbolik. ​Allah berfirman: ​الرَّحْمَٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَىٰ ​“(Tuhan) Yang Maha Pengasih, yang bersemayam di atas ’Arsy.” (Q.S. Ṭāhā [20]: 5) ​Kata istiwā’ dalam ayat tersebut menjadi pusat perdebatan karena hakikatnya tidak dijelaskan secara eksplisit. Di... - [Antara Kehendak Tuhan dan Pilihan Manusia: Pandangan Muhammad bin Yusuf al-Athfisy](https://kuliahalislam.com/pandangan-al-athfisy-perbuatan-manusia-takdir-pilihan/): Perdebatan mengenai hubungan antara kehendak Tuhan dan perbuatan manusia merupakan diskursus klasik dalam teologi Islam yang tak pernah usang. Pertanyaan mendasarnya sederhana namun menukik tajam: apakah manusia benar-benar bebas bertindak, ataukah segalanya telah ditentukan sepenuhnya oleh Allah? ​Di tengah riuh jawaban dalam sejarah pemikiran Islam, pandangan Muhammad bin Yusuf al-Athfisy menempati posisi yang unik. Ia berdiri di antara rasionalitas Mu‘tazilah dan determinisme ekstrem. Al-Athfisy menawarkan formulasi teologis yang menjaga kemahakuasaan Allah tanpa menafikan tanggung jawab moral manusia. ​Kritik Terhadap Posisi Mu‘tazilah ​Dalam karya tafsir monumentalnya, Hamyan al-Zad ila Dar al-Ma‘ad, al-Athfisy mengupas persoalan perbuatan manusia (af‘āl al-‘ibād) dengan tegas. Ia... - [Penafsiran Yusuf Itfisy terhadap Kata "Yadullah": Telaah Komparatif Tafsir Hamyan al-Zad dan Taisir al-Tafsir](https://kuliahalislam.com/penafsiran-yusuf-itfisy-yadullah-tafsir-hamyan-taisir/): Biografi Singkat Yusuf Itfisy Nama lengkap beliau adalah Muhammad bin Yusuf bin Isa bin Shalih Itfisy al-Wahbi, al-Ibadi, atau dikenal dengan Uthfayyisy. Beliau lahir pada tahun 1236 H di kota Mzab (Al-Mizabi). Beliau diberi julukan “Al-Wira’i” (orang yang wara’) karena kesibukannya dalam belajar serta mengarang kitab sejak usia 16 tahun. Yusuf Itfisy memiliki beberapa karya monumental, di antaranya tafsir Da’i al-Amal li Yaum al-Amal, Tafsir Hamyan al-Zad ila Dar al-Ma’ad, dan Taisir al-Tafsir. ​Dinamika Penulisan Dua Kitab Tafsir Mengapa satu penulis memiliki gaya penulisan kitab tafsir yang berbeda? ​Penafsiran yang dihasilkan Yusuf Itfisy berlandaskan pada ideologi teologi yang dianutnya (Ibadiyah/Khawarij).... - [Benarkah Tafsir al-Jilani Karya Syekh ‘Abd al-Qadir al-Jilani?](https://kuliahalislam.com/benarkah-tafsir-al-jilani-karya-syekh-abd-al-qadir-al-jilani/): Nama Syekh ‘Abd al-Qadir al-Jilani menempati posisi istimewa dalam sejarah Islam. Ia dikenal sebagai tokoh besar tasawuf Sunni yang ajarannya menekankan ketaatan penuh kepada Al-Qur’an dan sunah, keseimbangan antara syariat dan spiritualitas, serta kehati-hatian dalam berbicara tentang hal-hal metafisik. Karena kewibawaannya yang begitu besar, hampir setiap karya yang dinisbatkan kepadanya cenderung diterima tanpa banyak pertanyaan. Namun, di balik penghormatan tersebut, sebuah kitab tafsir yang populer dengan nama Tafsir al-Jilani justru menyimpan persoalan penting yang jarang disadari umat. ​Kitab tafsir ini telah lama beredar dan dibaca sebagai bagian dari khazanah tafsir sufistik. Akan tetapi, sejumlah kajian akademik menunjukkan bahwa terdapat ketidaksesuaian... - [Doktrin Imamah Syiah: Sejarah, Konsep, dan Perbedaan Aliran](https://kuliahalislam.com/doktrin-imamah-syiah-sejarah-konsep-dan-perbedaan-aliran/): Pendahuluan ​Dalam perjalanan sejarah Islam, pembahasan tentang negara berkembang melalui tiga dasar utama: konsep khilafah yang dipraktikkan setelah Nabi Muhammad wafat, konsep imamah yang dianut dalam tradisi Syiah, dan konsep pemerintahan atau imarah. Setelah Nabi meninggal, persoalan pertama yang muncul di tengah masyarakat Muslim adalah soal siapa yang harus memimpin, karena sejak awal ajaran Islam sudah menyatukan urusan agama dan politik. ​Perbedaan pandangan antara kelompok Anshar, Muhajirin, dan keluarga Nabi membuat perdebatan tentang kepemimpinan semakin tajam. Dari sinilah muncul keyakinan bahwa Ali lebih berhak memimpin umat. Pandangan ini kemudian berkembang menjadi doktrin imamah dalam Syiah, yang tidak hanya dianggap sebagai... - [Mengenal Tarekat Sanusiyah](https://kuliahalislam.com/mengenal-tarekat-sanusiyah/): Sanusiyah merupakan salah satu tarekat yang terpenting di Afrika Utara. Pendirinya adalah Sidi Muhammad bin Ali as-Sanusi (lahir di Mustaganem, Aljazair, 1791 – wafat di Jagbub, Kairouan, 1859). Tarekat Sanusiyah didirikan pada tahun 1837 di atas sebuah bukit dekat Derna, Tripoli, Libya. Semula Tarekat Sanusiyah didirikan dalam bentuk Zawiat (surau atau pondok) yang dikenal dengan sebutan “Zawiat Putih”. ​Tujuan dan Pokok Ajaran ​Tujuan didirikannya Tarekat Sanusiyah adalah untuk memperbarui penghayatan dan penyebarluasan Islam. Oleh karena itu, para anggota Tarekat Sanusiyah diikat oleh suatu ajaran yang ketat tentang ketauhidan yang sesuai dengan ketentuan Al-Qur’an. Adapun ajaran itu antara lain meliputi: ​Penyembahan... - [Doktrin Al-Wa’du wa Al-Wa’id dalam Tafsir Al-Kasysyaf: Memahami Keadilan Tuhan](https://kuliahalislam.com/doktrin-al-wadu-wa-al-waid-tafsir-al-kasysyaf/): Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu berhadapan dengan konsep janji dan peringatan. Ternyata, pola ini juga hadir dalam teologi Islam melalui doktrin al-wa‘du wa al-wa‘īd. Tujuannya bukan sekadar untuk menakut-nakuti, melainkan untuk membimbing manusia ke jalan yang benar. ​Imam Az-Zamakhsyari dalam kitabnya, Tafsir Al-Kasysyaf, menjelaskan konsep ini secara tegas dan rasional. Ia menegaskan bahwa janji dan ancaman Allah SWT adalah bagian tak terpisahkan dari keadilan-Nya. Oleh karena itu, memahami doktrin ini berarti memahami keseimbangan antara harapan (raja’) dan kehati-hatian (khauf). ​Mengenal Sosok Imam Az-Zamakhsyari dan Tafsir Al-Kasysyaf ​Nama lengkapnya adalah Mahmud bin Amr al-Khawarizmi, namun ia lebih dikenal sebagai Imam Az-Zamakhsyari.... - [I’jaz Al-Qur’an: Mengapa Satu Surah Saja Tak Mampu Ditandingi?](https://kuliahalislam.com/ijaz-al-quran-tantangan-satu-surah/): Ketika berbicara tentang Al-Qur’an, banyak orang langsung memikirkan sisi ibadahnya, seperti dibaca dalam salat, dihafalkan, dan dijadikan pedoman hidup. Namun, ada satu sisi Al-Qur’an yang sering luput dari perhatian, padahal sangat menarik untuk dikaji, yaitu tantangan intelektual yang diajukan kepada manusia. ​Tantangan itu sederhana, tetapi sekaligus berat: “Jika Al-Qur’an diragukan berasal dari Allah, maka datangkanlah satu surah saja yang sebanding dengannya.” ​Tantangan ini bukan sekadar retorika semata. Ia diucapkan secara terbuka dalam Al-Qur’an dan ditujukan kepada seluruh umat manusia. Menariknya, tantangan tersebut tidak dibatasi oleh waktu. Artinya, siapa pun, kapan pun, dan dengan kemampuan apa pun, dipersilakan mencoba. Meskipun demikian,... - [Hubungan Sab’atu Ahruf dan Qira’at Sab’ah: Perbedaan & Sejarahnya](https://kuliahalislam.com/hubungan-sabatu-ahruf-dan-qiraat-sabah/): Dalam khazanah keilmuan Islam, terdapat dua istilah yang sering memicu rasa ingin tahu sekaligus kebingungan: Sab’atu Ahruf dan Qira’at Sab’ah. Karena keduanya berkaitan erat dengan cara membaca Al-Qur’an dan sama-sama menggunakan angka “tujuh”, banyak yang beranggapan bahwa keduanya adalah hal yang identik. ​Padahal, jika ditelusuri dari akar sejarah, fungsi, dan kedalaman maknanya, keduanya adalah konsep yang berbeda. Sab’atu Ahruf berkaitan dengan kelonggaran dialek pada masa awal Islam, sedangkan Qira’at Sab’ah adalah hasil kodifikasi ilmiah yang muncul berabad-abad kemudian. Untuk memahami bagaimana kemurnian Al-Qur’an terjaga hingga detik ini, kita perlu membedah hubungan antara kedua pilar tradisi ini. ​Sab’atu Ahruf: Anugerah Kelonggaran... - [Sejarah Timor-Leste: Menguak Sisi Gelap Penjajahan Portugis dan Kompleksitas Masa Lalu](https://kuliahalislam.com/sejarah-timor-leste-penjajahan-portugis/): Timor-Leste kini dikenal dunia sebagai negara merdeka yang berdaulat. Namun, di balik kemerdekaan tersebut, tersimpan sejarah Timor-Leste yang panjang, penuh penderitaan, dan perjuangan berdarah. Salah satu babak paling kelam adalah masa penjajahan Portugis yang berlangsung selama hampir 400 tahun, mulai dari abad ke-16 hingga tahun 1975. ​Dalam periode yang sangat panjang ini, masyarakat mengalami penindasan, kekerasan, dan ketidakadilan yang merasuk ke hampir setiap sendi kehidupan. Kolonialisme ini tidak hanya merampas kekayaan alam, tetapi juga mengekang kemajuan fundamental di bidang pendidikan, ekonomi, infrastruktur, hingga hukum dan budaya. ​Krisis Pendidikan dan Pembodohan Sistematis ​Dampak paling destruktif dari penjajahan Portugis adalah tertutupnya akses... - [Tanda-tanda Munafik dalam Islam: Ciri, Bahaya, dan Balasannya](https://kuliahalislam.com/tanda-tanda-munafik-dalam-islam/): Secara bahasa, munafik berarti orang yang berpura-pura. Dalam terminologi Islam, munafik adalah mereka yang menampakkan keimanan di lisan, namun hati dan tindakannya justru ingkar atau kafir. Apa yang diucapkan tidak selaras dengan apa yang tersimpan di dalam hati. ​Di dalam Al-Qur’an, kata Al-Munafiqun disebutkan di 24 tempat, sedangkan bentuk Masdar Nifaq (sumber kemunafikan) disebutkan di tiga tempat. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya umat Islam mewaspadai tanda-tanda munafik agar terhindar dari sifat tercela ini. ​Mengenal Surah Al-Munafiqun ​Salah satu rujukan utama mengenai sifat ini adalah Surah Al-Munafiqun. Surah ini tergolong Madaniyyah (diturunkan di Madinah) dan terdiri dari 11 ayat. Ayat 1... - [Meneladani Sosok Agus Salim dalam Film Moonrise Over Egypt: Diplomasi dan Kesabaran](https://kuliahalislam.com/sosok-agus-salim-film-moonrise-over-egypt/): Pada era sebelum kemerdekaan, terdapat satu tokoh legendaris yang kelak menjadi bagian penting dalam roda pemerintahan era Soekarno, yakni Haji Agus Salim. Beliau terlibat aktif dalam dunia politik dan bertemu dengan salah satu pimpinan Sarekat Islam (SI), H.O.S. Tjokroaminoto. Agus Salim kemudian menjadi tangan kanan Tjokroaminoto hingga akhirnya Sarekat Islam pecah menjadi dua kubu: SI Putih dan SI Merah. ​SI Putih berpegang teguh pada prinsip keislaman yang mengedepankan Rahmatan lil ‘Alamin serta menjalankan nilai-nilai syariat sebagaimana mestinya. Sementara itu, SI Merah digerakkan oleh Semaun, yang dulunya juga merupakan orang kepercayaan Tjokroaminoto. ​Pada masa itu, Agus Salim menolak keras adanya gerakan... - [Tafsir Kisah Nabi Isa dalam Asās al-Ta’wīl: Pandangan Nu‘man bin Ḥayyūn](https://kuliahalislam.com/tafsir-kisah-nabi-isa-asas-al-tawil/): Kisah Nabi Isa dalam Al-Qur’an memiliki banyak mukjizat yang luar biasa, seperti menghidupkan orang mati dan menyembuhkan penyakit berat. Namun, apakah mukjizat tersebut selalu harus dipahami secara harfiah? Dalam tradisi keilmuan Islam, terdapat pendekatan penafsiran yang melihat kisah-kisah kenabian tidak hanya pada lapisan lahiriahnya saja, tetapi juga pada makna batin yang tersembunyi di balik teks. ​Salah satu pendekatan unik tersebut dapat ditemukan dalam tafsir kisah Nabi Isa pada kitab Asās al-Ta’wīl karya Nu‘man bin Ḥayyūn, seorang ulama besar dari kalangan Syiah Ismailiyyah. Artikel ini akan mengupas bagaimana Nu’man menakwilkan mukjizat-mukjizat tersebut melalui kacamata esoteris. ​Mengenal Nu’man bin Ḥayyūn dan Kitab... - [Etika Ekologi Islam: Konservasi Alam dalam Tafsir Maqasidi Ibn ‘Asyur](https://kuliahalislam.com/etika-ekologi-islam-konservasi-alam-dalam-tafsir-maqasidi-ibn-asyur/): Krisis ekologis global kini semakin nyata. Mulai dari perubahan iklim, pencemaran, deforestasi, hingga hilangnya keanekaragaman hayati. Di tengah kondisi ini, muncul pertanyaan besar: apa peran manusia dan nilai-nilai spiritual dalam mencegah kehancuran bumi? ​Ketika dunia modern berusaha merumuskan konsep keberlanjutan, Islam sebenarnya telah lebih dulu menawarkan prinsip yang kuat. Salah satunya adalah etika ekologi Islam yang bersumber dari ayat-ayat suci Al-Qur’an. ​Salah satu mufasir besar yang memberikan kontribusi mendalam terhadap isu lingkungan adalah Ibn ‘Asyur. Ulama asal Tunisia ini dikenal melalui karya monumentalnya, Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir. Lewat pendekatan tafsir maqasidi, ia menggabungkan analisis teks dengan tujuan-tujuan moral syariat. Pendekatan... - [Efektivitas Pemerintah Pamer Uang Sitaan: Seremoni atau Solusi?](https://kuliahalislam.com/efektivitas-pemerintah-pamer-uang-sitaan-seremoni-atau-solusi/): Tumpukan uang hasil sitaan negara itu dipamerkan di hadapan publik. Angkanya tidak main-main, berjumlah Rp6,6 triliun. Dengan tegas, presiden mengungkapkan bahwa uang negara itu berhasil diselamatkan dari tangan mafia. Namun, siapa sebenarnya dalang di balik terjadinya penyalahgunaan kawasan hutan yang merugikan negara tersebut? ​Publik masih bertanya-tanya, mengapa hanya uangnya saja yang dipajang? Lalu, ke mana para tersangka tindak pidananya? Apakah mereka berasal dari jajaran korporat “merah putih” sehingga malu untuk sekadar bertatap muka dan mengklarifikasi penyalahgunaan kawasan hutan itu? ​Tentu saja tidak. Ini disinyalir hanya permainan Kabinet Merah Putih. Pasalnya, jika mereka tampil ke publik, maka tidak hanya masalah penyalahgunaan... - [Di Ambang Migas: Negara Wajib Melindungi Pulau Kangean](https://kuliahalislam.com/migas-pulau-kangean-negara-wajib-lindungi/): ​“Krisis lingkungan adalah alarm bagi umat manusia yang mengalami krisis moral dan etika.” ​Aktivitas survei seismik yang dilakukan oleh PT Kangean Energy Indonesia (KEI) di lepas pantai Pulau Kangean sedari awal cenderung dipaksakan, meskipun ada penolakan dari warga sekitar. Penolakan warga terkait eksplorasi migas ini bukan tanpa sebab. ​Pasalnya, menurut warga Kangean, hadirnya perusahaan minyak ini tidak berdampak sedikit pun bagi warga Kangean. Alih-alih menumbuhkan perekonomian, yang ada justru semakin merusak ruang hidup masyarakat Kangean. ​Salah satu warga Kangean mengungkapkan bahwa kegiatan survei seismik yang dilakukan oleh PT KEI ini sangat mengancam ekosistem laut dan keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir. “Hentikan... - [Eksistensi dan Tantangan Penyuluh Agama di Era Perkembangan Kecerdasan Buatan](https://kuliahalislam.com/eksistensi-penyuluh-agama-di-era-ai/): Dalam satu dekade terakhir, kemajuan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) telah merombak hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Perubahan ini mencakup cara kita bekerja, berkomunikasi, belajar, hingga bagaimana seseorang membangun identitas dan nilai diri. Tidak terkecuali dalam ranah spiritual, kehadiran AI membawa tantangan besar—sekaligus peluang baru—bagi para tokoh dan penyuluh agama di era AI. ​Mereka kini tidak hanya dituntut memahami dinamika sosial keagamaan, tetapi juga harus melek teknologi agar tetap relevan dalam membimbing umat. Esai ini akan membedah peran strategis penyuluh agama di tengah arus digitalisasi, serta tantangan berat yang harus dihadapi untuk memastikan fungsi moral dan... - [Tafsir An-Nahl Ayat 106: Sejauh Mana Taqiyyah Diperbolehkan?](https://kuliahalislam.com/tafsir-an-nahl-ayat-106-sejauh-mana-taqiyyah-diperbolehkan/): Konsep taqiyyah sering muncul dalam diskusi keislaman, terutama ketika membahas batas tipis antara melindungi diri dan menjaga kejujuran iman. Secara sederhana, taqiyyah berarti menyembunyikan keyakinan atau mengucapkan sesuatu yang berbeda dari isi hati ketika seseorang berada di bawah tekanan atau ancaman serius. ​Meskipun kerap diperdebatkan, konsep ini sejatinya lahir dari situasi kemanusiaan yang sangat ekstrem, yakni ketika nyawa seseorang benar-benar terancam. Landasan utama pembahasan ini merujuk pada Tafsir An-Nahl ayat 106. ​Allah SWT berfirman: ​مَنۡ كَفَرَ بِاللّٰهِ مِنۡۢ بَعۡدِ اِيۡمَانِهٖۤ اِلَّا مَنۡ اُكۡرِهَ وَقَلۡبُهٗ مُطۡمَٮِٕنٌّۢ بِالۡاِيۡمَانِ وَلٰـكِنۡ مَّنۡ شَرَحَ بِالۡكُفۡرِ صَدۡرًا فَعَلَيۡهِمۡ غَضَبٌ مِّنَ اللّٰهِ​ۚ وَلَهُمۡ عَذَابٌ عَظِيۡمٌ ​Artinya: “Barang... - [Ketika Pacaran Berujung pada Hamil di Luar Nikah: Memahami Dampak dan Cara Mencegahnya](https://kuliahalislam.com/ketika-pacaran-berujung-pada-hamil-di-luar-nikah-memahami-dampak-dan-cara-mencegahnya/): Pacaran pada masa remaja sering kali menjadi gerbang awal untuk mengenal lawan jenis. Namun, dinamika ini memiliki risiko besar jika tidak disertai pemahaman yang matang. Remaja yang sedang dalam fase pencarian jati diri cenderung mengikuti dorongan emosional dan keinginan sesaat. Akibatnya, batasan dalam hubungan menjadi kabur, terutama ketika rasa saling percaya dan kedekatan emosional semakin kuat. Kondisi tersebut sering memicu kecenderungan untuk melampaui batas interaksi yang aman. Salah satu bentuknya adalah meningkatnya perilaku intim tanpa mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang. Sayangnya, banyak remaja yang minim edukasi seksual tidak memahami risiko biologis maupun sosial dari tindakan tersebut. Kurangnya komunikasi dengan orang tua... - [Analisis Makna Ketauhidan dalam QS. Al-Baqarah 163: Perspektif Tafsir Al-Mīzān dan Para Ulama](https://kuliahalislam.com/analisis-makna-ketauhidan-dalam-qs-al-baqarah-163-perspektif-tafsir-al-mizan-dan-para-ulama/): Makna ketauhidan dalam QS Al-Baqarah 163 merupakan salah satu fondasi paling fundamental dalam membangun konsep akidah Islam. Ayat ini menegaskan bahwa satu-satunya Tuhan yang layak disembah hanyalah Allah, Dzat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Meskipun ayat ini sering dikutip, kita memerlukan pemahaman mendalam untuk memperkokoh akidah. Pemahaman yang benar akan menghadirkan kekuatan spiritual serta membentuk sudut pandang keberagamaan yang sehat. Kandungan Ayat dan Terjemahannya Ayat 163 dari Surat Al-Baqarah berbunyi:  “Wa ilāhukum ilāhun wāḥid, lā ilāha illā Huwa ar-Raḥmān ar-Raḥīm.” Artinya: “Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” Dalam... - [Saat Sabar Menjadi Jalan Keluar: Penafsiran Tahlili Perspektif QS. Al-Baqarah:153](https://kuliahalislam.com/tafsir-qs-al-baqarah-153-sabar-salat/):   ​ٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ ١٥٣ ( البقرة/2: 153) ​Terjemahan: “Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Terjemahan Kemenag) ​Ayat ini menjadi salah satu ayat yang paling sering dikutip ketika seseorang menghadapi kesulitan. Namun, banyak orang hanya menghafalnya tanpa memahami konteks, kedalaman makna, dan strategi spiritual yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, pendekatan tahlili sangat tepat untuk mengurai lapis-lapis makna yang diselipkan Allah dalam ayat ini. ​Munasabah Ayat dan Asbāb An-Nuzūl ​Ayat ini turun setelah serangkaian ayat tentang ketaatan, perubahan kiblat,... - [Telaah Kitab Tafsir Anwār Al-Tanzīl Wa Asrār al-Ta’wīl Karya Al-Baidhāwi](https://kuliahalislam.com/telaah-kitab-tafsir-anwar-al-tanzil-wa-asrar-al-tawil-karya-al-baidhawi/): Oleh: Muhammad Askar Ghozaly (07020320057) Muhammad Kholilur Rohman (07010324087) Muhammad Muamar Khadafi (07010324088) ​Abstract ​This study analyzes the character and method of interpretation in Anwār al‑Tanzīl wa Asrār al‑Ta’wīl by al‑Baidhāwī with a focus on the short biography of the mufassir, the method, the style of interpretation (lughawī, fiqhī, and ʿilmī), as well as the strengths and limitations of the work. Based on a literature review of the primary text and secondary literature, it is found that al‑Baidhāwī adopted the manhaj tahlīlī which combines bi‑al‑maʾṡūr and bi‑al‑raʾy sources, emphasizing the analysis of nahwu‑balāghah, qirāʾāt, and the interpretation of kauniyah verses... - [Kemaksuman Ahlul Bait dalam Tafsir Majma‘ Al-Bayān: Analisis Isi dan Validitas Metodologis](https://kuliahalislam.com/kemaksuman-ahlul-bait-tafsir-majma-al-bayan/): Pembahasan mengenai kemaksuman Ahlul Bait (ʿiṣmah al-ahl al-bayt) merupakan salah satu tema paling sentral dalam teologi Syiah Imamiyah. Salah satu rujukan tafsir yang banyak digunakan untuk menguatkan doktrin tersebut adalah Majma‘ al-Bayān fī Tafsīr al-Qur’ān karya al-Ṭabarsī, seorang mufasir besar Syiah pada abad keenam Hijriyah. ​Penafsiran al-Ṭabarsī terhadap Q.S. Al-Ahzab [33]: 33 yang dikenal sebagai “Ayat Tathīr” sering dijadikan landasan konseptual untuk menegaskan bahwa Ahlul Bait Nabi Muhammad SAW disucikan secara khusus oleh Allah. Dengan demikian, mereka diyakini terjaga dari dosa dan layak dijadikan figur teladan sekaligus imam. Esai ini merangkum isi penafsiran tersebut serta menilai validitas metodologisnya dalam konteks... - [Iman di Ujung Tanduk: Menguak Rahasia Taqiyyah dan Batasan Paksaan (Ikrah) dalam Kitab Jami’ li Ahkam Karya Al-Qurthubi](https://kuliahalislam.com/hukum-taqiyyah-dan-ikrah-tafsir-al-qurthubi/): Mengapa Iman Tak Bisa Dipaksa? Pelajaran dari Surah An-Naḥl Ayat 106 ​Ayat dan Terjemahan: مَنْ كَفَرَ بِاللّٰهِ مِنْۢ بَعْدِ اِيْمَانِه اِلَّا مَنْ اُكْرِهَ وَقَلْبُه مُطْمَىِٕنٌّۢ بِالْاِيْمَانِ وَلٰكِنْ مَّنْ شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِّنَ اللّٰهِۗ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ ​“Barang siapa kafir kepada Allah setelah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekufuran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan mereka akan mendapat azab yang besar.” (QS. An-Naḥl: 106) ​Di tengah tantangan hidup yang ekstrem, adakalanya manusia dihadapkan pada pilihan yang menakutkan: menjaga nyawa... - [Melihat Al-Qur’an dari Sudut Baru: Mukjizat Abadi dalam Bahasa, Sains, dan Hikmah yang Tak Tertandingi](https://kuliahalislam.com/melihat-al-quran-dari-sudut-baru-mukjizat-abadi-dalam-bahasa-sains-dan-hikmah-yang-tak-tertandingi/): Al-Qur’an tidak hanya sekadar kitab suci bagi umat Islam, tetapi juga sebuah mukjizat abadi yang terus mengundang decak kagum dari berbagai kalangan, baik dari aspek kebahasaan, ilmiah, historis, maupun spiritual. Konsep I’jaz al-Qur’an merujuk pada ketidakmampuan manusia, baik secara individu maupun kolektif, untuk menandingi atau meniru keunikan dan kesempurnaan Al-Qur’an. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai pengertian, aspek, pandangan ulama, serta perkembangan kajian I’jaz al-Qur’an dari masa ke masa. Apa Itu I’jaz al-Qur’an? Secara etimologis, kata I’jaz berasal dari kata a’jaza – yu’jizu – i’jazan, yang berarti “melemahkan” atau “membuat tidak mampu”. Dalam konteks Al-Qur’an, I’jaz merujuk pada ilmu yang membahas... - [Tafsir An-Nisa 159: Legitimasi & Kesaksian Nabi Isa atas Risalah](https://kuliahalislam.com/tafsir-an-nisa-159-legitimasi-kesaksian-nabi-isa-atas-risalah/): وَإِن مِّنۡ أَهۡل ٱلۡكِتَٰب إِلَّا لَيُؤۡمِنَنَّ بِهِۦ قَبۡل مَوۡتِهۦۖ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَة يَكُون عَلَيۡهِم شَهِيدَ “Dan tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab kecuali akan beriman kepadanya (‘Isa) sebelum kematiannya. Dan pada hari Kiamat nanti, ‘Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.” (QS. An-Nisā’ 4:159) Tidak sedikit ayat Al-Qur’an yang menyentuh inti kesadaran manusia tentang hakikat kebenaran, dan frasa “وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ يَكُونُ عَلَيۡهِمۡ شَهِيدٗا” dalam QS. An-Nisā’ 4:159 menjadi salah satu penegasannya yang paling kuat. Dalam pandangan tafsir kontemporer Indonesia, kesaksian Nabi Isa pada hari kiamat dipahami sebagai momentum pengungkapan realitas iman yang tak mungkin ditutupi oleh retorika keyakinan atau legitimasi... - [Perspektif Al Hikam dalam Mengatasi Anxiety Disorder](https://kuliahalislam.com/perspektif-al-hikam-dalam-mengatasi-anxiety-disorder/): Pendahuluan ​Dalam kehidupan manusia, penyakit atau ketidaksehatan tidak selalu berbentuk fisik saja, tetapi juga berbentuk nonfisik. Gejala-gejala yang timbul sangat beraneka ragam di berbagai usia, baik pada balita, remaja, dewasa, maupun lansia. Keberadaan penyakit nonfisik ini seakan telah menghantui kehidupan mereka. Dalam hal ini, fokus utamanya adalah kesehatan mental atau mental health. Kesehatan mental sering dikaitkan dengan gejala penyakit nonfisik, namun hal tersebut sangat memengaruhi fisik tubuh seseorang. Kondisi ini mulai dari stres, depresi, hingga rasa cemas berlebihan yang sering diistilahkan sebagai Anxiety Disorder. ​Konten-konten yang tersebar luas di media sosial banyak menyinggung kerisauan tentang tingginya persentase masyarakat yang mengalami... - [Ketika Minoritas Menjaga Amanah: Refleksi Etika Islam dari Muslim Thailand Selatan](https://kuliahalislam.com/etika-islam-muslim-thailand-selatan/): Dalam pandangan Islam, manusia tidak pernah diposisikan semata sebagai objek kekuasaan, melainkan sebagai khalīfah yang memikul amanah moral di muka bumi. Namun dalam praktik demokrasi modern, khususnya di Asia Tenggara, kelompok minoritas sering kali direduksi hanya sebagai objek kebijakan dan statistik elektoral. Mereka jarang dipandang sebagai subjek etis yang mampu menuntun arah kehidupan publik. Di titik inilah pengalaman masyarakat Muslim di Thailand Selatan—khususnya Patani—menghadirkan pelajaran penting: bahwa iman dapat menjadi sumber etika politik, bahkan ketika dihayati oleh komunitas minoritas. Menjaga Integritas di Tengah Keterbatasan Di tengah posisi sebagai minoritas dalam negara mayoritas Thai Buddhis, Muslim Patani tidak memilih diam. Justru... - [Hukum Rahn (Jaminan Utang) dalam Islam](https://kuliahalislam.com/hukum-rahn-jaminan-utang-dalam-islam/): Kuliahalislam.Rahn ( tetap, kekal, sinambung dan tertahan/ jaminan). Sarana tolong-menolong bagi umat Islam tanpa adanya imbalan jasa. Orang yang berutang (rahin) tidak harus menjual barangnya untuk mendapatkan uang dan pemilik uang (murtahin) tidak perlu khawatir piutangnya tidak akan kembali karena sudah ada barang jaminan utang. Ulama mazhab Hanafi mendefinisikan rahn sebagai menyediakan sesuatu ( barang) sebagai jaminan terhadap hak ( piutang) yang mungkin dijadikan sebagai pembayar hak tersebut. Ulama Mazhab Syafi’i dan Hanbali mendefinisikannya sebagai menjadikan materi ( barang) sebagai jaminan terhadap utang yang secara paksa dapat dijadikan pembayaran utang apabila rahin tidak membayar utangnya. Sementara itu ulama mazhab Maliki... - [Rekonstruksi Makna Wahyu: Paradigma Baru dalam Ulumul Quran](https://kuliahalislam.com/rekonstruksi-makna-wahyu-paradigma-baru-dalam-ulumul-quran/): Konsep wahyu dalam kajian Ulumul Quran merupakan fondasi yang menjelaskan bagaimana Al-Quran dipahami sebagai kalam Ilahi yang turun kepada Nabi Muhammad SAW untuk menjadi petunjuk bagi manusia. Secara tradisional, ulama mendefinisikan wahyu sebagai komunikasi transenden yang diturunkan melalui malaikat Jibril dengan lafaz dan makna yang tetap, sehingga sifatnya absolut, final, dan tidak terikat pada perubahan sosial. Namun, perkembangan pemikiran Islam pada era modern menunjukkan bahwa pemahaman terhadap wahyu tidak lagi dibatasi oleh kerangka normatif klasik. Para pemikir kontemporer mulai melihat wahyu sebagai fenomena yang tidak hanya bersifat ilahi, tetapi juga berinteraksi dengan konteks sejarah, budaya, dan pengalaman manusia. Hal ini... - [Imam as-Sakhawi Sejarawan Islam](https://kuliahalislam.com/imam-as-sakhawi-sejarawan-islam/): Kuliahalislam.Imam As-Sakhawi (as-Sakha, Cairo, 1427-Madinah, 1497). Ia merupakan ahli hadits, ulama produktif dan sejarawan Islam besar pada zamannya. Nama lengkapnya adalah Abu al-Khair Muhammad bin Abdurrahman bin Muhammad bin Abi Bakar bin Usman asy-Syakawi al-Qahiri asy-Syafi’i. Dia dilahirkan di as-Sakha, sebuah perkampungan di Cairo, Mesir. Kakeknya orang miskin, hidup dari berdagang barang tenunan secara kecil-kecilan. Meski demikian, kakeknya rajin menghadiri majelis taklim. Ayahnya yaitu Abdurrahman juga demikian, di samping berdagang kecil-kecilan juga sering menghadiri majelis taklim. Dia sering berhubungan baik dengan para ulama diantaranya adalah Ibnu Hajar Al- Asqalani, ahli hadits yang juga sejarawan Islam. Dari mereka inilah Imam as-Sakhawi... - [Silsilah Az-Zahab Dalam Ilmu Hadis](https://kuliahalislam.com/silsilah-az-zahab-dalam-ilmu-hadis/): Kuliahalislam.Silsilah az-Zahab (untaian emas) merupakan istilah dalam ilmu hadits ketika membicarakan sanad ( para penutur hadis) dari perawi sampai kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam juga disebut dengan Asahh al-asanid. Para ahli hadits berpendapat bahwa silsilah az-zahab atau asahh al-asanid adalah urutan para penutur hadis berdasarkan tingkat kesahihan hadis yang diriwayatkannya. Hadis sahih mempunyai tingkat sesuai dengan kualitas persyaratan Hadits Shahih itu sendiri. Ada ulama Hadis yang menyatakan bahwa jika satu Hadis disampaikan oleh penutur tertentu, maka di situ secara mutlak mereka anggap sebagai yang paling shahih dan paling berhak untuk dijadikan landasan hukum. Menurut Imam Ahmad bin Hanbal (Imam... - [Gus Ulil Ngaji Ihya’ Ulumuddin: Memilih Untuk Hidup Dalam Keadaan Kemiskinan](https://kuliahalislam.com/gus-ulil-ngaji-ihya-ulumuddin-memilih-untuk-hidup-dalam-keadaan-kemiskinan/): Menentukan sikap kita terhadap dunia adalah salah satu ajaran tasawuf yang paling penting. Meskipun dunia tidak dapat diabaikan atau dihindari sepenuhnya, sebagai seorang muslim, kita harus mengetahui posisi dunia. Dalam hal ini, kata Gus Ulil, kita harus mengatur diri sendiri atau mengendalikan gelombang dunia. ​Dengan kata lain, kemampuan untuk “mencela” (tidak mengagungkan) dunia sangat diperlukan. Menurut Gus Ulil, jika kita tidak dapat mengendalikan gelombang dunia, kita akan dihadapkan pada kehancuran dan kegelisahan. ​Wahab bin Munabbih, seorang tabi’in dari Yaman yang terkenal karena membaca kitab Taurat, Injil, dan kitab-kitab lain, mengisahkan: ​“Ketika Allah Swt. mengutus Nabi Musa a.s. dan Nabi Harun... - [Gus Ulil Ngaji Al-Iqtishad fi Al-I’tiqad: Di Akhirat Akan Melihat Tuhan](https://kuliahalislam.com/gus-ulil-ngaji-al-iqtishad-fi-al-itiqad-di-akhirat-akan-melihat-tuhan/): Dalam ilmu kalam, pertanyaan tentang “apakah manusia akan dapat melihat Allah SWT di akhirat” masih menjadi perdebatan. Dalam hal ini, mazhab Asy’ariyah berpendapat bahwa orang mukmin dapat melihat Allah SWT di akhirat. Sebaliknya, mazhab Mu’tazilah berpendapat bahwa Allah SWT tidak dapat dilihat di akhirat. ​Secara logika akal sehat, argumen yang dipegang oleh pengikut mazhab Mu’tazilah sepintas tampak lebih masuk akal dibandingkan argumen Asy’ariyah. Alasannya, karena Allah SWT tidak memiliki bentuk fisik, sedangkan lazimnya hal-hal yang dapat dilihat harus memiliki bentuk fisik. ​Namun, Asy’ariyah tidak berpendapat demikian karena mereka bersandar pada dalil Al-Qur’an. Salah satunya ditemukan dalam surah Al-Qiyamah. Allah SWT... - [Amtsal Al-Qur’an dan Memahami Faedahnya](https://kuliahalislam.com/amtsal-al-quran-dan-memahami-faedahnya/): Amtsal Al-Qur’an dan memahami faedahnya. Al-Qur’an, dengan segala keindahan dan keajaibannya, tidak pernah habis untuk dikaji dan dinikmati kandungannya. Ibarat samudra luas dan dalam, masih banyak hal yang belum diungkap dan diselami darinya. Laksana mentari yang sinarnya selalu dibutuhkan manusia setiap hari, dan seperti bintang-bintang yang memberi petunjuk bagi para pejalan di padang nan luas serta para pelaut di lautan. ​Keagungan Al-Qur’an dideskripsikan oleh Allah dengan kalimat yang mewakili segala keindahannya. Allah berfirman, ​وَنَزَّلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَ تِبۡيَٰنا لِّكُلِّ شَيۡء وَهُدى وَرَحۡمَة وَبُشۡرَىٰ لِلۡمُسۡلِمِينَ ​“… Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu, (sebagai) petunjuk, serta rahmat dan kabar... - [Ilmu Munasabah: Analisis Konsep Munasabah Sebagai Perangkat Studi Ulumul Qur’an](https://kuliahalislam.com/ilmu-munasabah-analisis-konsep-munasabah-sebagai-perangkat-studi-ulumul-quran/): Ilmu munasabah merupakan cabang ilmu yang membahas hubungan serta keterkaitan antara berbagai bagian dalam Al-Qur’an. Istilah munasabah sendiri memiliki makna kecocokan atau kemiripan. Para ulama, seperti Az-Zarkasyi dan Manna’ al-Qaththan, menjelaskan bahwa munasabah mencakup kesesuaian antara satu kalimat dengan kalimat lainnya, antara satu ayat dengan ayat lain, hingga hubungan yang terjalin antara satu surah dengan surah yang berbeda. ​Keberadaan ilmu ini sangat penting karena Al-Qur’an diturunkan secara bertahap selama lebih dari dua dekade, dengan beragam tema serta latar belakang turunnya ayat. Tidak jarang susunan ayat terlihat berpindah topik atau tampak tidak linear. Melalui pendekatan munasabah, kita dapat memahami bahwa ayat-ayat... - [Gus Ulil: Adat Istiadat Kritikal Pada Masa Al-Ghazali (2)](https://kuliahalislam.com/gus-ulil-adat-istiadat-kritikal-pada-masa-al-ghazali-2/): Kita tahu, pada masa Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, serta masa tabi’in dan tabi’ut tabi’in (abad ketiga Hijriyah), para ulama fiqih sekaligus menjadi ulama tasawuf (ahli ibadah); kedua bidang ini menyatu. Sementara banyak orang berlomba-lomba untuk menjadi pejabat negara, para ulama justru berlomba-lomba untuk menolaknya. ​Contohnya adalah Imam Abu Hanifah yang diminta menjadi qadhi (hakim) oleh Khalifah Abu Ja’far al-Mansur, tetapi beliau menolak hingga akhirnya dihukum. Begitu pula Imam Malik, guru Imam Syafi’i. Penguasa saat itu ingin menjadikan kitabnya, Al-Muwattha’, sebagai undang-undang negara, tetapi beliau menolaknya. Benar, para ulama menolaknya. Tidak ada satu pun dari mereka yang memiliki... - [Maut Dan Mati Bukan Akhir Kehidupan](https://kuliahalislam.com/maut-dan-mati-bukan-akhir-kehidupan/): Kuliahalislam.Maut atau mati merupakan terpisahnya roh dari zat dari fisik, jiwa dari badan atau gaib dari yang nyata; keluarnya roh dari badan atau jasmani. Dalam Al-Qur’an digunakan juga kata ajal ( antara lain Q.S 10:49 dan Q.S 53: 44). Selain itu juga digunakan kata tawaffa atau istifa ( menerima secara penuh) karena maut adalah sesuatu yang diterima. Al-Qur’an menyebut maut dalam istilah ini di 14 tempat. Kata maut sendiri banyak disebut-sebut dalam Al-Qur’an antara lain Q.S 4:12, 18,78 dan 100. Pada hakikatnya maut adalah akhir dari kehidupan dan sekaligus awal kehidupan baru. Jadi maut bukanlah kesudahan, kehancuran ataupun kemusnahan. Maut... - [Gus Ulil: Adat Istiadat Kritikal Pada Masa Al-Ghazali (1)](https://kuliahalislam.com/gus-ulil-adat-istiadat-kritikal-pada-masa-al-ghazali-1/): Kita semua tahu bahwa “kritik” adalah salah satu sifat yang paling menonjol dalam karya Al-Ghazali. Secara umum, kritik mungkin adalah bagian dari tabiat keilmuan umat Islam. Para ulama sering berselisih pendapat. Ini menunjukkan bahwa tradisi kritik adalah tradisi yang “sah” dalam sejarah keilmuan kita. Tradisi ini sudah ada sejak awal Islam pada abad kedua Hijriah dan terus berlanjut hingga saat ini. ​Sebenarnya, kritik ini tidak hanya dilakukan oleh ulama di bidang ilmu rasional (al-ulum al-aqliyah), seperti filsafat, teologi, dan sejarah (meskipun sejarah juga merupakan bidang ilmu yang sering dikritik oleh para sejarawan), tetapi juga oleh ulama di bidang ilmu syar’iyah... - [Dari Papan Tulis ke Playlist: Lagu Viral, Senjata Rahasia Kuasai Bahasa Inggris!](https://kuliahalislam.com/dari-papan-tulis-ke-playlist-lagu-viral-senjata-rahasia-kuasai-bahasa-inggris/): Mendengarkan lagu adalah suatu kegiatan yang biasa dilakukan banyak orang dalam kehidupan sehari-hari. Jika sudah menyukai sebuah lagu, pasti kita akan sering mendengarkannya, dan kita akan terbiasa mendengarkan kata-kata bahasa Inggris. Pada era modern ini, lagu berbahasa Inggris—seperti lagu-lagu hits dari Taylor Swift, Bruno Mars, Olivia Rodrigo, serta penyanyi Indonesia seperti Pamungkas, Niki, dan Aziz Hendra yang baru-baru ini viral—sangat mudah diakses di berbagai platform, terutama melalui aplikasi seperti TikTok, Instagram, dan Spotify. Jurnal yang berjudul “The Effect of Taylor Swift Songs on Students Listening Skills in Vocabulary Learning” menunjukkan adanya peningkatan minat terhadap bahasa Inggris di Indonesia akibat viralitas... - [Retorika yang Tumpul di Atas Penderitaan](https://kuliahalislam.com/retorika-yang-tumpul-di-atas-penderitaan/): Tidak ada tragedi yang benar-benar sunyi. Bahkan ketika sirene berhenti dan banjir mulai surut, desis lumpur, derak kayu patah, atau sekadar desah orang-orang yang mencoba mencari nama-nama yang masih belum kembali. Di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, suara-suara itu masih memenuhi udara ketika seorang pejabat dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengeluarkan pernyataan yang terasa mengambang di atas segala kedukaan: bahwa bencana besar kali ini adalah “momen baik” untuk memperbaiki pengelolaan hutan dan lingkungan. Dalam siaran pers dan pernyataan publiknya pada 29 November 2025, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan: “Kami mendapatkan momentum yang baik – karena semua... - [Dekonstruksi Akidah dalam Tafsir Babiyah dan Bahaiyah](https://kuliahalislam.com/dekonstruksi-akidah-dalam-tafsir-babiyah-dan-bahaiyah/): Dalam sejarah panjang peradaban Islam, penafsiran Al-Qur’an selalu menjadi wilayah yang dinamis, multiinterpretatif, dan penuh perdebatan intelektual. Namun, tidak semua penafsiran dapat diterima dalam koridor teologis Islam. Di sinilah konsep al-dakhil fi at-tafsir menjadi relevan sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan masuknya unsur-unsur luar, baik berupa ideologi, klaim spiritual, maupun kepentingan politik, ke dalam penafsiran ayat-ayat suci. Infiltrasi seperti ini sering kali menghasilkan pemaknaan yang jauh dari pesan Al-Qur’an yang sebenarnya. Salah satu contoh paling menarik sekaligus kontroversial dari fenomena ini terlihat pada penafsiran yang dikembangkan oleh dua aliran keagamaan yang muncul di Persia abad ke-19, yaitu Babiyah dan Bahaiyah.... - [Ketidakpastian dalam Pilkada Tidak Langsung](https://kuliahalislam.com/ketidakpastian-dalam-pilkada-tidak-langsung/): Pada perayaan ulang tahun Partai Golkar, Presiden Prabowo Subianto menyentil kelemahan pelaksanaan pilkada langsung selama ini. Orang nomor satu di Indonesia itu mengusulkan agar pemilihan kepala daerah dikembalikan kepada DPRD. Presiden Prabowo menyatakan bahwa pelaksanaan pilkada saat ini sangat menguras anggaran negara. ​Itu sebabnya, di penghujung tahun, tampaknya para pemimpin partai politik sangat memperhatikan wacana perubahan sistem pilkada ini. Melansir dari laman Detiknews, PAN setuju untuk mengembalikan pilkada ke sistem awal. ​Dengan kata lain, kepala daerah cukup dipilih oleh anggota DPRD. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi, salah satunya adalah kesepakatan antarpartai politik. Selain itu, jangan biarkan masyarakat terbelah oleh... - [Dari Malcolm X ke Zohran Mamdani: Spektrum Ideologi Konservatif–Liberal dalam Politik Islam Minoritas di Tengah Islamofobia](https://kuliahalislam.com/dari-malcolm-x-ke-zohran-mamdani-spektrum-ideologi-konservatif-liberal-dalam-politik-islam-minoritas-di-tengah-islamofobia/): Dinamika politik Islam di kawasan minoritas selalu menghadirkan ketegangan antara identitas, representasi, dan strategi menghadapi marginalisasi. Dua figur yang sering dijadikan contoh dalam spektrum tersebut adalah Malcolm X, ikon Muslim kulit hitam yang bernuansa konservatif-revolusioner, dan Zohran Mamdani, politisi muda Muslim di Amerika yang hadir membawa wajah Islam liberal-progresif. Keduanya hidup dalam konteks dan generasi berbeda, tetapi sama-sama berjuang melawan ketidakadilan dan Islamofobia. Melalui pembacaan lintas waktu, kita dapat memahami transformasi cara Muslim minoritas berpolitik, dari pembentukan identitas perlawanan menuju integrasi dalam demokrasi plural. ​Malcolm X: Konservatisme Moral dan Politik Perlawanan ​Malcolm X lahir pada 1925 dan tumbuh dalam konteks... - [Qisas Dalam Hukum Pidana Islam](https://kuliahalislam.com/qisas-dalam-hukum-pidana-islam/): Kuliahalislam.Qisas dalam hukum pidana Islam yaitu memberikan perlakuan yang sama terhadap pelaku tindak pidana sebagaimana dia melakukannya terhadap korban. Qisas hanya tertuju pada kejahatan yang menyangkut nyawa atau anggota badan seseorang. Jika seseorang membunuh orang lain secara sewenang-wenang maka Wali korban diberi hak untuk menuntut pembalasan melalui Hakim untuk membunuh pula pelaku pidana tersebut. Demikian juga halnya kalau seseorang melakukan kejahatan yang menyebabkan hilangnya salah satu anggota tubuh orang lain, maka pihak korban berhak untuk menuntut pembalasan dengan menghilangkan pula anggota tubuh yang sama pada pelaku tindak pidana tersebut. Tindakan qisas ini disyariatkan balas surah al-Baqarah ayat 178 ; يَٰٓأَيُّهَا... - [Ketika Psikoanalisis Melihat Nabi Musa](https://kuliahalislam.com/ketika-psikoanalisis-melihat-nabi-musa/): Sudah mafhum bahwa logis dan rasional adalah kata kunci untuk memahami jalan pikiran Nabi Musa. Selama puluhan tahun, Nabi Musa hidup bersama bangsanya, kaum Israel. Mereka berpegang teguh pada hukum yang ketat (Torah). Salah satu karakteristik khas dari teori dan implementasi hukum tersebut adalah sifatnya yang logis dan inventif. ​Pandangan dunia Musa, termasuk aturan, hukum, dan sanksi, harus bisa dijelaskan secara rasional. Segala sesuatunya harus dapat diterima oleh nalar yang sehat. ​Kontradiksi Nalar Musa dan Mistisisme Khidir ​Sebaliknya, tradisi mistik atau sufisme yang dipraktikkan oleh Khidir sangat berbeda. Khidir menerima wahyu, revelasi, atau ilham langsung dari Tuhan. Ini adalah fenomena... - [Mengenal Jumlah Hitungan Ayat Yang Terdapat dalam Al-Qur’an](https://kuliahalislam.com/fakta-jumlah-ayat-al-quran-sebenarnya/): Di tengah masyarakat, beredar anggapan populer bahwa jumlah ayat Al-Qur’an mencapai 6.666 ayat. Pandangan ini sering memicu perdebatan di berbagai forum diskusi online, mulai dari argumen objektif hingga klaim emosional mengenai otoritas ulama. ​Namun, faktanya mayoritas ulama menyepakati bahwa jumlah hitungan ayat Al-Qur’an secara fisik lebih dari 6.200 ayat, tetapi tidak mencapai angka 6.666. Perbedaan hitungan ini bukanlah tanda ketidakaslian Al-Qur’an, melainkan bukti kekayaan tradisi keilmuan Islam, khususnya dalam disiplin ilmu ‘Add al-Ay (ilmu penomoran ayat). ​Mengapa Terjadi Perbedaan Jumlah Ayat? ​Para ulama sepakat bahwa total ayat tidak kurang dari 6.200. Perbedaan angka di atas jumlah tersebut muncul karena perbedaan... - [Tafsir Al Kasysyaf Keunggulan Linguistiknya dalam Menjelaskan Ayat-ayat Musykilat](https://kuliahalislam.com/keunggulan-linguistik-tafsir-al-kasysyaf/): Pendahuluan ​Tafsir Al-Kasysyaf (‘an Haqā’iq at-Tanzīl) karya Al-Zamakhsyari (w. 538 H) merupakan salah satu karya monumental dalam khazanah Islam. Hingga kini, kitab ini terus menjadi rujukan utama, terutama dalam aspek kebahasaan. Banyak kalangan menyebut Al-Kasysyaf sebagai “tafsir yang menafsirkan Al-Qur’an melalui bahasa”. Hal ini karena fokus utamanya bukan pada cerita, fikih, atau tasawuf, melainkan pada struktur bahasa Arab, balāghah, dan keindahan retorika Al-Qur’an. ​Pendekatan linguistik inilah yang membuat Tafsir Al Kasysyaf sangat kuat ketika digunakan untuk menjelaskan ayat-ayat musykilat. Ayat musykilat adalah ayat yang maknanya sulit dipahami, memiliki ketidakjelasan, atau memicu multi-tafsir. ​Biasanya, ayat musykilat menimbulkan perdebatan karena kemungkinan maknanya... - [RAPIMDA PDPM Lamongan, Membangun Kemandirian Bangsa](https://kuliahalislam.com/rapimda-pdpm-lamongan-membangun-kemandirian-bangsa/): KULIAHALISLAM.COM – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Lamongan menggelar Rapat Pimpinan Daerah (RAPIMDA) I pada Kamis-Jum’at (25–26/12/2025) di Blessing Hills, Trawas, Mojokerto. Kegiatan ini mengusung tema “Kekuatan Pemuda Negarawan Membangun Kemandirian Bangsa”. RAPIMDA I kali ini dihadiri Wakil Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Viva Yoga Mauladi, M. Anang Nafi’uzzaki Ketua PWPM Jawa Timur, Dr. Yuhronur Efendi Bupati Lamongan, dan seluruh PCPM se-Kabupaten Lamongan. Kehadiran para tokoh tersebut menegaskan pentingnya peran strategis pemuda dalam pembangunan bangsa. Ketua PDPM Lamongan, Husnul Abid Saputra, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menyukseskan RAPIMDA I PDPM Lamongan. Abid... - [Studi Komparatif Tafsir Al-Tha'labi & Az-Zamakhshari: Makna Istawa QS Al-A'raf 54](https://kuliahalislam.com/studi-komparatif-tafsir-al-thalabi-az-zamakhshari-makna-istawa-qs-al-araf-54/): Ayat sifat dan dinamika tafsir Pembahasan mengenai sifat-sifat Allah merupakan tema yang selalu mengundang perhatian dalam khazanah tafsir klasik. Di antara bagian yang sering memunculkan diskusi panjang adalah ayat-ayat mutasyabihat, terutama yang berkaitan dengan hubungan antara Allah an ‘Arsy. Salah satu di antaranya terdapat dalam QS. Al A’raf 54, yang menegaskan bahwa Allah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, “kemudian Dia istawa di atas ‘Arsy.” Frasa ini menjadi medan tafsir yang kaya, bukan hanya karena kompleksitas linguistiknya, tetapi juga karena ia bersinggungan langsung dengan isu-isu teologis seperti tanzih (pensucian Allah dari keserupaan) dan pemaknaan ayat-ayat sifat. Ketika menelusuri tradisi... - [OK OCE Peduli Bersama Rumah Zakat Salurkan 162 Paket Sembako untuk Warga Gampong Kulu, Bireuen Aceh](https://kuliahalislam.com/ok-oce-peduli-bersama-rumah-zakat-salurkan-162-paket-sembako-untuk-warga-gampong-kulu-bireuen-aceh/): KULIAHALISLAM.COM – OK OCE Peduli kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan sembako bagi masyarakat terdampak bencana di Gampong Kulu, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Aceh, melalui sinergi bersama Rumah Zakat. Sebanyak 162 paket sembako berhasil disalurkan kepada warga yang terdampak banjir bandang. Paket bantuan tersebut berisi kebutuhan pokok berupa beras 5 kg, minyak goreng 2 liter, gula 1 kg, tepung terigu 1 kg, telur 10 butir, dan teh celup 1 pack, yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dalam masa pemulihan pascabencana. Proses penyaluran dilakukan langsung di lokasi oleh relawan Rumah Zakat, sebagai bagian dari kolaborasi... - [Turats Arab Islam dan Hassan Hanafi (2)](https://kuliahalislam.com/turats-arab-islam-dan-hassan-hanafi-2/): Salah satu contoh pemikiran Hanafi dalam membaca turats lama adalah, ketika ia menganalisa dan mengkritisi konstruksi ilmu kalam klasik. Beberapa kritikan Hanafi yang dimaksud adalah; pertama, ketidaksesuaian konsep-konsepnya dengan era industrialisasi, kedua, pengungkapan pesan-pesannya cenderung mengulang-ulang (repetisi), ketiga, pengungkapan pesan-pesannya secara apologis, keempat, menggunakan metode retorika dan dialektika, kelima, keterbatasan bahasa Arab klasik yang digunakan (baca: Hassan Hanafi, al-Turats aw al- Tajdid). Dalam gagasannya tentang rekonstruksi teologi tradsional, Hanafi menegaskan perlunya mengubah orientasi perangkat konseptual sistem kepercayaan (teologi), sesuai dengan perubahan konteks sosial-politik yang terjadi. Teologi tradisional, kata Hanafi, lahir dalam konteks sejarah ketika inti keislaman sistem kepercayaan, yakni transendensi... - [Turats Arab Islam dan Hassan Hanafi (1)](https://kuliahalislam.com/turats-arab-islam-dan-hassan-hanafi-1/): Hassan Hanafi adalah Guru Besar pada fakultas Filsafat Universitas Kairo. Ia lahir pada 13 Februari 1935 di Kairo, di dekat Benteng Salahuddin, daerah perkampungan Al-Azhar. Kota ini merupakan tempat bertemunya para mahasiswa muslim dari seluruh dunia yang ingin belajar, terutama di Universitas Al-Azhar. Meskipun lingkungan sosialnya dapat dikatakan tidak terlalu mendukung, tradisi keilmuan berkembang di sana sejak lama. Secara historis dan kultural, kota Mesir memang telah dipengaruhi peradaban-peradaban besar sejak masa Fir’aun, Romawi, Bizantium, Arab, Mamluk dan Turki, bahkan sampai dengan Eropa modern. Hal ini menunjukkan bahwa Mesir, terutama kota Kairo, mempunyai arti penting bagi perkembangan awal tradisi keilmuan Hassan... - [Transformasi Munasabah Al-Qur'an: Dari Klasik hingga Era Kontemporer](https://kuliahalislam.com/transformasi-munasabah-al-quran-dari-klasik-hingga-era-kontemporer/): Ketika kita membaca Al-Qur’an, kita mungkin bertanya-tanya, “Kenapa ayat ini ada di sini?” Alternatifnya, “Apa hubungannya ayat ini dengan ayat sebelumnya?” Sebenarnya, rasa ingin tahu seperti itu membawa kita ke dunia munasabah ilmu yang menyelidiki bagaimana ayat dan surah berhubungan satu sama lain. Ilmu ini tidak muncul secara kebetulan, la berkembang dari para ulama klasik hingga cendekiawan modern yang memasukkan aspek baru. Dalam artikel ini, kita akan melihat bagaimana munasabah berkembang, berubah, dan tetap relevan, membantu kita memahami Al-Qur’an dengan lebih konsisten dan menyenangkan. Namun, dari mana ilmu ini sebenarnya berasal? Bagaimana ia berkembang dari era klasik ke era kontemporer?... - [Petualangan Spiritual Al-Ghazali dalam Merumuskan Tujuan Hidup yang Mulia](https://kuliahalislam.com/petualangan-spiritual-al-ghazali-dalam-merumuskan-tujuan-hidup-yang-mulia/): Di tengah lautan hukum dan aturan dalam Islam, pernahkah kita bertanya, apa sebenarnya tujuan terdalam dari semua itu? Imam Al-Ghazali, seorang filsuf dan teolog legendaris yang hidup pada abad ke – 11, menghabiskan banyak pemikirannya untuk menjawab pertanyaan mendasar ini. Lebih dari sekadar daftar perintah dan larangan, ia melihat syariat sebagai sebuah sistem yang penuh hikmah, dirancang untuk mencapai tujuan-tujuan luhur yang menyentuh setiap aspek kemanusiaan. Melalui karya besarnya seperti Al-Mustashfa dan Ihya’ Ulum al-Din, Al-Ghazali merintis jalan untuk memahami ‘Maqashid al-Syariah’, yaitu maksud-maksud Ilahi di balik hukum-hukum tersebut, dengan cara yang sistematis dan menyentuh hati. Baginya, maqashid adalah pemeliharaan... - [MAN 1 Sumedang Eratkan Tali Silaturahmi Melalui Touring ke Rumah Guru dan Pantai Karang Papak Garut](https://kuliahalislam.com/man-1-sumedang-eratkan-tali-silaturahmi-melalui-touring-ke-rumah-guru-dan-pantai-karang-papak-garut/): Cimalaka – Suasana keakraban dan kekeluargaan terpancar jelas pada, saat guru dan pegawai Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Sumedang menggelar kegiatan silaturahmi yang tidak biasa. Dengan semangat kebersamaan, mereka memilih touring motor menuju Pantai Karang Papak Garut, Jawa Barat, dan mengunjungi kediaman keluarga besar MAN 1 Sumedang, Abdusyahid Asyidik, S.Pd. Touring Manis Bikers Club (MBC) mengusung Tema “Silaturahmi Ibarat Oli Motor : Perlu Dilakukan Berkala Agar Hubungan Tetap Lancar dan Kekeluargaan Makin Erat”. Sabtu (20/12/2025). Kegiatan ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan sebuah inisiatif untuk mempererat tali silaturahmi di antara civitas akademika MAN 1 Sumedang. Pagi hari, rombongan bertolak dari... - [Perbedaan Dua Mazhab Besar, Sunni Syiah dalam Memahami Taqiyyah](https://kuliahalislam.com/perbedaan-dua-mazhab-besar-sunni-syiah-dalam-memahami-taqiyyah/): Konsep Ajaran Taqiyyah Secara Umum Secara istilah taqiyyah berarti menyembunyikan dan berhati-hati dalam masalah agama di karenakan adanya larangan-larangan dan batasan atas kebebasan beragama, beribadah, oleh penguasa yang zalim. Dalam pengertian simplenya, taqiyyah merupakan keyakinan untuk menghindarkan diri dari bahaya yang dapat merugikan agama dan jiwa terutama siksaan berbentuk fisik. Terdapat aneka-aneka praktek taqiyyah yang dilakukan oleh manusia selama ini. Sementara pakar berkata bahwa ide tentang munculnya taqiyyah di mulai pada masa filusuf Yunani Plato, yang melakukan praktek taqiyyah secara sembunyi-sembunyi guna untuk menyebar luaskan ajarannya. Filsuf-filsuf pada saat itu  menggunakan berbagai istilah dan kata yang berbelit-belit untuk menyembunyikan hakikat... - [Kebebasan yang Terkekang: Kritik atas Fatalisme Jabariyah](https://kuliahalislam.com/kebebasan-yang-terkekang-kritik-atas-fatalisme-jabariyah/): Aliran Jabariyah merupakan salah satu sekte dalam ilmu kalam Islam yang muncul pada abad ke-2 Hijriah. Kata jabara berarti memaksa, sehingga Jabariyah dipahami sebagai paham yang menekankan bahwa segala perbuatan manusia sudah ditentukan secara mutlak oleh Allah, tanpa ruang bagi kehendak bebas. Tokoh awal yang sering dikaitkan dengan Jabariyah adalah Jahm bin Shafwan, yang hidup pada masa akhir Dinasti Umayyah. Ia menegaskan bahwa manusia tidak memiliki daya dan kehendak, melainkan sekadar menjalani apa yang telah digariskan Tuhan. Doktrin Utama Jabariyah Pokok ajaran Jabariyah adalah peniadaan ikhtiar manusia. Menurut mereka, manusia hanyalah wayang dalam pentas semesta, sementara dalangnya adalah Tuhan. Segala... - [Ketika Rapor Dibagikan, Ranking Dihapuskan: Sebuah Ironi di Akhir Semester?](https://kuliahalislam.com/ketika-rapor-dibagikan-ranking-dihapuskan-sebuah-ironi-di-akhir-semester/): Mari kita tinggalkan sejenak riuhnya pemberitaan politik dan intrik para pesohor. Kali ini, kita menyelami dunia pendidikan, sebuah arena yang seharusnya steril dari kepentingan sesaat, namun tak jarang menjadi ajang eksperimen kebijakan yang kontroversial. Desember tiba, saatnya rapor dibagikan. Bagi sebagian siswa, momen ini adalah saat yang dinanti-nantikan, sebuah bukti konkret atas kerja keras selama satu semester. Namun, bagi sebagian lainnya, rapor bisa menjadi momok yang menakutkan, sebuah pengingat akan kegagalan dan ketidakmampuan. Di tengah hiruk pikuk pembagian rapor ini, sebuah kebijakan kontroversial kembali mencuat: penghapusan ranking di sekolah. Sebuah ironi yang menggelitik nalar, di saat siswa berhak mengetahui posisinya,... - [Mengenal Mur'jiah Dalam Sejarah Islam](https://kuliahalislam.com/mengenal-murjiah-dalam-sejarah-islam/): Kuliahalislam.Murji’ah merupakan salah satu aliran teologi Islam yang muncul pada abad pertama Hijriyah. Pendirinya tidak diketahui dengan pasti tetapi Imam Syahrastani menyebutkan dalam bukunya Al Milal Wa An Nihal ( buku tentang perbandingan agama serta sekte-sekte keagamaan dan filsafat) bahwa orang pertama yang membawa paham Mur’jiah adalah Gailan ad-Dimasyqi. Kata Mur’jiah berasal dari kata Arab yaitu “Arja’a” yang artinya menunda. Aliran ini disebut Murji’ah karena dalam prinsipnya mereka menunda penyelesaian persoalan konflik antara Imam Ali Bin Abi Thalib Muawiyah bin Abi Sufyan dan Khawarij ke hari perhitungan di akhirat nanti. Karena itu, mereka tidak ingin mengeluarkan pendapat tentang siapa yang... - [Tiga Tahun, Tiga Anugerah Bergengsi: UNUJA Berjaya di Panggung Riset, Abdims, dan Publikasi Nasional](https://kuliahalislam.com/tiga-tahun-tiga-anugerah-bergengsi-unuja-berjaya-di-panggung-riset-abdims-dan-publikasi-nasional/): Jakarta (19/12/2025)— Universitas Nurul Jadid (UNUJA) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Selama tiga tahun berturut-turut, kampus berbasis pesantren yang berlokasi di Probolinggo, Jawa Timur ini berhasil meraih tiga penghargaan bergengsi dalam bidang publikasi ilmiah, riset, dan pengabdian kepada masyarakat (abdimas). Puncaknya, pada Anugerah Diktisaintek 2025, UNUJA dinobatkan sebagai Silver Winner Bidang Pengabdian kepada Masyarakat, menempati peringkat 152 dari 5.491 perguruan tinggi se-Indonesia. Penghargaan tersebut diserahkan pada Jumat, 19 Desember 2025, pukul 13.00 WIB di Graha Diktisaintek, Gedung D Lantai 2, Senayan, Jakarta. Capaian ini menegaskan konsistensi UNUJA dalam mengembangkan tridarma perguruan tinggi yang berdampak nyata dan berkelanjutan. Sebelumnya,... - [Konsep Tarbiyah dalam Al-Qur’an dan Hadis: Landasan Pendidikan Karakter Islami di Era Modern](https://kuliahalislam.com/konsep-tarbiyah-dalam-al-quran-dan-hadis-landasan-pendidikan-karakter-islami-di-era-modern/): Kondisi pendidikan di Indonesia hingga kini masih menghadapi tantangan besar dan belum dapat dikatakan memuaskan. Banyak pihak menilai bahwa pendidikan nasional belum berhasil membentuk moral dan karakter bangsa secara utuh. Meskipun demikian, perubahan dan penyempurnaan kurikulum yang terus dilakukan sejak masa Orde Baru hingga era Reformasi dapat dipahami sebagai upaya mencari sistem pendidikan yang paling tepat bagi masyarakat Indonesia. Sayangnya, proses perubahan tersebut belum menunjukkan hasil yang optimal. Salah satu wacana yang mengemuka belakangan ini adalah pendidikan berbasis karakter. Dalam Islam, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pengembangan intelektual, tetapi juga mencakup pembinaan moral dan spiritual. Oleh karena itu, pembahasan mengenai... - [IMM Bekasi Raya Angkat Bicara: Apresiasi Kepada KPK Terkait OTT Bupati Bekasi](https://kuliahalislam.com/imm-bekasi-raya-angkat-bicara-apresiasi-kepada-kpk-terkait-ott-bupati-bekasi/): Salah satu kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bekasi Raya Muhammad Ja’far Shodiq angkat bicara terkait penangkapan OTT KPK Bupati Bekasi, ini adalah langkah yang baik bagi KPK dalam melakukan penangkapan korupsi terutama di wilayah Kab Bekasi. “Kami apresiasi kepada KPK karena melakukan penangkapan kepada pelaku korupsi di akhir tahun 2025 ini di wilayah Kab Bekasi. Karena Kab Bekasi harus bebas dari korupsi, siapapun yang melakukan korupsi wajib mendapatkan sanksi yang berat karena ini semua merugikan negara khususnya warna negara Indonesia,” ujar Jafar. Hadirnya kasus penangkapan pelaku korupsi perlu peranan masyarakat dan mahasiswa untuk mengawasi dan mengontrol kebijakan dan kinerja eksekutif... - [Keren ! Tim Padus Kemenag Sumedang Raih Juara 2 Lomba Padus HAB ke-80 Kemenag RI](https://kuliahalislam.com/keren-tim-padus-kemenag-sumedang-raih-juara-2-lomba-padus-hab-ke-80-kemenag-ri/): Sumedang — Tenaga Pendidik dan Kependidikan Madrasah yang tergabung dalam tim paduan suara (padus) Kemenag Sumedang ikut serta dalam lomba padus yang diselenggarakan oleh Kakanwil Kemenag Jabar dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, Kamis (18/12/2025). Lokasi lomba ini berpusat di Gedung Creatif Center Dadaha Kota Tasikmalaya JL. Dadaha, Kota Tasikmalaya. Berkat latihan yang rutin, persiapan yang matang, serta kerja keras dan kekompakan seluruh anggota tim, dalam ajang tersebut Tim Padus Kemenag Sumedang mampu menampilkan performa terbaiknya di hadapan dewan juri dan berhasil membawa pulang Juara 2. Salah satu peserta Padus perwakilan Guru dari MAN 1... - [Al-Qur'an Itu Up to Date: Memahami Keajaiban Kitab Suci yang Tak Lekang Oleh Zaman](https://kuliahalislam.com/al-quran-itu-up-to-date-memahami-keajaiban-kitab-suci-yang-tak-lekang-oleh-zaman/): Diskursus tentang Al-Qur’an sebagai kitab suci yang relevan sepanjang zaman selalu menghadirkan pembahasan yang menarik dan mendalam. Banyak kalangan mempertanyakan bagaimana mungkin Al-Qur’an yang diturunkan dalam konteks sosial-budaya Arab abad ke-7 tetap mampu menjawab persoalan-persoalan manusia yang terus berkembang seiring meluasnya umat Islam, perubahan ruang dan waktu, serta meningkatnya kompleksitas kehidupan modern. Hal-hal tersebut semakin penting ketika disadari bahwa tafsir Al-Qur’an berkembang dari masa ke masa. Setiap mufasir menghadirkan cara pandang yang berbeda sesuai ruang hidup, tradisi keilmuan, serta kebutuhan masyarakat pada zamannya. Karena itu, lahirlah keragaman penafsiran yang terkadang tampak berbeda, namun tetap berada dalam koridor metodologi yang sah.... - [Adat Atau 'Urf Dalam Fiqih Islam](https://kuliahalislam.com/adat-atau-urf-dalam-fiqih-islam/): Kuliahalislam.Adat (‘adah) secara bahasa berarti sesuatu yang dikerjakan atau diucapkan berulang-ulang, sehingga dianggap baik dan diterima oleh jiwa dan akal sehat. Istilah lainnya adalah ‘Urf, yang secara bahasa diartikan sebagai yang dikenal dan dianggap baik serta diterima oleh akal sehat. Para ahli Ushul fiqih mendefinisikan adat atau ‘Urf tidak jauh berbeda dengan arti bahasanya. Menurut mereka adat atau ‘Urf adalah sesuatu yang telah menjadi kebiasaan manusia dalam hal muamalah. Ada juga yang menambahkan pada definisi tersebut kata-kata ” Dalam dalam hal perkataan dan perbuatan”. Di samping itu ada juga yang mendefinisikannya sebagai sesuatu yang terjadi secara berulang-ulang tanpa harus dipikirkan... - [Dua Ayat Satu Ruh, Membaca Al-Qur’an Bersama Al Razi](https://kuliahalislam.com/dua-ayat-satu-ruh-membaca-al-quran-bersama-al-razi/): Ada kata-kata dalam Al-Qur’an yang selalu terasa lebih dalam dari bahasa. Ruh adalah salah satunya. Ia sering disebut, tetapi jarang benar-benar dipahami. Dekat dengan hidup manusia, namun terasa jauh dari jangkauan akal. Dalam satu ayat, ruh tampil sebagai sesuatu yang tak terjelaskan; dalam ayat lain, kata yang sama justru hadir sebagai sesuatu yang menghidupkan, membangunkan manusia dari kegelapan batin. Dua ayat itu adalah QS Al-Isrā’ [17]: 85 dan QS Asy-Syūrā [42]: 52, sering dibaca secara terpisah. Padahal, jika didekatkan, keduanya membentuk satu tarikan makna tentang keterbatasan manusia dan tentang kehidupan yang dianugerahkan wahyu. Fakhr al-Dīn al-Rāzī adalah salah satu mufasir... - [Tafwid atau Takwil? Pendekatan Eklektik Imam Al Qurthubi Terhadap Ayat Antropomorfisme QS. Al Baqarah Ayat 115](https://kuliahalislam.com/tafwid-atau-takwil-pendekatan-eklektik-imam-al-qurthubi-terhadap-ayat-antropomorfisme-qs-al-baqarah-ayat-115/): Tafwid secara etimologis bermakna menyerahkan atau mewakilkan suatu urusan. Dalam konteks akidah, khususnya saat menghadapi ayat antropomorfisme (yang menyinggung sifat-sifat Allah), tafwid adalah metodologi untuk menetapkan lafaz tersebut sebagaimana dalam al-Qur’an (misalnya yad, wajh, istawa) serta menyerahkan sepenuhnya lafaz tersebut kepada Allah semata. Pendekatan ini merupakan ciri khas madzhab salaf, yang bertujuan untuk menghindari penyerupaan Allah dengan makhluk sambil menegaskan bahwa akal manusia terbatas dalam memahami zat dan sifatNya, sehingga maknanya dikembalikan kepada sang khalik. Berbeda dengan ta’wil, ta’wil adalah metode penafsiran yang tujuannya untuk memalingkan atau mengalihkan makna harfiah dari sebuah lafaz yang samar (khususnya ayat antropomorfisme, seperti “yad”... - [Taqiyyah dalam Kacamata Sunni Menelusuri Penafsiran Al Qurthubi dan Al Tsa‘labi](https://kuliahalislam.com/taqiyyah-dalam-kacamata-sunni-menelusuri-penafsiran-al-qurthubi-dan-al-tsalabi/): Dalam sejarah Islam, nama ‘Ammar bin Yasir menjadi ikon keberanian. Ia pernah dipaksa oleh kaum musyrik untuk mengingkari keimanannya kepada Nabi Muhammad. Tubuhnya disiksa dan nyawanya di ujung tanduk, ‘Ammar akhirnya mengucapkan kalimat kufur. Namun setelah bebas, ia mendatangi Nabi, takut bahwa dirinya telah keluar dari Islam. Nabi menenangkan: “Jika mereka mengulanginya lagi, maka ulangilah apa yang mereka minta.” Nabi mengulanginya hingga tiga kali. Dari peristiwa ini melahirkan konsep yang kini dikenal sebagai taqiyyah sebuah keringanan ketika seorang muslim dipaksa menyembunyikan atau mengingkari imannya demi keselamatan nyawa. Melalui dua karya tafsir monumental Al-Jami‘ li Aḥkam al-Qur’an karya al-Qurṭhubi dan Al-Kasyf... - [Taqiyyah di Antara Sunni–Syiah: Membuka Tafsir Al Razi dan Al Kasyani](https://kuliahalislam.com/taqiyyah-di-antara-sunni-syiah-membuka-tafsir-al-razi-dan-al-kasyani/): Taqqiyah secara istilah merujuk pada tindakan berhati-hati dan bersembunyi dalam permasalahan agama karena adanya larangan-larangan atas kebebasan agama dalam beribadah oleh pemimpn yang zalim. Dalam konteks lain berarti taqiyyah ialah sebuah keyakinan untuk menghindari ancaman yang berbahaya terutama dalam hal siksaan fisik.[1] Doktrin ini sebagai acuan dalam agama Islam pada zaman nabi, sehingga Al Qur’an menurunkan ayat tentang masalah itu. Al Razi dan Al Kasyani merupakan tokoh mufassir kontemporer ternama, baik dalam pandangan syi’ah maupun sunni. Pemikiran al-Razi dalam tafsir Mafatih al-Ghaib dan al-Kasyani dalam tafsir as-Shafi tidak lepas dari hasil akidah mereka sendiri mengenai perihal penafsiran doktrin taqiyyah ini.[2]... - [Terbuka Untuk Umum: Kopdar Akbar Serikat Usaha Muhammadiyah Akan Digelar di Yogyakarta](https://kuliahalislam.com/terbuka-untuk-umum-kopdar-akbar-serikat-usaha-muhammadiyah-akan-digelar-di-yogyakarta/): Yogyakarta (18/12/25) Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) akan kembali menggelar agenda nasional melalui Kopdar Akbar Serikat Usaha Muhammadiyah yang direncanakan berlangsung pada 24–25 Januari 2026 di Kaliurang, Yogyakarta. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang temu, konsolidasi, dan penguatan jejaring pelaku usaha Muhammadiyah dan simpatisan dari berbagai daerah di Indonesia. Bagi para pelaku usaha dari berbagai daerah, Kopdar Akbar bukan sekadar pertemuan rutin. Forum ini menjadi ajang silaturahmi, saling berbagi pengalaman, sekaligus membuka peluang kolaborasi usaha lintas wilayah dan sektor. Dari pelaku UMKM hingga penggerak bisnis berbasis digital, semua dipertemukan dalam satu ruang kebersamaan. “Di sinilah para pelaku usaha bisa saling belajar, saling... - [Jadal Dalam Al Qur’an, Seni Dialog Ilmiah Untuk Mencari Kebenaran](https://kuliahalislam.com/jadal-dalam-al-quran-seni-dialog-ilmiah-untuk-mencari-kebenaran/): Perbedaan pendapat merupakan realitas sosial yang selalu muncul dalam setiap hubungan antar manusia, baik dalam diskusi ketika di kelas, perdebatan sosial, hingga percakapan di media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa keberagaman sudut pandang adalah aspek yang wajar dalam kehidupan manusia. Menyadari dinamika ini, Al-Qur’an sebagai cara efektif untuk menyampaikan kebenaran, menggali makna, serta membangun dialog yang konstruktif. Al- Qur’an menggunakan jadal dengan cermat untuk menentang pandangan yang salah, serta mengajarkan pembaca dalam mencari kebenaran melalui argumen yang logis, dan berbasis nilai moral. Secara umum, jadal merujuk pada bentuk argumentasi yang memiliki struktur dan metode tertentu untuk mencapai tujuan memahami atau... - [Maroko Negeri Maghribi yang Bernafas Dengan Spirit Aswaja](https://kuliahalislam.com/maroko-negeri-maghribi-yang-bernafas-dengan-spirit-aswaja/): Hatman Roqfah, Bintang Fajar Pratama, M. Alif Nazwa Abdillah, Galang Ahmad Al-Gozali, Abdul Ghafur Sumber: ydsf : yayasan dana sosial al-falah (https://www.ydsf.org/berita/sejarah-dan-perkembangan-islam-di-maroko-ydsf-kydM.html) Maroko yang kita kenal sebagai negeri Maghribi merupakan negara Afrika Utara yang terletak di ujung barat laut Afrika di ujung benua Eropa yang terbentang dari Laut Mediterania dan Samudra Atlantik. Maroko juga memiliki daya tarik yang tersendiri, salah satunya yaitu gurun sahara yang luas dan megah, karena sebagian besar wilayahnya terdiri dari gurun dan pegunungan. Sampai saat ini Maroko masih menyimpan jejak peradaban Islam yang sangat kuat, hal itu bisa dilihat dengan adanya kota-kota kuno seperti Fez dan... - [Hermeneutika Sebagai Filsafat Penafsiran di Era AI](https://kuliahalislam.com/hermeneutika-sebagai-filsafat-penafsiran-di-era-ai/): Dalam buku terbarunya yang berjudul Hermeneutika: Pengantar ringkas, Prof. Bambang Sugiharto–salah seorang filsuf terkemuka di Indonesia–mencoba menjelaskan urgensi hermeneutika sebagai bukan hanya kaca mata tafsir, tetapi juga sebagai pandangan hidup manusia di abad ke-21. Kehidupan manusia di abad ke-21 merupakan bentuk baru dari rentetan panjang sejarah umat manusia. Setiap zaman memiliki ciri dan karakteristiknya masing-masing, begitu pula kehidupan abad ini. Perkembangan sains, teknologi, hingga belakangan kemunculan AI (Artificial Intelligence), adalah ciri utama kehidupan di abad ini. Namun, segala bentuk kemajuan di abad ini tak lantas menjadikan manusia benar-benar mencapai idealnya secara sempurna. Justru, dari kemajuan ini, lahir persoalan-persoalan baru yang... - [Sinergi Prognas Gandeng Klinik Muhammadiyah Parengan Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat](https://kuliahalislam.com/12309-2-sinergi-prognas-gandeng-klinik-parengan-perkuat-layanan-kesehatan-masyarakat/): KULIAHALISLAM.COM – Sebagai wujud nyata dukungan terhadap Program Nasional (Prognas) bidang kesehatan, jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah kembali melakukan gebrakan kolaboratif. Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) dan RS Muhammadiyah Kalikapas bersinergi dengan Klinik Muhammadiyah Parengan menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Sinergi Prognas: Sharing Ilmu, Integrasi Rujukan, Pengabdian Masyarakat untuk Program Nasional.” ​Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (16/12/2025) di Klinik Muhammadiyah Parengan ini disambut antusias oleh warga sekitar. Acara ini tidak hanya sekadar bakti sosial, namun difokuskan pada penguatan sistem rujukan berjenjang dan edukasi kesehatan yang krusial. ​Hadirkan Dokter Spesialis ke Tengah Masyarakat ​Dalam kolaborasi ini, tim medis gabungan menghadirkan layanan konsultasi... - [Pandangan Jabariyah: Memaknai Takdir Di Balik Musibah Runtuhnya Pesantren Al Khoziny](https://kuliahalislam.com/pandangan-jabariyah-memaknai-takdir-di-balik-musibah-runtuhnya-pesantren-al-khoziny/): Pendahaluan Ketika Pesantren Al-Khoziny runtuh, banyak orang yang terkejut. Bukan hanya merusak bangunan, tetapi juga menimbulkan ancaman bagi santri, orang tua mereka, dan masyarakat sekitar. Untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi dalam keadaan yang sedih dan membingungkan itu, masyarakat berusaha mencari penjelasan dari segi sosial, teknis, dan keagamaan. Dalam proses mencari penjelasan tersebut, pengasuh pesantren mengatakan bahwa tragedi ini adalah takdir Tuhan dan harus diterima dengan lapang dada. Pernyataan tersebut kemudian menimbulkan perdebatan menarik di masyarakat, terutama tentang bagaimana ajaran Islam melihat hubungan antara musibah, takdir, dan kesalahan manusia. Pandangan Jabariyah adalah salah satu perspektif keagamaan yang paling sering dibahas.... - [Stop Post Pamer! Menguatkan Akidah Tawādu’ Melawan Kibr Digital dalam Perspektif Tafsir Al-Qurthubī](https://kuliahalislam.com/stop-post-pamer-menguatkan-akidah-tawadu-melawan-kibr-digital-dalam-perspektif-tafsir-al-qurthubi/): Kita hidup di zaman di mana valisadi diri hampir sepenuhnya bergantung pada respon digital. Media sosial, dengan segala platformnya, tak ubahnya panggung global tempat setiap orang berlomba memamerkan kelebihan, prestasi, dan bahkan kemewahan. Fenomena ini kita sebut sebagai flexing, secara perlahan menumbuhkan benih penyakit hati yang paling berbahaya dalam akidah kibr (kesombongan) atau takabbur. Tak hanya sombong dalam memamerkan diri, Kibr digital juga bermanifestasi dalam bentuk dehumanisasi, yaitu merendahkan, menghina, atau menghilangkan martabat orang lain melalui komentar, body shamming, atau cyber bullying yang dilindungi oleh tirai anonimitas. Dengan berpijak melalui lensa otoritatif Imam Abū Abdullāh Al-Qurthubī dalam kitabnya Al-Jāmi’li Ahkām... - [Mengurai Doktrin Natiq dan Samit Sebagai Otoritas Syariat Ismailiyah dalam Asas Al Takwil](https://kuliahalislam.com/mengurai-doktrin-natiq-dan-samit-sebagai-otoritas-syariat-ismailiyah-dalam-asas-al-takwil/): Dalam tradisi intelektual Ismailiyah, hubungan antara nāṭiq (nabi pembawa syariat) dan ṣāmit (imam penerus makna batin) merupakan fondasi paling khas dalam memahami bagaimana agama bekerja pada dua tingkat, yaitu lahir dan batin. Struktur ini lahir dari keyakinan bahwa wahyu tidak hanya perlu disampaikan dalam bentuk aturan dan hukum yang tampak, tetapi juga harus ditafsirkan secara mendalam agar tidak kehilangan ruh dan tujuan hakikinya. Oleh karena itu, pemahaman agama dalam tradisi ini tidak berhenti pada aspek formal syariat, melainkan menuntut penyingkapan makna yang lebih dalam melalui otoritas keagamaan yang berkelanjutan. Farhad Daftary menjelaskan bahwa pembagian otoritas antara nāṭiq dan ṣāmit merupakan... - [Ketika Allah Bersumpah: Pelajaran Hidup dari Aqsam Al-Qur’an](https://kuliahalislam.com/ketika-allah-bersumpah-pelajaran-hidup-dari-aqsam-al-quran/): Ketika Àllah bersumpah, pelajaran hidup dari aqsam Al-Qur’an. Ketika Allah ber-firman dalam kitab-Nya, yang dimulai dengan “Demi…” pernahkah kalian merasa penasaran dan mulai ingin tahu, mengapa Allah bersumpah? Nah!.. menariknya disini Adalah, sumpah sumpah Allah tersebut ternyata bukan hanya sekedar gaya Bahasa, tapi juga semacam highlight dari Allah SWT. Kepada kita semua agar kita bisa melihat sesuatu yang sangat penting. Disaat Allah bersumpah dengan waktu, matahari, fajar, atau berbagai fenomena alam lainnya, sebenarnya terdapat pesan hidup yang ingin disampaikan. Secara sederhana, Aqsam adalah kalimat sumpah dalam Al-Qur’an, dalam bahasa Arab istilah ini berasal dari kata al-qasam atau al-yamin mempunyai arti... - [Apa Pendapat Kita Tentang PBNU?](https://kuliahalislam.com/apa-pendapat-kita-tentang-pbnu/): Peristiwa yang terjadi di PBNU hari ini sering dibahas bahkan digoreng di media-media sosial. Banyak komentar muncul, termasuk simpati, himbauan, saran, tak terkecuali ironi. Saya percaya bahwa komentar-komentar tersebut sebagian besar berasal dari cinta dan perhatian terhadap Nahdlatul Ulama, yang merupakan organisasi terbesar dan memiliki banyak harapan bagi umat.  Ketika harapan tidak terpenuhi, maka kekecewaan adalah hasilnya. Apa yang seharusnya kita lakukan? Yang jelas, tidak ada alasan bagi umat Islam, khususnya Nadhlatul Ulama, untuk menanggapi perbedaan pendapat ulama secara berlebihan. Dengan kata lain, mengutuk satu orang sambil meninggikan yang lain sangat tidak elok. Selain itu, perbedaan pendapat dan keyakinan yang terjadi di... - [Apakah Nabi Adam Bukan Manusia Pertama? Membaca Tafsir Nu’man bin Ḥayyun atas Ayat-ayat Imamah](https://kuliahalislam.com/apakah-nabi-adam-bukan-manusia-pertama-membaca-tafsir-numan-bin-%e1%b8%a5ayyun-atas-ayat-ayat-imamah/): Dalam banyak pengajaran agama, Nabi Adam sering dikenalkan sebagai manusia pertama. Narasinya sederhana, mudah dipahami, dan hampir tak pernah dipertanyakan. Namun bila membuka lembaran tafsir awal Islam, kita menemukan tokoh-tokoh yang tidak sepenuhnya berada di jalur itu. Sebagian membaca kisah Adam bukan sebagai awal biologi manusia, melainkan sebagai awal kepemimpinan manusia. Salah satu yang paling menarik adalah Nu’man bin Ḥayyūn, mufassir Syiah awal yang hidup pada masa ketika konsep imamah dan kepemimpinan spiritual sedang dirumuskan. Nu’man bin Ḥayyūn bukan figur besar seperti al-Ṭabarī atau al-Qummī, tetapi ia termasuk generasi yang berada dalam pusaran intelektual Syiah pasca-Imam Ja‘far al-Ṣādiq. Pada masa... ## Pages - [Donasi](https://kuliahalislam.com/donasi/): Sahabat pembaca yang dirahmati Allah, situs Kuliah Al Islam hadir sejak awal dengan semangat kerelawanan, di mana seluruh penulis dan tim redaksi berkontribusi tanpa menerima bayaran sepeserpun. Semua dilakukan semata-mata untuk menyebarkan dakwah Islam yang mencerahkan dan mendalam bagi umat. Agar situs ini tetap aktif dan dapat terus memberi manfaat, kami membuka kesempatan bagi Anda untuk ikut berkontribusi melalui donasi. Bantuan ini akan digunakan khusus untuk pembayaran domain dan hosting, yang menjadi kebutuhan teknis agar situs tetap bisa diakses oleh siapa pun, kapan pun. InsyaAllah, seluruh pemasukan dan pengeluaran akan dilaporkan secara berkala dan transparan. Mari bersama kita jaga agar... - [Login Kuliah Al Islam](https://kuliahalislam.com/login-kontributor/) - [Kirim Artikel](https://kuliahalislam.com/kirim-artikel/): KULIAHALISLAM.COM – Memuat artikel-artikel tentang Keislaman, Filsafat, Pendidikan, Ekologi, Berita, dan Esai tulisan-tulisan pendek (800-1.500 kata). Bisa langsung kirim artikel. Kirim naskah ke email redaksi ke kuliahalislam@gmail.com dengan subjek sesuai nama rubrik (Esai/Keislaman/Filsafat/Berita/Ekologi). Sertakan nama penulis dan profil singkat. Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca untuk beberapa rubrik, di antaranya: Keislaman    : Tayang setiap hari. Tulisan menarik tentang Sosok (Tokoh Islam), Ulumuddin, Akidah, Akhlak, Ibadah, Fikih, Tasawuf, Kemuhammadiyahan dll. Filsafat      : Tayang setiap hari. Tulisan tentang Filsafat, Filsafat Islam, dan Tokoh Filsafat. Pendidikan   : Tulisan tentang Pendidikan Islam, dan Seputar Pendidikan Nasional. Ekologi       : Tulisan tentang... - [Tim Redaksi](https://kuliahalislam.com/tim-redaksi/): Pemimpin Umum: Robby Karman, S.E.IPemimpin Redaksi:Adis Setiawan, S.Pd.Wakil Pemimpin Redaksi:Naufal Abdul Afif, S.Sos. Sekretaris Redaksi:Rabiul Rahman Purba, S.H.Redaktur Pelaksana:Fitratul Akbar,S.E. Fathan Faris Saputro, S.Pd. Achmad Puariesthaufani Nugroho, S.T. Salman Akif Faylasuf Septi Sartika Alamat Redaksi: Jln. Kebon Kelapa, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. 17510. E-mail: kuliahalislam@gmail.com - [Disclaimer](https://kuliahalislam.com/disclaimer/): Disclaimer untuk … Kuliah Al Islam Segala informasi yang kami sampaikan di blog ini diterbitkan dengan tujuan baik dan hanya untuk tujuan informasi secara umum. Kami berusaha memberikan info yang seakurat dan selengkap mungkin. Namun, tak ada gading yang yak retak. Kami tidak memberikan jaminan apapun mengenai kelengkapan, kebenaran, dan keakuratan informasi yang kami publish di sini. Setiap tindakan yang Anda lakukan setelah membaca tulisan di kuliahalislam.com adalah tanggung jawab Anda sendiri.  Kami tidak bertanggung jawab terhadap kerugian atau kerusakan (mungkin) terjadi. Dari blog ini, kemungkinan Anda bisa mengunjungi web lain dengan meng-klik tautan yang ada di sini. Meskipun kami telah berupaya menjaga... - [Tentang Kami](https://kuliahalislam.com/tentang-kami/): KULIAHALISLAM.COM merupakan media berbasis online (paltform digital) yang menyebarkan topik-topik tentang wawasan agama Islam, umat Islam, dinamika dunia Islam era kontemporer. Maupun membahas tentang keluarga, tokoh-tokoh agama dan dunia, dinamika masyarakat Indonesia dan warga kemanusiaan universal. Kami menyajikan topik-topik artikel dan esai yang berkarakter kebenaran (hanif), meningkatkan wawasan keilmuan (ilmu) dan kemaslahatan untuk umat manusia (Rahmatan Lil Alamin).   Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan ilmu pengetahuan yang pesat, media-media berbasis online (platform digital) Keislaman tumbuh bagai jamur di musim hujan. Minat kepenulisan terhadap isu-isu umat Islam dan dinamika Keislaman maupun dinamika masyarakat keindonesiaan juga meningkat di era kontemporer. Sayangnya seringkali alih-alih memperluas cakrawala ilmu pengetahuan,... [comment]: # (Generated by Hostinger Tools Plugin)